Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 5 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Ketika teknologi diagung-agungkan, anak-anak kita tertinggal dalam hal paling mendasar: membaca dan berhitung.
Udex MundzirUdex Mundzir23 Mei 2025 Editorial
Keadilan Pendidikan di Indonesia
Ilustrasi Keadilan Pendidikan di Indonesia.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Narasi besar tentang generasi emas 2045 terus digaungkan oleh negara. Pemerintah bicara tentang bonus demografi, sekolah digital, kecerdasan buatan, bahkan kurikulum baru yang katanya adaptif terhadap masa depan.

Namun di balik semua semangat kemajuan itu, ada satu realitas getir yang nyaris tak terdengar. Banyak anak SMP dan SMA di Indonesia belum bisa membaca dengan baik. Belum mampu berhitung secara fungsional.

Laporan Asesmen Nasional 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen siswa di jenjang menengah pertama tidak memahami teks bacaan secara utuh. Di Papua dan NTT, angka itu melonjak hingga lebih dari 50 persen.

Padahal kemampuan membaca adalah dasar. Tanpa itu, semua bentuk pembelajaran lanjutan menjadi omong kosong.

Ironisnya, pemerintah justru sibuk menanam investasi besar untuk sekolah unggulan berbasis teknologi dan program digitalisasi. Di satu sisi, sekolah perkotaan mengenal AI dan coding sejak dini. Di sisi lain, banyak siswa di pelosok belum memiliki buku teks yang layak.

Ketimpangan ini bukan hanya soal fasilitas. Ini soal arah kebijakan yang terlalu terpesona oleh teknologi, tapi lupa membangun fondasi pendidikan yang merata.

Pendidikan bukan tentang siapa yang paling cepat mengadopsi inovasi. Tapi tentang siapa yang paling adil memulainya.

Baca Juga:
  • Narasi Globalis dan Politik Ketakutan
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Regulasi Pers Tanpa Arah
  • Ijazah Jokowi: Bukan Privasi, Tapi Legitimasi

Kita perlu melihat lebih jernih. Kecerdasan buatan, kelas virtual, dan internet cepat memang penting. Tapi semua itu akan sia-sia jika sebagian besar anak Indonesia masih bergelut dengan huruf dan angka.

Apa gunanya bicara big data jika anak-anak belum bisa membaca grafik? Apa artinya literasi digital jika literasi dasar saja belum selesai?

Ketimpangan ini berbahaya. Ia memperbesar jurang sosial antara yang terkoneksi dan yang tertinggal. Yang fasih teknologi dan yang belum fasih membaca.

Yang kita butuhkan bukan sekadar revolusi teknologi. Tapi revolusi keadilan dalam pendidikan.

Negara harus mulai dari bawah. Pastikan dulu setiap anak di negeri ini bisa membaca dan menghitung. Bukan di beberapa kota. Tapi di seluruh desa, gunung, pulau, dan perbatasan.

Digitalisasi boleh tetap berjalan. Tapi jangan jadikan ia panggung bagi minoritas terdidik di kota.

Artikel Terkait:
  • Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Warisan Masalah Era Jokowi
  • Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Pendidikan harus kembali pada esensinya: membebaskan.

Bukan menciptakan kasta baru. Bukan hanya mengejar ketertinggalan dari negara lain. Tapi memastikan semua warga negara punya kemampuan dasar untuk hidup dengan bermartabat.

Jika tidak, mimpi generasi emas 2045 hanyalah slogan kosong.

Karena generasi emas bukan dibentuk dari sekolah mewah, melainkan dari keadilan belajar yang menyeluruh.

Indonesia tidak butuh pertunjukan teknologi. Indonesia butuh kejujuran dalam melihat masalah.

Jangan Lewatkan:
  • Negeri Pungli dan Pajak Tinggi
  • UMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan
  • Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?
  • Tantangan Representasi atau Simbolisme?

Mari mulai dari yang paling sederhana: memastikan semua anak bisa membaca dan berhitung.

Baru setelah itu, kita bicara masa depan.

Digitalisasi Pendidikan Generasi Emas 2045 Keadilan Belajar Ketimpangan Sekolah Pendidikan Dasar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWTP ke-12 Kaltim, DPRD Ingatkan Tindak Lanjut BPK
Next Article QR Warung dan Ketakutan Amerika

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas

Editorial Udex Mundzir

Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump

Perspektif Udex Mundzir

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi