Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Kritik yang dibungkam atas nama nasionalisme justru mengkhianati esensi bela negara sejati.
Udex MundzirUdex Mundzir13 Juni 2025 Perspektif
perbedaan bela negara dan bela pemerintah
Ilustrasi perbedaan bela negara dan bela pemerintah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Semakin kabur batas antara negara dan pemerintah, semakin besar pula risiko terjadinya kekeliruan berpikir publik. Dalam wacana bela negara, kerancuan ini menjadi serius ketika kritik terhadap kebijakan pemerintah dianggap sebagai bentuk anti-nasionalisme. Padahal, cinta tanah air tak selalu berarti tunduk pada kuasa penguasa.

Pada Maret 2025, revisi UU TNI resmi disahkan. Revisi ini membuka jalan bagi prajurit aktif untuk mengisi jabatan sipil. Mulai dari Kementerian Pertanian hingga Kejaksaan, hampir semua lembaga kini terbuka untuk militer aktif. Ini langsung mengingatkan publik pada masa kelam dwifungsi ABRI. Gelombang protes pun tak terelakkan. Mahasiswa menggugat keras, bahkan sampai menggedor ruang sidang yang dialihkan ke hotel mewah, simbol betapa elit kekuasaan kini jauh dari rakyat.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Pada saat yang hampir bersamaan, pemerintah menerbitkan Inpres No. 1 Tahun 2025. Isinya: mengalihkan Rp306 triliun anggaran kementerian ke program makan siang gratis. Program populis ini dikritik keras oleh akademisi karena mengorbankan anggaran kesehatan dan pendidikan. Namun, alih-alih mendengarkan, kritik justru dibungkus sebagai “tidak mendukung pembangunan nasional.”

Bela negara tak lagi dipahami sebagai upaya kolektif menjaga republik dari ancaman, melainkan telah direduksi menjadi kewajiban loyalitas terhadap program-program negara—sekalipun tidak masuk akal. Bahkan, tagar viral seperti #KaburAjaDulu yang muncul Februari lalu menggambarkan kegelisahan generasi muda. Mereka bukan tidak cinta tanah air, tetapi kecewa karena tanah air seolah hanya memberi janji, bukan keadilan sosial.

Baca Juga:
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi
  • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini
  • Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Ironisnya, upaya bela negara dalam bentuk pelatihan ala militer juga diterapkan untuk siswa sekolah di Jawa Barat. Pemerintah daerah menyebut ini cara “mendisiplinkan” anak. Tetapi KPAI dan psikolog menilai pendekatan ini berlebihan dan bisa berujung pada trauma. Kritik terhadap pendekatan militeristik semacam ini tidak bisa serta merta dianggap sebagai pelecehan terhadap nasionalisme.

Fenomena ini menunjukkan gejala sistemik: semangat nasionalisme disalahartikan untuk memperkuat kekuasaan. Di lingkungan kampus, konsep bela negara masuk dalam skema Kampus Merdeka. Mahasiswa diposisikan sebagai objek, bukan subjek yang mampu berpikir kritis. Beberapa kampus mulai melarang diskusi politik dengan dalih menjaga stabilitas, padahal diskusi adalah jantung dari kehidupan akademik.

Masalah ini lebih dari sekadar salah kaprah. Ia adalah ancaman serius terhadap demokrasi. Ketika pemerintah mengidentikkan dirinya dengan negara, maka setiap kritik padanya akan dianggap penghianatan. Padahal, dalam sistem demokratis, kritik adalah bentuk tertinggi dari cinta tanah air. Mereka yang berani berbicara bukan pembelot, melainkan penjaga arah.

Secara hukum, UUD 1945 menjamin kebebasan berpendapat. Undang-undang bela negara tidak pernah mencantumkan larangan untuk mengkritik pemerintah. Cinta tanah air tidak dibatasi oleh kesetiaan terhadap penguasa, tapi oleh keberanian untuk menegur kekeliruan agar bangsa tetap berjalan di rel keadilan.

Artikel Terkait:
  • Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai
  • Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
  • Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Penting bagi kita untuk memisahkan dua hal: membela negara dan membela pemerintah. Negara adalah entitas yang lebih besar, mencakup rakyat, budaya, alam, dan nilai-nilai luhur. Pemerintah adalah pengelola negara, yang kinerjanya boleh—dan harus—dikritik. Membungkam kritik demi stabilitas hanya akan membuat negara rapuh, bukan kuat.

Solusinya adalah membangun kesadaran kritis dan sistem pemerintahan yang transparan. Setiap kebijakan publik harus dilandasi oleh partisipasi rakyat, bukan sekadar keputusan elite. Program bela negara harus berbasis nilai sipil, bukan militeristik. Ruang publik harus tetap terbuka untuk diskusi, debat, dan perbedaan pendapat. Negara tidak akan runtuh karena kritik. Sebaliknya, ia akan bangkit jika semua anak bangsanya diberi ruang untuk bersuara.

Bela negara sejati bukan tentang membungkam kritik atau menghafal slogan nasionalisme. Ia adalah keberanian untuk berkata benar demi kebaikan bangsa. Ketika cinta tanah air disempitkan hanya menjadi dukungan terhadap pemerintah, maka demokrasi sedang dalam bahaya. Inilah saatnya kita berdiri, bukan membungkuk di hadapan kekuasaan yang salah arah.

Jangan Lewatkan:
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari
  • Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
Bela Negara Demokrasi Indonesia Kebebasan Berpendapat Kebijakan Publik Kritik Pemerintah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRosan Roeslani Tegaskan Danantara Dorong Ekonomi Inklusif
Next Article Mahasiswa Disabilitas UT Penuh Semangat dalam Ujian Tatap Muka di SMAN 5 Tasikmalaya

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

Perspektif Udex Mundzir

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir

Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Editorial Udex Mundzir

Misteri Kesehatan Ibadah Haji: Rahasia Imun Tubuh Tangguh

Islami Alfi Salamah

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi