Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

Ulama NU itu mengajak masyarakat memaknai kerinduan kepada keluarga sebagai bagian dari nikmat yang diberikan Tuhan.
ErickaEricka15 Maret 2026 Tokoh
Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
Ilustrasi KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rembang – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kerinduan pada kampung halaman sering terasa semakin kuat. Bagi sebagian perantau, tradisi mudik menjadi momen yang dinanti. Namun, bagi mereka yang harus menahan langkah pulang tahun ini, ulama karismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menghadirkan pesan menyejukkan: kerinduan kepada keluarga juga merupakan bagian dari kenikmatan hidup.

Fenomena tidak bisa mudik menjelang Lebaran kerap dialami banyak orang karena berbagai alasan, mulai dari keterbatasan biaya, kehabisan tiket perjalanan, hingga tuntutan pekerjaan. Situasi ini membuat sebagian perantau merasa sedih karena tidak dapat bertemu keluarga pada momen penting Idulfitri. Dalam salah satu kajian yang disampaikan menjelang akhir Ramadan, Gus Baha mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kondisi tersebut.

“Saran saya untuk teman-teman yang ditakdir belum bisa ketemu keluarga, bahwa rindu itu sudah bagian dari kenikmatan. Jadi kita berpikir positif bahwa bertemu itu nikmat, karena silaturahim (menyambung). Tidak ketemu, kita nikmati rasa rindu, rasa sayang yang terpendam,” jelas Gus Baha.

Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Narukan di Rembang itu menjelaskan bahwa rasa cinta yang mendalam atau dalam istilah tasawuf disebut ‘isyq dapat muncul dari berbagai keadaan, termasuk ketika seseorang tidak dapat bertemu dengan orang yang dicintai. Menurutnya, kerinduan justru bisa menghadirkan pengalaman batin yang penuh makna.

Baca Juga:
  • Tsabit bin Qurrah, Ahli Astronomi dan Matematika yang Merevolusi Ilmu Pengetahuan
  • Momen Idulfitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
  • Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum

“Justru barokahnya tidak ketemu itu ada kenikmatan tersendiri dalam kerinduan, dalam membayangkan ketemu, dalam membayangkan masa lalu yang indah, yang dulu bertemu terus sekarang tidak ketemu. Jadi Allah tidak kekurangan cara untuk membuat orang dapat nikmat,” tuturnya.

Gus Baha menilai manusia sering kali hanya memandang kebahagiaan dari pertemuan secara fisik. Padahal, kenangan, harapan, dan kerinduan juga dapat menjadi sumber kebahagiaan yang tidak kalah bermakna. Dalam pandangannya, Allah memberikan berbagai bentuk nikmat kepada manusia, termasuk melalui perasaan rindu yang menguatkan ikatan batin dengan keluarga.

“Ketika ketemu, ya nikmat. Ketika rindu menikmati masa lalu yang bisa bertemu ya nikmat, meskipun sekarang tidak bertemu karena bagian kenikmatan manusia itu termasuk rindu,” tegas ulama asal Jawa Tengah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa rindu yang belum terobati sebaiknya disikapi dengan kesabaran dan diiringi dengan ibadah, seperti berzikir atau mengingat Allah. Dengan cara itu, kekecewaan karena gagal mudik dapat berubah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual.

Artikel Terkait:
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung
  • Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda
  • Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum

“Insyaallah dengan cara itu kita bisa mengobati kekecewaan (karena tidak bisa mudik),” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para perantau bahwa makna silaturahmi tidak hanya terbatas pada pertemuan fisik. Kerinduan yang tersimpan, doa untuk keluarga, serta kenangan kebersamaan juga merupakan bagian dari ikatan kasih sayang yang tetap hidup meski terpisah jarak.

Dengan perspektif tersebut, kegagalan mudik tidak selalu harus dipandang sebagai kehilangan. Sebaliknya, ia bisa menjadi momen untuk mensyukuri kenangan dan menjaga cinta kepada keluarga, sembari menanti pertemuan yang mungkin akan datang di waktu berikutnya.

Jangan Lewatkan:
  • Hentikan Rekor Olimpiade Korea Selatan, Shin Tae-yong Minta Maaf
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa
  • Fakta Menarik tentang HOS Tjokroaminoto, Pendiri Serikat Islam
  • Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi
Dakwah Islam Gus Baha Mudik Lebaran Perantau Indonesia Rindu Keluarga
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?
Next Article Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

Informasi lainnya

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026

Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

16 Maret 2026

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

13 Maret 2026

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

13 Maret 2026

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

26 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut

Travel Alfi Salamah

Logika Nol yang Menyesatkan

Editorial Udex Mundzir

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Profil Alfi Salamah

Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi