Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 15 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat

Ketika loyalitas politik jadi tameng kekuasaan, nasib rakyat kecil tak lebih dari sekadar angka dalam kalkulasi elite.
Udex MundzirUdex Mundzir19 Februari 2025 Editorial
Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil Karena Koalisi Politik.
Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil Karena Koalisi Politik (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Prabowo Subianto dihadapkan pada ujian kepemimpinan yang pelik hanya beberapa bulan setelah dilantik sebagai Presiden Indonesia. Sorotan kini tertuju pada Menteri Investasi yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM ad interim, Bahlil Lahadalia, yang kerap membuat pernyataan kontroversial hingga memicu kegaduhan publik. Namun, hingga hari ini, Prabowo belum juga mencopot Bahlil, bahkan setelah reshuffle kabinet terbaru.

Keputusan ini menguatkan persepsi publik bahwa Prabowo tidak berani mengambil langkah tegas terhadap Bahlil, meski tekanan datang dari berbagai pihak.

Kegaduhan terbaru meledak saat Bahlil mewacanakan larangan penjualan gas LPG 3 kg oleh pengecer dengan dalih penertiban distribusi. Kebijakan ini sontak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi. Bukan kali ini saja Bahlil menjadi pemicu polemik. Sebelumnya, ia juga menjadi sorotan dalam isu pengaturan izin tambang, wacana pembatasan ekspor nikel yang merugikan pelaku usaha kecil, hingga ucapan yang dianggap meremehkan aspirasi buruh terkait Omnibus Law.

Desakan agar Bahlil dicopot menguat. Partai Buruh, serikat pekerja, hingga sejumlah pengamat kebijakan publik menyuarakan ketidakpuasan. Mereka menilai Bahlil kerap bertindak seolah-olah sebagai “juragan” investasi yang lebih mengutamakan kepentingan korporasi dibandingkan rakyat.

Namun, Prabowo tetap diam. Tidak ada teguran keras, apalagi sinyal pemecatan. Mengapa?

Kunci utama dari sikap hati-hati Prabowo terletak pada stabilitas politik dan koalisi besar yang menopang pemerintahannya. Bahlil bukan hanya seorang teknokrat biasa. Ia adalah figur penting yang memiliki kedekatan dengan jaringan pengusaha dan kelompok politik dari era Jokowi. Sebagai mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil memiliki akses luas ke konglomerat yang menjadi motor utama investasi di Indonesia.

Posisinya sebagai Menteri Investasi membuatnya menjadi figur strategis dalam menjaga arus modal asing dan realisasi proyek besar, termasuk investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mengusik Bahlil berarti mempertaruhkan kenyamanan investor yang selama ini menjadi andalan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:
  • Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan
  • Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan
  • Ketika Moral Publik Mati
  • Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Selain itu, Bahlil adalah representasi dari elemen kekuasaan Jokowi yang masih bercokol kuat di kabinet Prabowo. Jokowi, meski telah lengser, masih memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan baru. Kompromi politik yang terjadi dalam proses Pilpres 2024 membuat Prabowo harus berbagi panggung dengan orang-orang kepercayaan Jokowi. Bahlil adalah salah satu simbol kekuatan itu.

Di tengah peta koalisi yang gemuk, dengan partai-partai besar seperti PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, dan lainnya berada dalam barisan pemerintah, stabilitas kabinet menjadi harga mati. Prabowo tidak ingin membuka celah konflik internal yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan.

Konteks politik Indonesia selama ini menunjukkan bahwa pemecatan menteri jarang terjadi murni karena kinerja buruk. Lebih sering, itu terkait dengan perubahan dinamika politik atau gesekan antara kekuatan elite. Dalam kasus Bahlil, posisinya masih terlalu kuat untuk digoyang.

Dari sisi hukum dan tata kelola pemerintahan, tindakan Bahlil kerap dipandang melampaui kewenangan dan minim koordinasi. Namun, lemahnya evaluasi kinerja kabinet selama ini membuat sanksi politik jarang diterapkan.

Dari perspektif sosial, kegaduhan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat justru mempertebal ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Rakyat kecil yang bergantung pada LPG 3 kg, buruh yang terhimpit aturan ketenagakerjaan, hingga pelaku usaha kecil yang kesulitan mengakses perizinan, merasa suaranya tak didengar.

Secara ekonomi, pendekatan yang terlalu pro-investasi tanpa mempertimbangkan dampak sosial justru berpotensi memperbesar kesenjangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketimpangan pendapatan di Indonesia pada 2024 meningkat, dengan rasio gini mencapai 0,391, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan Prabowo?

Artikel Terkait:
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
  • Negeri Pungli dan Pajak Tinggi
  • Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Pertama, Presiden harus menegaskan bahwa loyalitas politik tidak boleh mengalahkan kepentingan rakyat. Evaluasi kinerja menteri harus dilakukan secara transparan dan berbasis hasil, bukan kedekatan.

Kedua, stabilitas politik memang penting, tetapi itu tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan pembantu presiden bertindak sewenang-wenang. Prabowo harus berani memberi peringatan keras atau reshuffle jika memang diperlukan.

Ketiga, perbaikan komunikasi publik menjadi krusial. Setiap kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat harus dijelaskan dengan jelas, agar tidak menciptakan kegaduhan yang berujung pada keresahan sosial.

Keempat, pemerintah harus memastikan bahwa investasi yang masuk selaras dengan kesejahteraan rakyat. Jangan sampai jargon “investasi untuk rakyat” hanya menjadi tameng bagi eksploitasi sumber daya dan peminggiran kelompok kecil.

Kelima, penguatan mekanisme checks and balances di internal kabinet. Prabowo harus memastikan koordinasi antarkementerian berjalan baik, agar menteri tidak bergerak sendiri tanpa mempertimbangkan dampak luas terhadap masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Relawan Muda di Arus Mudik
  • Jejak Warisan dan Peluang di Desa Krampon
  • Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO
  • Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Prabowo pernah berkata bahwa ia ingin menjadi pemimpin yang mengayomi semua golongan. Namun, ujian nyata dari kepemimpinan adalah keberanian mengambil keputusan yang mungkin tidak populer di kalangan elite, tetapi benar di mata rakyat.

Jika stabilitas politik terus menjadi alasan membiarkan kegaduhan terjadi, maka pemerintahan ini hanya akan menjadi panggung tarian elite di atas bara kekecewaan rakyat.

Bahlil Lahadalia Kabinet Indonesia Koalisi Kekuasaan Prabowo Subianto Stabilitas Politik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBrian Yuliarto Gantikan Satryo, Mendikti Saintek Resmi Berganti
Next Article Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Informasi lainnya

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026

Pendidikan Tersedot Program MBG

2 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Bayang-Bayang Dwifungsi

Editorial Udex Mundzir

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir

Bulu Kucing Rontok, Najis atau Tidak?

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi