Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 16 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Sebuah akhir dari perjalanan penuh cerita, penuh pemandangan, dan penuh tantangan
Alfi SalamahAlfi Salamah24 September 2024 Travel
Perjalanan ke Bontang Bersama SEO Infosatu.co
Mohammad Sukri, SEO Infosatu.co bersama Wartawan MSI Grup
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seperti sebuah perjalanan menelusuri lembar-lembar cerita alam Kalimantan, Selasa, 24 September 2024, saya, Aisyah, Udex, dan Sukri memulai petualangan kami dari Samarinda menuju Bontang. Kami mengendarai mobil Brio, menembus panas terik dan debu, seperti para penjelajah yang mengarungi lautan aspal berliku.

Jam menunjukkan pukul 11.00 WITA saat kami memulai perjalanan. Di tengah jalan, lapar membawa kami ke sebuah warung sederhana di pinggir jalan Banjar, di mana aroma ikan bandeng bakar menyapa seperti sambutan hangat dari alam. Sambal tomat terasi yang pedas menggigit lidah kami, sementara es jeruk segar seperti oase kecil di tengah gurun panas.

Kampung Musik Katulistiwa di Desa Prangat

Perjalanan berlanjut, kami menyusuri jalan seperti aliran sungai yang mencari muara, melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Saat adzan Dzuhur berkumandang, waktu terasa seperti berhenti sejenak. Kami berniat menunaikan shalat Dzuhur dan Ashar secara jama’ taqdim, sembari terus mencari masjid yang akan menjadi tempat perhentian berikutnya.

Pemandangan alam terbentang di depan mata, kami melewati desa wisata Badak Mekar yang asri, serta kawasan perkebunan Prangat yang hijau menjulang seperti kanvas hidup. Kampung Musik Katulistiwa di desa Prangat mengundang mata kami untuk berhenti sejenak. mun kami terus melaju, meliuk-liuk di jalanan yang berlubang dan rusak, seperti kapal yang mengarungi ombak tak beraturan.

Baca Juga:
  • Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi
  • Rekomendasi 10 Restaurant Terbaik di Jepang yang Harus Kamu Kunjungi!

Suhu Mencapai 34°C

Tiba di Masjid Abah Nanang, kami disambut keheningan yang penuh damai. Terlihat orang-orang yang sedang beristirahat dan melaksanakan shalat, sementara kami menyatu dalam ketenangan sesaat. Perjalanan masih panjang, namun dari sini Bontang tinggal 41 km lagi—sedikit lagi kami akan tiba di tujuan.

Panas yang membakar terasa tak kenal ampun, suhu mencapai 34°C dan debu-debu halus seperti menari di udara, menempel di kulit yang basah oleh keringat. Namun, deretan bambu hijau dan pepohonan Katapang di sekitar masjid menjadi naungan kecil yang menghibur.

Saat kembali melaju, monumen Titik Nol Katulistiwa menyapa di sisi kiri jalan, dan bukit-bukit putih yang terkikis menyembul seperti tebing-tebing zaman purba yang diukir waktu.

Artikel Terkait:
  • Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru
  • Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji
  • Destinasi Impian untuk Cuti Bersama Desember 2023
  • Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika

Melewati Batas-Batas Wilayah

Perjalanan ini tak hanya melintasi jalan, tapi juga melewati batas-batas wilayah, dari Kutai Kartanegara ke Kutai Timur. eolah kami berpindah dari satu bab ke bab lain dalam sebuah buku besar. Menjelang Bontang, Sukri mulai terbuai kantuk yang tak tertahankan. Kami pun berhenti sejenak, memberinya waktu untuk beristirahat, seperti layaknya pengembara yang singgah sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Akhirnya, sekitar pukul 14.30 WITA, kami tiba di gerbang Kota Bontang. Sebuah akhir dari perjalanan penuh cerita, penuh pemandangan, dan penuh tantangan. Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat, menyudahi perjalanan ini dengan rasa syukur dan kepuasan.

Jangan Lewatkan:
  • Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama
  • Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba
  • Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim
  • Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat
Kabupaten Kutai Kartanegara Mohammad Sukri Titik Nol Katulistiwa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNomor Urut Sudah Ditetapkan, Siapa ‘Raja’ Kaltim 2024?
Next Article Tombol Motivasi

Informasi lainnya

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

13 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

6 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

16 April 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

Editorial Lisda Lisdiawati

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi