Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 7 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Lahir di masa sulit, Titiek Puspa tumbuh menjadi ikon seni yang melampaui delapan kepemimpinan presiden.
ErickaEricka11 April 2025 Biografi
Titiek puspa
Titiek Puspa, Musisi Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Titiek Puspa, sosok ikonik dalam dunia musik Indonesia, lahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan pada 1 November 1937.

Namun, karena kondisi kesehatannya yang lemah saat kecil, namanya beberapa kali diubah—dari Kadarwati, lalu Sumarti, hingga akhirnya dikenal luas dengan nama panggung Titiek Puspa.

Nama ini berasal dari panggilan akrabnya “Titiek” dan nama ayahnya, Tugeno Puspowidjojo, yang diambil bagian “Puspa” sebagai bentuk penghormatan.

Keluarganya pindah ke Semarang saat usianya baru tiga bulan. Di kota inilah benih kecintaannya terhadap seni mulai tumbuh. Di tengah kesulitan hidup saat pendudukan Jepang, Titiek kecil menghibur dirinya dengan bernyanyi, memupuk mimpi untuk menjadi penyanyi seperti idolanya, Bing Slamet.

Baca Juga:
  • Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers
  • Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah
  • Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam
  • Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Meski ayahnya sempat menentang niatnya berkarier di dunia seni, dukungan kakaknya menjadi tonggak penting dalam perjalanannya.

Karier Titiek dimulai sejak remaja, saat ia meraih juara kedua Bintang Radio RRI Semarang pada 1954. Kemenangan ini mengantarkannya tampil bersama Orkes Simfoni Jakarta dan menjadi penyanyi tetap.

Tahun 1955, ia mencetak debut rekamannya di Lokananta dan kariernya pun melejit. Lagu-lagunya seperti “Pantang Mundur”, “Gang Kelinci”, dan “Kupu-Kupu Malam” menjadi karya ikonik yang mencerminkan kepekaannya terhadap isu sosial.

Selain di musik, Titiek juga aktif di dunia film dan telah membintangi lebih dari 20 judul layar lebar. Di masa Orde Baru, ia menggubah lagu “Bapak Pembangunan” untuk Soeharto namun tetap menjaga netralitas politiknya. Ia dikenal rendah hati, aktif dalam kegiatan sosial, dan kerap menciptakan lagu himne tanpa meminta imbalan.

Artikel Terkait:
  • Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia
  • Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital
  • Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Pemimpin Bijak Kutai Kartanegara
  • Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

Titiek Puspa telah melalui delapan masa pemerintahan presiden Indonesia dan tetap relevan di setiap zaman. Karyanya bahkan mendapat pengakuan internasional, seperti dalam World Song Festival di Tokyo dan Los Angeles.

Penghargaan demi penghargaan diterimanya, termasuk BASF Award untuk pengabdian panjang di musik, serta album tribute dari musisi lintas generasi pada 2004.

Dengan dedikasi yang luar biasa dan semangat yang tak pernah padam, Titiek Puspa bukan hanya legenda, tapi juga simbol ketangguhan dan inspirasi bagi banyak generasi.

Jangan Lewatkan:
  • Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
  • Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan
  • Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania
Figur Seni Lagu Ikonik Legenda Musik Musik Indonesia Titiek Puspa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenulis dari Negara yang Terlambat Sadar
Next Article Dua Fasilitas Baru Diresmikan di Desa Loa Ulung

Informasi lainnya

Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam

26 Desember 2025

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

26 Desember 2025

Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

30 Oktober 2025

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

30 Oktober 2025

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

30 Oktober 2025

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

30 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Islami Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari

Daily Tips Alfi Salamah

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi