Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 17 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

Pemerintah mulai menyiapkan transisi energi rumah tangga dari LPG ke CNG secara bertahap tahun ini.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Mei 2026 Ekonomi
Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
Ilustrasi kompor dengan api biru (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Aroma perubahan mulai terasa dari dapur rumah tangga Indonesia. Pemerintah kini menyiapkan langkah besar mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram dengan mendorong penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai energi alternatif baru bagi masyarakat.

Rencana tersebut mulai dibahas serius oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seiring tingginya beban impor LPG yang selama ini membayangi anggaran negara.

Pemerintah menilai penggunaan CNG lebih menguntungkan karena memanfaatkan pasokan gas alam domestik yang melimpah dan tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Program transisi ini juga disiapkan secara bertahap agar masyarakat dapat beradaptasi tanpa mengalami kesulitan berarti.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi rencana konversi tersebut. Menurutnya, pemerintah telah melakukan pengujian awal dan hasilnya menunjukkan CNG dapat langsung digunakan pada kompor rumah tangga yang selama ini memakai LPG.

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” ujar Laode di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang nantinya dapat digunakan seperti tabung LPG 3 kilogram. Dalam proses pengembangannya, aspek keamanan menjadi perhatian utama, terutama pada bagian valve atau katup tabung yang berfungsi mengatur aliran gas sekaligus sistem pengaman.

Baca Juga:
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan
  • Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah
  • Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran

Menurut Laode, hasil uji coba awal menunjukkan penggunaan CNG di rumah tangga berjalan lancar tanpa memerlukan modifikasi tambahan pada perangkat dapur masyarakat. Bahkan, nyala api yang dihasilkan disebut lebih stabil dibandingkan LPG.

“Saya sudah melihat langsung penggunaan tabung tipe 1. Valve-nya langsung bisa dipakai tanpa modifikasi kompor. Tinggal plug and play, lalu kompor menyala dengan CNG. Apinya bahkan terlihat lebih biru,” katanya.

Pemerintah berharap kemudahan penggunaan tersebut dapat membuat masyarakat lebih mudah menerima proses transisi energi. Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi tekanan impor LPG yang setiap tahun terus meningkat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Selama ini, gas tersebut sudah digunakan di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, penggunaannya masih terbatas pada tabung berukuran besar dengan kapasitas di atas 10 kilogram.

Karena itu, pemerintah kini fokus mengembangkan tabung CNG ukuran kecil yang lebih praktis digunakan rumah tangga. Bahlil menegaskan pengembangan tabung tidak bisa dilakukan sembarangan karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG. Jika tekanan LPG berada di kisaran 5 hingga 10 bar, maka CNG mencapai sekitar 250 bar.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Tegaskan Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Tak Boleh Rugikan UMKM
  • Amerika Serikat Omong Doang soal Transisi Energi Indonesia
  • Paylater Jadi Andalan Gen Z & Milenial Atur Keuangan
  • Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing

“Kita harus memastikan semuanya aman sebelum diterapkan secara luas ke masyarakat,” ujar Bahlil.

Saat ini, pemerintah masih melakukan serangkaian pengujian terhadap tabung CNG rumah tangga yang diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan. Apabila seluruh tahapan dinyatakan aman dan layak, pemerintah akan mulai membuka peluang konversi bertahap dari LPG menuju CNG untuk masyarakat luas.

Selain dianggap lebih efisien, penggunaan CNG juga diyakini mampu memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah bahkan mengklaim telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi mendukung kebutuhan energi domestik dalam jangka panjang.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG rumah tangga. Mekanisme distribusi dan besaran subsidi disebut masih dibahas agar program tersebut tetap tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat.

Dengan berbagai persiapan yang kini berjalan, pemerintah berharap transisi menuju penggunaan CNG dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Jangan Lewatkan:
  • Aturan Kopdes Merah Putih Akan Masuk UU Koperasi 2025
  • Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet

Bahlil Lahadalia CNG Rumah Tangga Kementerian ESDM LPG 3 Kg Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara
Next Article Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Informasi lainnya

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mei Ayam Bakso Solo Samarinda Seberang, Sensasi Kuah Kental dan Pentol yang Lezat

Food Alwi Ahmad

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Opini Alfi Salamah

10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Pepaya

Food Assyifa

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi