Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Lahir di masa sulit, Titiek Puspa tumbuh menjadi ikon seni yang melampaui delapan kepemimpinan presiden.
ErickaEricka11 April 2025 Biografi
Titiek puspa
Titiek Puspa, Musisi Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Titiek Puspa, sosok ikonik dalam dunia musik Indonesia, lahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan pada 1 November 1937.

Namun, karena kondisi kesehatannya yang lemah saat kecil, namanya beberapa kali diubah—dari Kadarwati, lalu Sumarti, hingga akhirnya dikenal luas dengan nama panggung Titiek Puspa.

Nama ini berasal dari panggilan akrabnya “Titiek” dan nama ayahnya, Tugeno Puspowidjojo, yang diambil bagian “Puspa” sebagai bentuk penghormatan.

Keluarganya pindah ke Semarang saat usianya baru tiga bulan. Di kota inilah benih kecintaannya terhadap seni mulai tumbuh. Di tengah kesulitan hidup saat pendudukan Jepang, Titiek kecil menghibur dirinya dengan bernyanyi, memupuk mimpi untuk menjadi penyanyi seperti idolanya, Bing Slamet.

Baca Juga:
  • Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan
  • Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
  • Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania
  • Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Pemimpin Bijak Kutai Kartanegara

Meski ayahnya sempat menentang niatnya berkarier di dunia seni, dukungan kakaknya menjadi tonggak penting dalam perjalanannya.

Karier Titiek dimulai sejak remaja, saat ia meraih juara kedua Bintang Radio RRI Semarang pada 1954. Kemenangan ini mengantarkannya tampil bersama Orkes Simfoni Jakarta dan menjadi penyanyi tetap.

Tahun 1955, ia mencetak debut rekamannya di Lokananta dan kariernya pun melejit. Lagu-lagunya seperti “Pantang Mundur”, “Gang Kelinci”, dan “Kupu-Kupu Malam” menjadi karya ikonik yang mencerminkan kepekaannya terhadap isu sosial.

Selain di musik, Titiek juga aktif di dunia film dan telah membintangi lebih dari 20 judul layar lebar. Di masa Orde Baru, ia menggubah lagu “Bapak Pembangunan” untuk Soeharto namun tetap menjaga netralitas politiknya. Ia dikenal rendah hati, aktif dalam kegiatan sosial, dan kerap menciptakan lagu himne tanpa meminta imbalan.

Artikel Terkait:
  • Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam
  • Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers
  • Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah
  • Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Titiek Puspa telah melalui delapan masa pemerintahan presiden Indonesia dan tetap relevan di setiap zaman. Karyanya bahkan mendapat pengakuan internasional, seperti dalam World Song Festival di Tokyo dan Los Angeles.

Penghargaan demi penghargaan diterimanya, termasuk BASF Award untuk pengabdian panjang di musik, serta album tribute dari musisi lintas generasi pada 2004.

Dengan dedikasi yang luar biasa dan semangat yang tak pernah padam, Titiek Puspa bukan hanya legenda, tapi juga simbol ketangguhan dan inspirasi bagi banyak generasi.

Jangan Lewatkan:
  • Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia
  • Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia
  • Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan
Figur Seni Lagu Ikonik Legenda Musik Musik Indonesia Titiek Puspa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenulis dari Negara yang Terlambat Sadar
Next Article Dua Fasilitas Baru Diresmikan di Desa Loa Ulung

Informasi lainnya

Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam

26 Desember 2025

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

26 Desember 2025

Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

30 Oktober 2025

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

30 Oktober 2025

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

30 Oktober 2025

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

30 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Perjalanan Pulang ke Samarinda: Di Bawah Langit Bontang yang Segar

Travel Sitiaisyah

Cokelat! Lezat, Kaya Manfaat, dan Penuh Fakta Menarik

Food Alfi Salamah

Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi