Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Kado Lebaran yang ditunggu rakyat bukan sekadar diskon sesaat, tapi jaminan kualitas dan kejujuran layanan.
Udex MundzirUdex Mundzir29 Maret 2025 Editorial
Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Lebaran 2025
Ilustrasi Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Lebaran 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah dan Pertamina akhirnya memberi kejutan kecil menjelang Lebaran 2025. Mulai 29 Maret, harga BBM non-subsidi resmi turun. Pertamax, Pertamax Green, Dexlite, dan varian lainnya disesuaikan turun antara Rp400 hingga Rp700 per liter. Bagi sebagian masyarakat, ini tentu kabar baik, apalagi menjelang arus mudik yang akan menguras ongkos perjalanan.

Plt. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut langkah ini sebagai “kado spesial Lebaran”. Kalimat itu manis terdengar. Tapi masyarakat berhak bertanya: apakah ini hanya kado sesaat, atau cerminan arah kebijakan energi yang lebih berpihak ke rakyat?

Harga BBM di Indonesia, khususnya non-subsidi, memang mengikuti mekanisme pasar. Namun kenyataannya, saat harga minyak dunia turun, penyesuaian harga di dalam negeri sering terlambat. Ketika harga naik, rakyat segera diminta maklum. Tapi saat harga turun, justifikasi yang muncul bisa beragam.

Maka penurunan kali ini patut diapresiasi, meskipun datang terlambat. Yang jauh lebih penting dari angka penurunan adalah jaminan kualitas produk dan transparansi distribusi. Karena apa gunanya harga murah, jika BBM yang dibeli ternyata oplosan atau tercampur zat yang merusak mesin?

Kasus BBM oplosan bukan isapan jempol. Setiap tahun menjelang Lebaran, aduan soal kualitas bahan bakar meningkat. Mulai dari kendaraan mogok usai mengisi, tangki kemasukan air, hingga oknum yang mencampur BBM resmi dengan zat tak layak. Ini bukan hanya soal kerugian ekonomi, tapi juga ancaman keselamatan.

Baca Juga:
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi
  • Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi
  • Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik
  • Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Pertamina berkali-kali mengklaim distribusi aman dan pasokan cukup. Namun di lapangan, pengawasan sering lemah, terutama di SPBU-SPBU kecil dan di daerah pelosok. Padahal, mudik Lebaran adalah momen ketika mobilitas masyarakat mencapai puncaknya, dan risiko menjadi berlipat ganda.

Pemerintah dan Pertamina seharusnya tidak hanya mengumumkan harga. Mereka juga wajib menjamin keaslian produk, meningkatkan pengawasan, dan menindak tegas pelaku kecurangan di jalur distribusi. Program ramp check armada tangki dan penyebaran pos siaga BBM memang langkah positif, tapi jangan berhenti di seremonial.

Di sisi lain, turunnya harga BBM juga memperlihatkan realitas bahwa rakyat sangat sensitif terhadap kebijakan yang langsung menyentuh kantong mereka. Penyesuaian ini terasa lebih nyata daripada berbagai program subsidi yang rumit, lambat, dan rawan salah sasaran.

Namun, kita juga tak boleh melupakan konteks besar: penurunan harga BBM tidak serta-merta menjawab persoalan daya beli yang lesu. Menjelang Lebaran 2025 ini, banyak laporan menyebut konsumsi rumah tangga tak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Harga-harga bahan pokok masih tinggi.

Artikel Terkait:
  • Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat
  • e-KTP: Teknologi Tanpa Arah
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Kebijakan harga energi harus berjalan seimbang dengan perlindungan daya beli masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pemangkasan harga BBM harus dibarengi kontrol harga logistik, evaluasi ongkos distribusi, dan langkah nyata mengendalikan inflasi pangan.

Jangan sampai publik hanya diberi “kado Lebaran” dalam bentuk angka, tapi tetap harus membayar mahal dalam bentuk lain: harga pangan yang melambung, transportasi umum yang naik, atau layanan publik yang tidak membaik.

Pemerintah perlu menjadikan kebijakan energi sebagai bagian dari sistem jangka panjang yang adil, bukan hanya alat politis menjelang momen besar. Harga boleh turun sesaat, tapi akuntabilitas harus terus naik.

Jangan Lewatkan:
  • MBG dan Risiko Cobra Effect
  • Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi
  • Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat
  • Antara Harapan dan Kekecewaan

Dan terakhir, jangan lupakan soal trust. Masyarakat bisa menerima BBM non-subsidi turun, asal bukan oplosan, bukan pencitraan, dan bukan sekadar simbol. Karena yang dibutuhkan rakyat bukan kejutan, tapi kepastian.

Harga BBM 2025 Kebijakan Energi Kualitas BBM Mudik Lebaran Pertamina
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWagub Kaltim Imbau Pemudik Tertib, ASN Dilarang Pakai Mobdin
Next Article Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Islami Lisda Lisdiawati

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Editorial Udex Mundzir

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Tanda Hari Kiamat, Ini Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi