Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 28 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Sebuah akhir dari perjalanan penuh cerita, penuh pemandangan, dan penuh tantangan
Alfi SalamahAlfi Salamah24 September 2024 Travel
Perjalanan ke Bontang Bersama SEO Infosatu.co
Mohammad Sukri, SEO Infosatu.co bersama Wartawan MSI Grup
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seperti sebuah perjalanan menelusuri lembar-lembar cerita alam Kalimantan, Selasa, 24 September 2024, saya, Aisyah, Udex, dan Sukri memulai petualangan kami dari Samarinda menuju Bontang. Kami mengendarai mobil Brio, menembus panas terik dan debu, seperti para penjelajah yang mengarungi lautan aspal berliku.

Jam menunjukkan pukul 11.00 WITA saat kami memulai perjalanan. Di tengah jalan, lapar membawa kami ke sebuah warung sederhana di pinggir jalan Banjar, di mana aroma ikan bandeng bakar menyapa seperti sambutan hangat dari alam. Sambal tomat terasi yang pedas menggigit lidah kami, sementara es jeruk segar seperti oase kecil di tengah gurun panas.

Kampung Musik Katulistiwa di Desa Prangat

Perjalanan berlanjut, kami menyusuri jalan seperti aliran sungai yang mencari muara, melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Saat adzan Dzuhur berkumandang, waktu terasa seperti berhenti sejenak. Kami berniat menunaikan shalat Dzuhur dan Ashar secara jama’ taqdim, sembari terus mencari masjid yang akan menjadi tempat perhentian berikutnya.

Pemandangan alam terbentang di depan mata, kami melewati desa wisata Badak Mekar yang asri, serta kawasan perkebunan Prangat yang hijau menjulang seperti kanvas hidup. Kampung Musik Katulistiwa di desa Prangat mengundang mata kami untuk berhenti sejenak. mun kami terus melaju, meliuk-liuk di jalanan yang berlubang dan rusak, seperti kapal yang mengarungi ombak tak beraturan.

Baca Juga:
  • Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung
  • Sensasi Tak Terlupakan Menginap Bersama Keluarga di Mercure & Ibis Samarinda
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • 5 Kota Dingin di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan

Suhu Mencapai 34°C

Tiba di Masjid Abah Nanang, kami disambut keheningan yang penuh damai. Terlihat orang-orang yang sedang beristirahat dan melaksanakan shalat, sementara kami menyatu dalam ketenangan sesaat. Perjalanan masih panjang, namun dari sini Bontang tinggal 41 km lagi—sedikit lagi kami akan tiba di tujuan.

Panas yang membakar terasa tak kenal ampun, suhu mencapai 34°C dan debu-debu halus seperti menari di udara, menempel di kulit yang basah oleh keringat. Namun, deretan bambu hijau dan pepohonan Katapang di sekitar masjid menjadi naungan kecil yang menghibur.

Saat kembali melaju, monumen Titik Nol Katulistiwa menyapa di sisi kiri jalan, dan bukit-bukit putih yang terkikis menyembul seperti tebing-tebing zaman purba yang diukir waktu.

Artikel Terkait:
  • Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia
  • Destinasi Impian untuk Cuti Bersama Desember 2023
  • Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama
  • Menembus Gelap

Melewati Batas-Batas Wilayah

Perjalanan ini tak hanya melintasi jalan, tapi juga melewati batas-batas wilayah, dari Kutai Kartanegara ke Kutai Timur. eolah kami berpindah dari satu bab ke bab lain dalam sebuah buku besar. Menjelang Bontang, Sukri mulai terbuai kantuk yang tak tertahankan. Kami pun berhenti sejenak, memberinya waktu untuk beristirahat, seperti layaknya pengembara yang singgah sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Akhirnya, sekitar pukul 14.30 WITA, kami tiba di gerbang Kota Bontang. Sebuah akhir dari perjalanan penuh cerita, penuh pemandangan, dan penuh tantangan. Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat, menyudahi perjalanan ini dengan rasa syukur dan kepuasan.

Jangan Lewatkan:
  • Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023
  • Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula
  • Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang
  • Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula
Kabupaten Kutai Kartanegara Mohammad Sukri Titik Nol Katulistiwa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNomor Urut Sudah Ditetapkan, Siapa ‘Raja’ Kaltim 2024?
Next Article Tombol Motivasi

Informasi lainnya

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

16 April 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir

7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus

Techno Assyifa

Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?

Islami Ericka

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Profil Udex Mundzir

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi