Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

Lonjakan permintaan ojek online saat jam sibuk membuat penumpang menunggu lama sementara driver menghitung biaya operasional.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati16 Maret 2026 Ekonomi
Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu
Dua orang pengemudi ojek online (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pagi hari di ibu kota sering kali bergerak seperti mesin yang dipacu cepat. Namun bagi sebagian warga, ritme itu justru melambat ketika mereka menunggu ojek online yang tak kunjung menerima pesanan. Situasi ini menggambarkan dilema baru transportasi digital: penumpang berharap cepat dijemput, sementara pengemudi harus berhitung agar tidak merugi di jalan.

Fenomena tersebut dialami Andin, seorang pekerja yang setiap hari menggunakan layanan ojek online untuk mobilitasnya di Jakarta Pusat. Pada Minggu (15/3/2026) pagi di sekitar Stasiun Juanda, ia harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan pengemudi. Meski beberapa ikon kendaraan terlihat di peta aplikasi, status pesanannya tetap berada pada tahap pencarian driver selama beberapa menit.

“Iya sekarang kayaknya lagi krisis ojol ya. Kalau jam-jam sibuk susah banget dapet drivernya, biasanya gampang. Kadang sekalinya dapat tapi jauh jadi mau enggak mau tunggu,” ujar Andin.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu ketika pesanan biasanya diterima pengemudi dalam hitungan satu hingga dua menit. Kini, waktu tunggu bisa jauh lebih lama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore ketika permintaan meningkat tajam.

Andin bahkan pernah memilih berjalan kaki dari kantornya menuju Stasiun Juanda setelah lama menunggu tanpa mendapatkan pengemudi. Ia menilai berjalan kaki lebih cepat daripada terus menunggu di aplikasi.

Baca Juga:
  • Harga Emas Antam Naik, Per Gram Sentuh Rp1,535 Juta
  • Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja
  • Prabowo Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp10.000
  • Pemerintah Diingatkan Mitigasi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen

“Pernah jalan kaki pulang kerja karena nyerah nunggu ojol enggak dapat-dapat. Dari pada makin malam jadi akhirnya jalan kaki aja, lumayan 17 menit,” tuturnya.

Selain waktu tunggu yang lebih lama, pengguna juga kerap menghadapi lonjakan tarif saat jam sibuk. Harga perjalanan jarak dekat yang biasanya hanya sekitar Rp7 ribu dapat melonjak hingga Rp16 ribu atau lebih. Jika tetap tidak mendapatkan driver, sebagian penumpang akhirnya memilih alternatif lain seperti berjalan kaki atau menggunakan transportasi lain dengan tarif yang lebih mahal.

Di sisi lain, para pengemudi memiliki pertimbangan tersendiri ketika menerima pesanan. Rudi, seorang driver ojek online yang telah bekerja selama dua tahun, mengaku kini lebih selektif dalam memilih order. Ia harus memperhitungkan jarak penjemputan, kondisi lalu lintas, serta potensi waktu terbuang di jalan.

“Kalau jarak jemput terlalu jauh atau macet parah, kadang dilepas. Karena waktu habis di jalan sebelum dapat penumpang,” tuturnya.

Rudi menjelaskan bahwa kemacetan di beberapa titik kota, terutama pada jam pulang kantor, sering membuat waktu perjalanan menjadi tidak sebanding dengan tarif yang diterima. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bahkan harus mempertimbangkan risiko kehilangan peluang order lain jika terlalu lama terjebak di jalan.

Artikel Terkait:
  • Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 Direvisi, BI Waspadai Tekanan Global
  • Aturan Kopdes Merah Putih Akan Masuk UU Koperasi 2025
  • BI Tegaskan Peran Strategis Policy Mix dalam Forum G20
  • Tahun 2026, ASN Tak Lagi Terima Uang Saku dan Tunjangan Pulsa

“Pernah dapat penumpang jarak dekat tapi macet banget, tapi kalau saya yang cancel, saya jadi susah kan dapet penumpang lagi jadi ya sudah kalau penumpang yang cancel dia yang susah dapet drivernya,” ucapnya.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan penumpang yang tinggi dan pertimbangan efisiensi dari sisi pengemudi. Di satu sisi, masyarakat perkotaan semakin bergantung pada layanan transportasi berbasis aplikasi. Di sisi lain, pengemudi harus memastikan bahwa setiap perjalanan tetap memberikan keuntungan setelah memperhitungkan bahan bakar, waktu, dan kondisi lalu lintas.

Kondisi tersebut membuat jam sibuk menjadi momen yang penuh dilema bagi kedua pihak. Penumpang berharap layanan yang cepat dan terjangkau, sementara pengemudi berusaha mencari order yang paling efisien untuk menjaga pendapatan mereka.

Situasi ini menjadi gambaran dinamika transportasi digital di kota besar, di mana teknologi memudahkan mobilitas, tetapi tetap harus berhadapan dengan realitas kemacetan dan biaya operasional di lapangan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan
  • Utang Indonesia Membengkak, Bank Dunia Proyeksi Rasio Sentuh 41 Persen
  • Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
  • Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut

Ekonomi Perkotaan Mobilitas Kota Ojek Online Ojol Jakarta Transportasi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
Next Article Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gegetuk, Jejak Manis Kuliner Sunda

Food Alfi Salamah

Energi Para Pahlawan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi