Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 27 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bapanas Dorong Penggunaan Bibit Padi Unggul untuk Swasembada Pangan

Melalui optimalisasi penggunaan benih padi unggul dapat turut melejitkan produktivitas beras nasional,
Alfi SalamahAlfi Salamah3 November 2024 Ekonomi 696 Views
Penggunaan bibit padi unggul
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) dalam panen padi di lahan yang dikelola PT Sang Hyang Seri (SHS) dan ID FOOD di Subang, Jawa Barat. (Bapenas)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Guna mencapai swasembada pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penggunaan bibit padi unggul di kalangan petani. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut langkah ini penting untuk meningkatkan produktivitas beras nasional, yang pada akhirnya mengurangi ketergantungan impor. Hal ini disampaikan Arief pada Ahad (3/11/2024).

Menurut Arief, optimalisasi penggunaan benih padi unggul bisa mempercepat peningkatan hasil panen. “Melalui optimalisasi penggunaan benih padi unggul dapat turut melejitkan produktivitas beras nasional,” kata Arief.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan pusat pembenihan padi unggul dapat memperkuat target swasembada pangan. Salah satu pusat pembenihan yang diunggulkan adalah SHS di Subang, dengan lahan 3.200 hektare. Pusat ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dalam negeri secara signifikan.

“Dengan benih padi terbaik yang ditanam oleh petani, maka dapat menentukan skala produktivitas saat panen nantinya. Target swasembada pangan pun semakin cepat tercapai,” tambah Arief.

Baca Juga:
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • Hasil Audit: eFishery Diduga Manipulasi Laporan Keuangan
  • Blokir Rekening Nganggur Dinilai Gegabah, DPR Siap Panggil PPATK
  • Cek Fakta: China Kuasai Ekonomi RI, Benarkah?

Penggunaan benih unggul dari pusat pembenihan tersebut diharapkan mampu mencapai produktivitas panen hingga 7-8 ton per hektare. Arief optimis, peningkatan ini bisa mendongkrak produksi nasional hingga 20 persen, sehingga impor beras dapat ditekan.

“Jika semakin banyak petani menanam dengan benih dari sini, dapat bantu melejitkan produksi nasional sampai 20 persen. Impor pun bisa kita hindari,” jelasnya.

Arief menambahkan, pemerintah turut mengupayakan penyerapan hasil panen oleh Bulog guna menjaga stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produktivitas padi nasional pada 2023 mencapai 52,85 kuintal per hektare, naik dari 51,28 kuintal pada 2020. Dengan eskalasi produksi ini, ia menekankan pentingnya standby buyer seperti Bulog untuk menyerap hasil panen dan menjaga stabilitas harga beras.

“Tentunya dengan adanya eskalasi produksi yang progresif tersebut, harus ada standby buyer untuk membantu penyerapannya,” ungkap Arief.

Artikel Terkait:
  • Pekerja Padat Karya Bergaji Rp 10 Juta Kini Bebas Pajak
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan
  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen
  • Revisi Anggaran Pendidikan: MBG Turun dan Tunjangan Guru Naik

Selain itu, Bapanas memastikan bahwa stok CPP digunakan untuk mendukung program intervensi pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diluncurkan awal 2025.

Arief menyebut penyerapan beras Bulog menunjukkan progres positif. Per Oktober 2024, pengadaan beras domestik Bulog mencapai 1,084 juta ton, naik 34,15 persen dibanding periode yang sama dua tahun terakhir. Pada periode Januari-Oktober 2022, tercatat 808 ribu ton, sementara pada 2023 mencapai 895 ribu ton.

Pemerintah juga masih melanjutkan distribusi bantuan pangan beras tahap ketiga hingga Desember 2024. Program ini menyasar 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, dengan setiap KPM menerima 10 kg beras. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Jangan Lewatkan:
  • Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
  • Diskon Listrik 50 Persen Kembali Diberlakukan Mulai 1 Juni 2025
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja
Arief Prasetyo Adi Badan Pangan Nasional Bibit padi unggul
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Kaltim Serukan Peran Ormas dalam Pilkada 2024
Next Article Debat Pilkada Kaltim Diwarnai Ketegangan antara Hadi Mulyadi dan Moderator

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pancasila Bukan Milik Satu Nama

Editorial Udex Mundzir

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Perspektif Alfi Salamah

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Perspektif Alfi Salamah

Polemik Privasi di Era Digital

Perspektif Udex Mundzir

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi