Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai

Udex MundzirUdex Mundzir10 Desember 2024 Opini
Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045
Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tata kelola pendidikan Indonesia kembali menjadi sorotan. Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045 mengemuka dalam diskusi yang diadakan Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (Hisminu). Para tokoh pendidikan mendesak pemerintah baru, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk merevisi dokumen strategis ini agar sesuai dengan visi bangsa ke depan.

PJPI lahir di penghujung pemerintahan Presiden Jokowi. Meski memiliki niat baik, dokumen ini dinilai belum mampu menjawab tantangan utama dunia pendidikan. Ketua Umum Hisminu, KH Arifin Junaidi, menyebut PJPI kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat akar rumput. Kritik terhadap dokumen ini bahkan sudah terdengar sejak 2020, ketika minimnya partisipasi publik dalam penyusunannya menjadi isu serius.

Dalam diskusi tersebut, dualisme tata kelola pendidikan antara sekolah dan madrasah menjadi salah satu masalah mendasar yang perlu diatasi. Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj menekankan bahwa dualisme ini adalah warisan kolonial yang memperburuk ketimpangan akses dan kualitas pendidikan. Persoalan ini memengaruhi lembaga pendidikan berbasis masyarakat, termasuk madrasah, yang kerap menerima alokasi dana minim dibandingkan sekolah negeri.

Ketimpangan yang sama terlihat dalam perhatian negara terhadap sekolah dan madrasah swasta. KH Arifin Junaidi mengungkapkan, rendahnya perhatian terhadap lembaga pendidikan berbasis masyarakat menciptakan jurang besar dalam layanan pendidikan. Akibatnya, masyarakat di tingkat akar rumput harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Baca Juga:
  • KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Mantan Presiden Bikin Gaduh
  • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Namun, masalah ini bukan hanya soal alokasi dana. Ini juga menyangkut sistem tata kelola yang sering kali tumpang tindih. Sebagaimana dikemukakan Drs. Unang Rahmat dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, pendidikan satu pintu yang berkeadilan harus diwujudkan agar tidak ada pihak yang terpinggirkan.

Selain itu, perencanaan pendidikan harus mencerminkan gotong royong. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan memastikan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas guru dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kritik terhadap PJPI juga mencakup minimnya integrasi antara pendidikan umum dan agama. Peran madrasah dan sekolah swasta harus lebih signifikan dalam kebijakan pendidikan nasional. Pendidikan berbasis nilai-nilai moral dan spiritual, yang menjadi ciri khas madrasah, sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi Hisminu cukup jelas. PJPI harus ditinjau kembali agar selaras dengan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang akan dibahas pada 2025. Dualisme tata kelola pendidikan juga harus dihapus melalui integrasi sekolah dan madrasah. Di samping itu, peran lembaga pendidikan berbasis masyarakat perlu diperkuat agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam kebijakan pendidikan nasional.

Artikel Terkait:
  • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
  • Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan
  • Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Langkah ini membutuhkan komitmen politik yang kuat dari pemerintah. Dalam hal ini, Presiden Prabowo memiliki tugas besar untuk mengurai benang kusut tata kelola pendidikan. Dengan memprioritaskan asas keadilan dan kebersamaan, visi “Pendidikan Berkualitas untuk Semua” dapat tercapai.

Di masa depan, kebijakan pendidikan harus lebih inklusif. Melibatkan semua pemangku kepentingan, dari akademisi hingga masyarakat umum, akan memastikan kebijakan yang lebih holistik. Pemerintah juga harus menciptakan mekanisme pengawasan yang ketat agar setiap program pendidikan terlaksana dengan baik.

Pendidikan adalah tulang punggung bangsa. Reformasi sistem pendidikan tidak boleh lagi ditunda. Dalam rangka membangun Indonesia emas 2045, pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata harus menjadi prioritas utama.

Jangan Lewatkan:
  • Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak
  • Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?
Pendidikan Indonesia Peta Jalan Pendidikan Tata kelola pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleErick Thohir: Kemenangan Timnas Indonesia Awal yang Bagus
Next Article Meriah! Laga Voli Guru Warnai Hari Guru Cisayong

Informasi lainnya

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

14 April 2026

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

11 April 2026

Djibouti dan Politik Geografi

11 April 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Editorial Udex Mundzir

Kisah Inspiratif Pria 39 Tahun Mengabdi di Pabrik Kiswah Ka’bah

Islami Alfi Salamah

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah

Modal Waktu

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi