Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 7 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Keindahan syariat terletak pada ketepatan waktu dan ketulusan hati.
Udex MundzirUdex Mundzir27 Mei 2025 Islami
waktu dimulainya takbiran Idul Adha
Ilustrasi takbiran Idul Adha (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Takbir yang menggema menjelang Idul Adha bukan sekadar tradisi, melainkan syiar keagamaan yang sangat dianjurkan. Umat Islam di seluruh dunia menyambut hari besar ini dengan takbir, tahlil, dan tahmid, memuliakan nama Allah SWT. Namun, tak sedikit yang masih bertanya-tanya: kapan waktu dimulainya takbiran Idul Adha yang sesuai dengan syariat?

Fenomena ini berakar dari pemahaman yang beragam di tengah masyarakat. Berdasarkan penjelasan para ulama dan rujukan dari Al-Qur’an serta hadis, takbiran Idul Adha sebenarnya dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir setelah salat Asar hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Inilah yang menjadi kesepakatan mayoritas ulama dari berbagai madzhab.

Ayat yang menjadi dasar adalah firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 203: “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, hari-hari tersebut adalah 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai hari Tasyrik.

Baca Juga:
  • Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat
  • Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu
  • Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka
  • Menghargai Waktu

Hal senada juga tertuang dalam QS. Al-Hajj: 28: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “hari-hari yang diketahui” meliputi hari Arafah dan Idul Adha.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hiasilah hari-hari raya kalian dengan takbir.”
(HR. Ath-Thabarani)

Madzhab Syafi’i dan Hambali menyatakan bahwa takbir dimulai dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, dilakukan setelah salat fardhu (takbir muqayyad). Sementara itu, Madzhab Maliki memulai takbir dari malam Idul Adha dan lebih menekankan takbir mutlak (bebas waktu dan tempat).

Artikel Terkait:
  • Hukum dan Tata Cara Distribusi Kulit Hewan Qurban dalam Islam
  • Mendapatkan Hadiah Terindah Saat Kembali Dari Haji dan Umroh
  • Hijrah itu Move On
  • Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

Imam Syafi’i berkata dalam Al-Umm: “Takbir setelah salat dimulai dari salat Subuh pada hari Arafah sampai salat Asar pada akhir hari Tasyrik.”

Praktik ini juga dilakukan oleh para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud. Mereka mengumandangkan takbir sejak fajar 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, sebagaimana diriwayatkan dalam Musannaf Ibnu Abi Syaibah.

Takbir terbagi dua:
Takbir Mutlak, bebas dilantunkan kapan saja dan di mana saja sejak malam Idul Adha atau hari Arafah.
Takbir Muqayyad, dibaca setelah salat fardhu, dari Subuh 9 Dzulhijjah sampai Asar 13 Dzulhijjah.

Dengan memahami waktu takbiran secara tepat, umat Islam dapat lebih maksimal dalam menjalankan sunnah ini. Takbir bukan hanya lantunan lisan, tapi juga bentuk pengagungan hati kepada Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji
  • Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?
  • Belajar Ikhlas
  • Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya
Fiqih Ibadah Hari Tasyrik Syiar Islam Takbir Idul Adha Waktu Takbiran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025
Next Article Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

15 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Kosakata Hari yang Jarang Diketahui Masyarakat

Daily Tips Udex Mundzir

7 Rekomendasi Masakan Sehat untuk Bekal Anak Sekolah

Daily Tips Alfi Salamah

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Kenali 6 Tipe Toxic Person agar Kesehatan Mentalmu Terjaga

Daily Tips Alfi Salamah

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi