Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 16 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Banyak Tapi Kurang

Sebanyak 35 persen perusahaan mengatakan keterampilan lunak (soft skill) pelamar belum cukup baik
Alfi SalamahAlfi Salamah10 September 2024 Opini
jumlah pengangguran di Indonesia per Pebruari 2024 mencapai 7,2 juta orang
Ilustrasi Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,2 juta orang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

IDX Channel melaporkan sebanyak 46% perusahaan kesulitan saat mencari calon karyawan. Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah pengangguran di Indonesia per Pebruari 2024 mencapai 7,2 juta orang. Kondisi yang aneh. Sesuai ungkapan “banyak orang tapi tidak cukup”. Banyak tapi kurang.

Apanya yang kurang? Secara kuantitas pasti melebihi kebutuhan. Secara kualitas yang kurang. Riset Populix dan KitaLulus menunjukkan, pencari kerja di Indonesia belum memiliki pengalaman, keterampilan dan tingkat pendidikan yang cukup. Keterampilan mencakup teknis dan non teknis.

Sebanyak 50 persen perusahaan menyebut keterampilan teknis (hard skill) pelamar masih pemula atau rendah. Sebanyak 35 persen perusahaan mengatakan keterampilan lunak (soft skill) pelamar belum cukup baik. Mengapa kondisinya demikian?

Pambudi, Direktur SDM Kapal Api menjelaskan lebih jauh tentang soft skill dan hard skill. Menurut Pambudi ada 3 komponen membangun soft skill yaitu attitude (sikap), behaviour (perilaku), character (karakter) disingkat ABC. Sedangkan hard skill juga tiga aspek yaitu competency (kompetensi), degree (tingkat pendidikan) dan experience (pengalaman), disingkat CDE.

Baca Juga:
  • Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan
  • Polemik Privasi di Era Digital

Membangun soft skill tidak cukup diajarkan tapi harus ditularkan. Butuh role model, sosok inspiratif dan budaya yang mendukung. Sikap dimulai dari mindset atau pola pikir yang terbuka, positif dan berkembang. Dosen di perguruan tinggi tidak hanya sebagai pengajar tapi juga inspirator. Kampus juga perlu mengundang pihak eksternal seperti pengusaha, profesional, birokrat, ilmuwan untuk berbagi pengalaman kunci sukses dalam kehidupan.

Bisa juga perusahaan sebagai pengguna lulusan secara aktif mendatangi kampus seperti program Kalla Goes to Campus. Tiap bulan minimal kunjungi dua kampus. Sharing tentang dunia kerja dan pengalaman kehidupan. Membahas tentang persiapan pasca kuliah. Juga berbagi pengalaman kepada mahasiswa tentang dunia nyata dari ilmu yang mereka pelajari. Semoga memberi wawasan dan motivasi kepada mahasiswa.

Membangun soft skill juga melalui aktivitas organisasi. Dorong mahasiswa aktif di UKM, BEM dan Himpunan. Buat kegiatan di mana mereka jadi panitia. Berinteraksi dalam kepanitiaan akan efektif membangun soft skill seperti team work.

Artikel Terkait:
  • Ironi di Balik Program Bergizi
  • Dapur Rapi, Pikiran Tertata
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
  • Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Membangun hard skill butuh experience atau pengalaman. Mahasiswa harus mengenali aplikasi ilmunya sejak awal. Caranya undang para professional sebagai dosen tamu. Semester lalu saya mengampu dua mata kuliah. Ada satu mata kuliah hampir 40% terisi oleh para praktisi. Terasa lebih hidup karena cerita praktek nyata di perusahaan. Ujian akhir pun saya buat bukan paper test. Tapi turun ke lapangan dalam kelompok dan presentasi hasil observasi.

Selain itu kampus perlu jadikan perusahaan sebagai laboratorium lapangan. Adakan kunjungan industri, magang saat libur dan KKN Profesi. KKN bukan hanya turun ke desa tapi masuk ke perusahaan. Hal itu menjadi pengalaman ‘kerja’ sebelum lulus kuliah.

Harapannya lulusan perguruan tinggi tidak hanya punya ijazah dengan nilai IPK tinggi. Tapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Semoga jumlah lulusan yang banyak bisa memenuhi kebutuhan.

Jangan Lewatkan:
  • Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
  • Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
IDC Channel KKN Pengembangan Diri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang
Next Article 4 Ethos, 4 Jusuf

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

Happy Alfi Salamah

Waspada Belanja Online Bodong

Bisnis Alfi Salamah

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Opini Udex Mundzir

Manusia Bersifat Air

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

KUHAP Baru Atur Ketat Penyitaan hingga Penahanan

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi