Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

Pertanyaan tentang hukum merekam khutbah Salat Ied kembali muncul, terutama di era ponsel pintar dan media sosial.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati15 Maret 2026 Nasional
Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?
Ilustrasi salat Ied (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Momen Salat IdulFitri yang hanya datang setahun sekali sering membuat sebagian jemaah ingin mengabadikan suasana ibadah, termasuk ketika khatib menyampaikan khutbah. Namun, muncul pertanyaan di kalangan umat Islam: apakah diperbolehkan merekam video saat khutbah Salat Ied sedang berlangsung?

Salat Ied dilaksanakan pada 1 Syawal setiap tahun dan menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Dalam pelaksanaannya, salat dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan khutbah oleh khatib. Berbeda dengan khutbah pada Salat Jumat yang wajib didengarkan, khutbah Salat Ied memiliki status sunah sehingga jemaah tidak diwajibkan untuk tetap duduk mendengarkannya.

Hal tersebut merujuk pada hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Saib RA bahwa Rasulullah SAW memberikan pilihan kepada para jemaah setelah Salat Ied selesai.

“Barangsiapa ingin pulang, maka hendaklah ia pulang. Dan barangsiapa ingin tetap tinggal untuk mendengar khutbah, maka hendaklah ia tetap tinggal mendengarkannya.”

Riwayat lain dari Ibnu Abbas RA juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersama para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman melaksanakan Salat Ied terlebih dahulu sebelum khutbah disampaikan kepada jemaah.

Baca Juga:
  • MUI Dukung Pilkada via DPRD, Sebut Lebih Maslahat dan Hemat Biaya
  • Ning Ita Akui Kota Mojokerto Adalah Kota Harmonis
  • Minat Masyarakat Positif, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Stabil
  • 27 September Resmi Jadi Hari Komedi Nasional

“Aku menghadiri Salat Ied bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semua melaksanakan salat sebelum khutbah.”

Karena khutbah Salat Ied tidak bersifat wajib untuk didengarkan, sebagian ulama menjelaskan bahwa aktivitas seperti merekam video saat khutbah berlangsung pada dasarnya diperbolehkan. Tindakan tersebut tidak membatalkan ibadah dan tidak menghilangkan pahala salat yang telah dilakukan sebelumnya.

Namun demikian, para ulama juga mengingatkan bahwa merekam khutbah bisa menjadi makruh atau tidak disukai jika aktivitas tersebut mengganggu kekhusyukan jemaah lain. Misalnya, mengangkat ponsel terlalu tinggi, berpindah-pindah tempat untuk mengambil gambar, atau menimbulkan gangguan visual bagi orang di sekitar yang sedang mendengarkan nasihat khatib.

Selain itu, tujuan utama khutbah Idulfitri adalah menyampaikan pesan keagamaan, nasihat moral, serta pengingat agar umat Islam tetap menjaga ketakwaan setelah bulan Ramadhan berlalu. Isi khutbah biasanya membahas tentang pentingnya menjaga silaturahmi, memperkuat iman, serta mempertahankan amal ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan.

Artikel Terkait:
  • Gairahkan Petugas Haji: Kompetensi Kunci untuk Kesuksesan
  • Kemnaker Buka Batch 3 Magang Nasional 2025, Sisa Kuota Segera Diisi
  • Lebaran 2025 Diprediksi 31 Maret, Libur Panjang Menanti
  • Kompolnas Layangkan Surat ke Prabowo Soal Senjata Api Polisi

Karena itu, para jemaah dianjurkan untuk lebih memprioritaskan mendengarkan khutbah secara langsung daripada sibuk dengan aktivitas lain, termasuk merekam menggunakan ponsel. Mendengarkan dengan penuh perhatian dinilai lebih bermanfaat karena pesan-pesan keagamaan dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika ingin mendokumentasikan momen khutbah, jemaah disarankan melakukannya secara singkat, tidak mencolok, serta tidak mengganggu orang lain di sekitar. Alternatif lainnya adalah merekam dari posisi yang tidak menghalangi pandangan jemaah lain atau menunggu dokumentasi resmi dari panitia atau pengurus masjid.

Pada akhirnya, menjaga adab dan kekhusyukan dalam ibadah tetap menjadi hal utama saat menghadiri Salat Ied. Dokumentasi boleh dilakukan, namun tidak boleh mengalahkan tujuan utama ibadah, yakni mendekatkan diri kepada Allah dan menyerap pesan kebaikan dari khutbah yang disampaikan.

Jangan Lewatkan:
  • 400 Ribu Tiket Mudik Terjual di Hari Pertama Puasa
  • Presiden Resmikan Pembangunan Bandar Udara IKN, Jamin Lahan Tersedia
  • KAI Gunakan Metode Ini Agar LRT Palembang Tak Jadi ‘Kereta Hantu’
  • UI Beri Sanksi Ringan untuk Bahlil, Diduga Ada Konflik Kepentingan

Adab Salat Ied Fiqih Ibadah Hukum Salat Ied IdulFitri Khutbah Idulfitri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya
Next Article Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

Informasi lainnya

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

7 Mei 2026

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

7 Mei 2026

Usai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama

6 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

27 April 2026

BNN Bone Dorong Saka Anti Narkoba Pramuka

20 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak

Editorial Udex Mundzir

Halal Kulture District Ajak Muslim Muda Sambut Ramadan Lebih Mindful

Happy Assyifa

Dalam Diam, Tumbuh Arah

Profil Lisda Lisdiawati

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Inovasi Hebat Mahasiswa UPER!

Bisnis Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi