Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai

Udex MundzirUdex Mundzir10 Desember 2024 Opini
Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045
Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tata kelola pendidikan Indonesia kembali menjadi sorotan. Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045 mengemuka dalam diskusi yang diadakan Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (Hisminu). Para tokoh pendidikan mendesak pemerintah baru, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk merevisi dokumen strategis ini agar sesuai dengan visi bangsa ke depan.

PJPI lahir di penghujung pemerintahan Presiden Jokowi. Meski memiliki niat baik, dokumen ini dinilai belum mampu menjawab tantangan utama dunia pendidikan. Ketua Umum Hisminu, KH Arifin Junaidi, menyebut PJPI kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat akar rumput. Kritik terhadap dokumen ini bahkan sudah terdengar sejak 2020, ketika minimnya partisipasi publik dalam penyusunannya menjadi isu serius.

Dalam diskusi tersebut, dualisme tata kelola pendidikan antara sekolah dan madrasah menjadi salah satu masalah mendasar yang perlu diatasi. Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj menekankan bahwa dualisme ini adalah warisan kolonial yang memperburuk ketimpangan akses dan kualitas pendidikan. Persoalan ini memengaruhi lembaga pendidikan berbasis masyarakat, termasuk madrasah, yang kerap menerima alokasi dana minim dibandingkan sekolah negeri.

Ketimpangan yang sama terlihat dalam perhatian negara terhadap sekolah dan madrasah swasta. KH Arifin Junaidi mengungkapkan, rendahnya perhatian terhadap lembaga pendidikan berbasis masyarakat menciptakan jurang besar dalam layanan pendidikan. Akibatnya, masyarakat di tingkat akar rumput harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Baca Juga:
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
  • Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya

Namun, masalah ini bukan hanya soal alokasi dana. Ini juga menyangkut sistem tata kelola yang sering kali tumpang tindih. Sebagaimana dikemukakan Drs. Unang Rahmat dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, pendidikan satu pintu yang berkeadilan harus diwujudkan agar tidak ada pihak yang terpinggirkan.

Selain itu, perencanaan pendidikan harus mencerminkan gotong royong. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan memastikan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas guru dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kritik terhadap PJPI juga mencakup minimnya integrasi antara pendidikan umum dan agama. Peran madrasah dan sekolah swasta harus lebih signifikan dalam kebijakan pendidikan nasional. Pendidikan berbasis nilai-nilai moral dan spiritual, yang menjadi ciri khas madrasah, sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi Hisminu cukup jelas. PJPI harus ditinjau kembali agar selaras dengan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang akan dibahas pada 2025. Dualisme tata kelola pendidikan juga harus dihapus melalui integrasi sekolah dan madrasah. Di samping itu, peran lembaga pendidikan berbasis masyarakat perlu diperkuat agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam kebijakan pendidikan nasional.

Artikel Terkait:
  • Koruptor Dimanja, Rakyat Dihukum Pajak
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
  • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

Langkah ini membutuhkan komitmen politik yang kuat dari pemerintah. Dalam hal ini, Presiden Prabowo memiliki tugas besar untuk mengurai benang kusut tata kelola pendidikan. Dengan memprioritaskan asas keadilan dan kebersamaan, visi “Pendidikan Berkualitas untuk Semua” dapat tercapai.

Di masa depan, kebijakan pendidikan harus lebih inklusif. Melibatkan semua pemangku kepentingan, dari akademisi hingga masyarakat umum, akan memastikan kebijakan yang lebih holistik. Pemerintah juga harus menciptakan mekanisme pengawasan yang ketat agar setiap program pendidikan terlaksana dengan baik.

Pendidikan adalah tulang punggung bangsa. Reformasi sistem pendidikan tidak boleh lagi ditunda. Dalam rangka membangun Indonesia emas 2045, pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata harus menjadi prioritas utama.

Jangan Lewatkan:
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah
  • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
  • Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
Pendidikan Indonesia Peta Jalan Pendidikan Tata kelola pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleErick Thohir: Kemenangan Timnas Indonesia Awal yang Bagus
Next Article Meriah! Laga Voli Guru Warnai Hari Guru Cisayong

Informasi lainnya

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

14 April 2026

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

11 April 2026

Djibouti dan Politik Geografi

11 April 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

12 Maret 2026

Urban Farming: Mandiri di Kota

18 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah

Petualangan Haji: Masjid Quba sebagai Pintu Gerbang Pertama

Islami Alfi Salamah

Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi