Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 16 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Keindahan syariat terletak pada ketepatan waktu dan ketulusan hati.
Udex MundzirUdex Mundzir27 Mei 2025 Islami
waktu dimulainya takbiran Idul Adha
Ilustrasi takbiran Idul Adha (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Takbir yang menggema menjelang Idul Adha bukan sekadar tradisi, melainkan syiar keagamaan yang sangat dianjurkan. Umat Islam di seluruh dunia menyambut hari besar ini dengan takbir, tahlil, dan tahmid, memuliakan nama Allah SWT. Namun, tak sedikit yang masih bertanya-tanya: kapan waktu dimulainya takbiran Idul Adha yang sesuai dengan syariat?

Fenomena ini berakar dari pemahaman yang beragam di tengah masyarakat. Berdasarkan penjelasan para ulama dan rujukan dari Al-Qur’an serta hadis, takbiran Idul Adha sebenarnya dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir setelah salat Asar hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Inilah yang menjadi kesepakatan mayoritas ulama dari berbagai madzhab.

Ayat yang menjadi dasar adalah firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 203: “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, hari-hari tersebut adalah 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai hari Tasyrik.

Baca Juga:
  • Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?
  • Cerdas Beramal
  • Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji
  • Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?

Hal senada juga tertuang dalam QS. Al-Hajj: 28: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “hari-hari yang diketahui” meliputi hari Arafah dan Idul Adha.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hiasilah hari-hari raya kalian dengan takbir.”
(HR. Ath-Thabarani)

Madzhab Syafi’i dan Hambali menyatakan bahwa takbir dimulai dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, dilakukan setelah salat fardhu (takbir muqayyad). Sementara itu, Madzhab Maliki memulai takbir dari malam Idul Adha dan lebih menekankan takbir mutlak (bebas waktu dan tempat).

Artikel Terkait:
  • Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi
  • 6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri
  • Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
  • Menjaga Amanah

Imam Syafi’i berkata dalam Al-Umm: “Takbir setelah salat dimulai dari salat Subuh pada hari Arafah sampai salat Asar pada akhir hari Tasyrik.”

Praktik ini juga dilakukan oleh para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud. Mereka mengumandangkan takbir sejak fajar 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, sebagaimana diriwayatkan dalam Musannaf Ibnu Abi Syaibah.

Takbir terbagi dua:
Takbir Mutlak, bebas dilantunkan kapan saja dan di mana saja sejak malam Idul Adha atau hari Arafah.
Takbir Muqayyad, dibaca setelah salat fardhu, dari Subuh 9 Dzulhijjah sampai Asar 13 Dzulhijjah.

Dengan memahami waktu takbiran secara tepat, umat Islam dapat lebih maksimal dalam menjalankan sunnah ini. Takbir bukan hanya lantunan lisan, tapi juga bentuk pengagungan hati kepada Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Misteri Kesehatan Ibadah Haji: Rahasia Imun Tubuh Tangguh
  • Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman
  • Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian
  • Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi
Fiqih Ibadah Hari Tasyrik Syiar Islam Takbir Idul Adha Waktu Takbiran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025
Next Article Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Modal Waktu

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Techno Assyifa

Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Perspektif Udex Mundzir

Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi