Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

Pemerintah mulai menyiapkan transisi energi rumah tangga dari LPG ke CNG secara bertahap tahun ini.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Mei 2026 Ekonomi
Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
Ilustrasi kompor dengan api biru (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Aroma perubahan mulai terasa dari dapur rumah tangga Indonesia. Pemerintah kini menyiapkan langkah besar mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram dengan mendorong penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai energi alternatif baru bagi masyarakat.

Rencana tersebut mulai dibahas serius oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seiring tingginya beban impor LPG yang selama ini membayangi anggaran negara.

Pemerintah menilai penggunaan CNG lebih menguntungkan karena memanfaatkan pasokan gas alam domestik yang melimpah dan tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Program transisi ini juga disiapkan secara bertahap agar masyarakat dapat beradaptasi tanpa mengalami kesulitan berarti.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi rencana konversi tersebut. Menurutnya, pemerintah telah melakukan pengujian awal dan hasilnya menunjukkan CNG dapat langsung digunakan pada kompor rumah tangga yang selama ini memakai LPG.

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” ujar Laode di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang nantinya dapat digunakan seperti tabung LPG 3 kilogram. Dalam proses pengembangannya, aspek keamanan menjadi perhatian utama, terutama pada bagian valve atau katup tabung yang berfungsi mengatur aliran gas sekaligus sistem pengaman.

Baca Juga:
  • Ratusan Ekraf, Kuliner, dan UMKM Lokal Bakal Ramaikan Majafest 2023
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan
  • 6,08 Juta Wajib Pajak Belum Laporkan SPT Tahunan 2023

Menurut Laode, hasil uji coba awal menunjukkan penggunaan CNG di rumah tangga berjalan lancar tanpa memerlukan modifikasi tambahan pada perangkat dapur masyarakat. Bahkan, nyala api yang dihasilkan disebut lebih stabil dibandingkan LPG.

“Saya sudah melihat langsung penggunaan tabung tipe 1. Valve-nya langsung bisa dipakai tanpa modifikasi kompor. Tinggal plug and play, lalu kompor menyala dengan CNG. Apinya bahkan terlihat lebih biru,” katanya.

Pemerintah berharap kemudahan penggunaan tersebut dapat membuat masyarakat lebih mudah menerima proses transisi energi. Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi tekanan impor LPG yang setiap tahun terus meningkat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Selama ini, gas tersebut sudah digunakan di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, penggunaannya masih terbatas pada tabung berukuran besar dengan kapasitas di atas 10 kilogram.

Karena itu, pemerintah kini fokus mengembangkan tabung CNG ukuran kecil yang lebih praktis digunakan rumah tangga. Bahlil menegaskan pengembangan tabung tidak bisa dilakukan sembarangan karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG. Jika tekanan LPG berada di kisaran 5 hingga 10 bar, maka CNG mencapai sekitar 250 bar.

Artikel Terkait:
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
  • Airlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja

“Kita harus memastikan semuanya aman sebelum diterapkan secara luas ke masyarakat,” ujar Bahlil.

Saat ini, pemerintah masih melakukan serangkaian pengujian terhadap tabung CNG rumah tangga yang diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan. Apabila seluruh tahapan dinyatakan aman dan layak, pemerintah akan mulai membuka peluang konversi bertahap dari LPG menuju CNG untuk masyarakat luas.

Selain dianggap lebih efisien, penggunaan CNG juga diyakini mampu memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah bahkan mengklaim telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi mendukung kebutuhan energi domestik dalam jangka panjang.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG rumah tangga. Mekanisme distribusi dan besaran subsidi disebut masih dibahas agar program tersebut tetap tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat.

Dengan berbagai persiapan yang kini berjalan, pemerintah berharap transisi menuju penggunaan CNG dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Jangan Lewatkan:
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia
  • OJK Ungkap Scam Digital Rugikan Nasabah Rp4,1 Triliun
  • Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema
  • Menkeu Purbaya Siap Cairkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatra

Bahlil Lahadalia CNG Rumah Tangga Kementerian ESDM LPG 3 Kg Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara
Next Article Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Tips Belajar Efektif untuk Anak-anak

Daily Tips Alfi Salamah

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Dating Tanpa Alkohol, Tren Baru Generasi Muda

Happy Alfi Salamah

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

Editorial Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi