Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

Pemerintah mulai menyiapkan transisi energi rumah tangga dari LPG ke CNG secara bertahap tahun ini.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Mei 2026 Ekonomi
Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
Ilustrasi kompor dengan api biru (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Aroma perubahan mulai terasa dari dapur rumah tangga Indonesia. Pemerintah kini menyiapkan langkah besar mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram dengan mendorong penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai energi alternatif baru bagi masyarakat.

Rencana tersebut mulai dibahas serius oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seiring tingginya beban impor LPG yang selama ini membayangi anggaran negara.

Pemerintah menilai penggunaan CNG lebih menguntungkan karena memanfaatkan pasokan gas alam domestik yang melimpah dan tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Program transisi ini juga disiapkan secara bertahap agar masyarakat dapat beradaptasi tanpa mengalami kesulitan berarti.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi rencana konversi tersebut. Menurutnya, pemerintah telah melakukan pengujian awal dan hasilnya menunjukkan CNG dapat langsung digunakan pada kompor rumah tangga yang selama ini memakai LPG.

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” ujar Laode di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang nantinya dapat digunakan seperti tabung LPG 3 kilogram. Dalam proses pengembangannya, aspek keamanan menjadi perhatian utama, terutama pada bagian valve atau katup tabung yang berfungsi mengatur aliran gas sekaligus sistem pengaman.

Baca Juga:
  • Diberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan
  • VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional

Menurut Laode, hasil uji coba awal menunjukkan penggunaan CNG di rumah tangga berjalan lancar tanpa memerlukan modifikasi tambahan pada perangkat dapur masyarakat. Bahkan, nyala api yang dihasilkan disebut lebih stabil dibandingkan LPG.

“Saya sudah melihat langsung penggunaan tabung tipe 1. Valve-nya langsung bisa dipakai tanpa modifikasi kompor. Tinggal plug and play, lalu kompor menyala dengan CNG. Apinya bahkan terlihat lebih biru,” katanya.

Pemerintah berharap kemudahan penggunaan tersebut dapat membuat masyarakat lebih mudah menerima proses transisi energi. Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi tekanan impor LPG yang setiap tahun terus meningkat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Selama ini, gas tersebut sudah digunakan di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, penggunaannya masih terbatas pada tabung berukuran besar dengan kapasitas di atas 10 kilogram.

Karena itu, pemerintah kini fokus mengembangkan tabung CNG ukuran kecil yang lebih praktis digunakan rumah tangga. Bahlil menegaskan pengembangan tabung tidak bisa dilakukan sembarangan karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG. Jika tekanan LPG berada di kisaran 5 hingga 10 bar, maka CNG mencapai sekitar 250 bar.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Tunjuk Rosan Roeslani Pimpin Danantara, Erick Thohir Jadi Pengawas
  • Libur Panjang Usai, Kursi Kereta Api Nyaris Terisi Penuh
  • Zulhas Tegaskan Kuota Impor Sapi Hidup Resmi Dihapus
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru

“Kita harus memastikan semuanya aman sebelum diterapkan secara luas ke masyarakat,” ujar Bahlil.

Saat ini, pemerintah masih melakukan serangkaian pengujian terhadap tabung CNG rumah tangga yang diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan. Apabila seluruh tahapan dinyatakan aman dan layak, pemerintah akan mulai membuka peluang konversi bertahap dari LPG menuju CNG untuk masyarakat luas.

Selain dianggap lebih efisien, penggunaan CNG juga diyakini mampu memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah bahkan mengklaim telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi mendukung kebutuhan energi domestik dalam jangka panjang.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG rumah tangga. Mekanisme distribusi dan besaran subsidi disebut masih dibahas agar program tersebut tetap tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat.

Dengan berbagai persiapan yang kini berjalan, pemerintah berharap transisi menuju penggunaan CNG dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Jangan Lewatkan:
  • Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
  • Buruh Desak Kejelasan Definisi Barang Mewah PPN 12%
  • OJK Ungkap Scam Digital Rugikan Nasabah Rp4,1 Triliun
  • Shopee Ungguli TikTok Shop dalam Video Pendek Produk

Bahlil Lahadalia CNG Rumah Tangga Kementerian ESDM LPG 3 Kg Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara
Next Article Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Informasi lainnya

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Refleksi Udex Mundzir

Tips Menghemat Tenaga Bagi Jamaah Menuju Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida

Editorial Udex Mundzir

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi