Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Ketika teknologi diagung-agungkan, anak-anak kita tertinggal dalam hal paling mendasar: membaca dan berhitung.
Udex MundzirUdex Mundzir23 Mei 2025 Editorial
Keadilan Pendidikan di Indonesia
Ilustrasi Keadilan Pendidikan di Indonesia.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Narasi besar tentang generasi emas 2045 terus digaungkan oleh negara. Pemerintah bicara tentang bonus demografi, sekolah digital, kecerdasan buatan, bahkan kurikulum baru yang katanya adaptif terhadap masa depan.

Namun di balik semua semangat kemajuan itu, ada satu realitas getir yang nyaris tak terdengar. Banyak anak SMP dan SMA di Indonesia belum bisa membaca dengan baik. Belum mampu berhitung secara fungsional.

Laporan Asesmen Nasional 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen siswa di jenjang menengah pertama tidak memahami teks bacaan secara utuh. Di Papua dan NTT, angka itu melonjak hingga lebih dari 50 persen.

Padahal kemampuan membaca adalah dasar. Tanpa itu, semua bentuk pembelajaran lanjutan menjadi omong kosong.

Ironisnya, pemerintah justru sibuk menanam investasi besar untuk sekolah unggulan berbasis teknologi dan program digitalisasi. Di satu sisi, sekolah perkotaan mengenal AI dan coding sejak dini. Di sisi lain, banyak siswa di pelosok belum memiliki buku teks yang layak.

Ketimpangan ini bukan hanya soal fasilitas. Ini soal arah kebijakan yang terlalu terpesona oleh teknologi, tapi lupa membangun fondasi pendidikan yang merata.

Pendidikan bukan tentang siapa yang paling cepat mengadopsi inovasi. Tapi tentang siapa yang paling adil memulainya.

Baca Juga:
  • Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Negeri Pungli dan Pajak Tinggi
  • Meski Terlambat, Tetap Harus Dipercepat

Kita perlu melihat lebih jernih. Kecerdasan buatan, kelas virtual, dan internet cepat memang penting. Tapi semua itu akan sia-sia jika sebagian besar anak Indonesia masih bergelut dengan huruf dan angka.

Apa gunanya bicara big data jika anak-anak belum bisa membaca grafik? Apa artinya literasi digital jika literasi dasar saja belum selesai?

Ketimpangan ini berbahaya. Ia memperbesar jurang sosial antara yang terkoneksi dan yang tertinggal. Yang fasih teknologi dan yang belum fasih membaca.

Yang kita butuhkan bukan sekadar revolusi teknologi. Tapi revolusi keadilan dalam pendidikan.

Negara harus mulai dari bawah. Pastikan dulu setiap anak di negeri ini bisa membaca dan menghitung. Bukan di beberapa kota. Tapi di seluruh desa, gunung, pulau, dan perbatasan.

Digitalisasi boleh tetap berjalan. Tapi jangan jadikan ia panggung bagi minoritas terdidik di kota.

Artikel Terkait:
  • Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?
  • Bayang Luhut di Tubuh Prabowo
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Pendidikan harus kembali pada esensinya: membebaskan.

Bukan menciptakan kasta baru. Bukan hanya mengejar ketertinggalan dari negara lain. Tapi memastikan semua warga negara punya kemampuan dasar untuk hidup dengan bermartabat.

Jika tidak, mimpi generasi emas 2045 hanyalah slogan kosong.

Karena generasi emas bukan dibentuk dari sekolah mewah, melainkan dari keadilan belajar yang menyeluruh.

Indonesia tidak butuh pertunjukan teknologi. Indonesia butuh kejujuran dalam melihat masalah.

Jangan Lewatkan:
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
  • Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak
  • Guru ASN di Sekolah Swasta
  • Pahlawan yang Dipenjara

Mari mulai dari yang paling sederhana: memastikan semua anak bisa membaca dan berhitung.

Baru setelah itu, kita bicara masa depan.

Digitalisasi Pendidikan Generasi Emas 2045 Keadilan Belajar Ketimpangan Sekolah Pendidikan Dasar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWTP ke-12 Kaltim, DPRD Ingatkan Tindak Lanjut BPK
Next Article QR Warung dan Ketakutan Amerika

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?

Editorial Udex Mundzir

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Perspektif Lina Marlina

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi