Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 27 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Udex MundzirUdex Mundzir10 Desember 2024 Editorial
dampak jabatan utusan khusus presiden
Apakah Jabatan Ini Hanya Simbolis atau Justru Menjadi Ancaman bagi Keberlangsungan Toleransi?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Utusan Khusus Presiden adalah jabatan yang seharusnya mendukung harmoni dan keberagaman. Namun, penunjukan Miftah sebagai Utusan Khusus untuk isu toleransi dan dialog antaragama memunculkan kontroversi. Kritik datang bukan hanya dari sisi efektivitas jabatan ini, tetapi juga karena kehadiran Miftah dianggap mengganggu suasana toleransi beragama, terutama di kalangan umat Islam sendiri.

Menurut laporan Suara.com, beberapa pihak menduga bahwa jabatan ini lebih bertujuan sebagai balas jasa politik daripada kebutuhan riil. Miftah, yang dikenal sebagai tokoh publik dan pendakwah, memiliki kedekatan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa pengangkatannya lebih didasarkan pada hubungan politik daripada pertimbangan strategis.

Namun, masalah yang lebih mendalam adalah dampaknya terhadap umat Islam, yang seharusnya menjadi salah satu kelompok utama yang merasakan manfaat dari kebijakan toleransi. Sosok Miftah tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian besar umat Islam karena pandangan dan pendekatannya yang kerap kontroversial. Hal ini justru memicu resistensi dan memperkeruh dialog antarumat beragama yang seharusnya didorong.

Baca Juga:
  • Provokasi di Balik Aksi Jalanan
  • Suara Moral yang Tersisa
  • Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat
  • Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Dari sisi politik, keputusan ini menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah. Penunjukan tanpa kajian mendalam dapat melemahkan kredibilitas negara dalam mengelola isu-isu sensitif seperti toleransi agama. Dalam praktiknya, toleransi tidak hanya membutuhkan figur populer, tetapi juga kemampuan untuk menjadi jembatan yang diterima semua pihak. Sayangnya, dalam kasus ini, Miftah justru dipandang sebagai sosok yang memecah belah.

Aspek sosial dan budaya memperlihatkan tantangan besar. Isu toleransi agama di Indonesia memerlukan pendekatan yang hati-hati, terutama karena sensitivitasnya di tengah pluralisme bangsa. Jika sosok yang ditunjuk tidak mampu membangun rasa percaya dan harmoni, maka upaya toleransi bisa berbalik menjadi sumber konflik baru.

Artikel Terkait:
  • Polres Sampang Kecolongan
  • Tantangan Representasi atau Simbolisme?
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal
  • Pahlawan yang Dipenjara

Solusi yang dapat ditawarkan adalah mengevaluasi penunjukan Miftah dan memastikan bahwa jabatan ini dipegang oleh figur yang benar-benar mampu meredakan ketegangan dan membangun dialog inklusif. Pemerintah perlu transparan dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan utusan khusus agar publik melihat manfaatnya secara nyata. Jika keberadaan jabatan ini justru menjadi beban politik dan sosial, maka penghapusan jabatan tersebut adalah langkah yang lebih bijak.

Akhirnya, penunjukan Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden lebih banyak menimbulkan polemik daripada manfaat. Pemerintah harus mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok, terutama dalam isu sensitif seperti toleransi beragama.

Jangan Lewatkan:
  • Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi
  • RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa
  • War Ticket: Ilusi Akses Setara
Kritik Sosial Miftah Toleransi Beragama utusan khusus presiden
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleZulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun
Next Article BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi