Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Kalau tidak malu, sebut saja demokrasi di antara pilihan kosong dan harapan baru
Udex MundzirUdex Mundzir13 Desember 2024 Perspektif
Calon tunggal kalah kolom kosong
Calon Kalah Kolom Kosong, Dapat Maju Lagi?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fenomena unik demokrasi kembali mencuri perhatian. Calon tunggal yang kalah melawan kolom kosong pada Pilkada diizinkan mencalonkan diri lagi pada pemilu ulang. Ini bukan hanya soal peluang kedua, tetapi juga pertanyaan besar tentang kualitas demokrasi kita.

Kolom kosong, meski tanpa suara atau wujud fisik, menjadi simbol penolakan masyarakat terhadap calon tunggal. Ketika kolom kosong menang, pesan yang disampaikan jelas: pemilih menginginkan opsi yang lebih baik. Namun, apakah mencalonkan kembali calon yang kalah benar-benar solusi, atau hanya perpanjangan dari masalah yang sudah ada?

Calon tunggal sering kali mencerminkan lemahnya dinamika politik di daerah. Minimnya kandidat alternatif menjadi tanda kurang sehatnya demokrasi lokal. Dalam kondisi ini, kolom kosong bukanlah ancaman, melainkan pengingat bahwa rakyat memiliki kekuatan untuk menolak calon yang dianggap tidak mewakili mereka.

Baca Juga:
  • Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet
  • Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?
  • Bela Negara atau Bela Penguasa?
  • Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Ketentuan hukum yang memperbolehkan calon tunggal mencalonkan kembali dirinya patut ditinjau lebih jauh. Di satu sisi, ini memberikan kesempatan bagi calon untuk merevisi strategi dan membangun kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, hal ini berpotensi memperpanjang ketidakpuasan pemilih, terutama jika calon tersebut tidak menunjukkan perubahan berarti.

Jika demokrasi adalah tentang memberikan pilihan kepada rakyat, maka solusi dari masalah ini harus menciptakan lebih banyak alternatif, bukan sekadar mengulang kandidat yang sama. Sistem pencalonan kepala daerah perlu direformasi untuk mendorong partisipasi yang lebih luas, baik dari partai politik maupun calon independen.

Pilkada ulang memang sebuah mekanisme demokrasi, tetapi substansinya harus lebih dari sekadar formalitas. Masyarakat layak mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar siap menjawab tantangan daerah, bukan hanya kandidat yang mengisi kekosongan secara administratif.

Artikel Terkait:
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong
  • Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan
  • Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

Jangan Lewatkan:
  • Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
  • Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari
Calon Tunggal Demokrasi Lokal Kemengangan Kolom Kosong Pilkada 2024 Pilkada Ulang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleElon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun
Next Article Calon Tunggal Kalah Bisa Maju Lagi di Pilkada Ulang

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Kehadiran Prabowo di Kongres Projo, Akan Menegaskan Dirinya “Termul”

Editorial Udex Mundzir

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

Islami Lisda Lisdiawati

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Perspektif Udex Mundzir

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi