Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 27 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Asal Usul Istilah “Pedagang Kaki Lima”

Setiap istilah punya sejarah, dan asal-usulnya sering kali lebih menarik dari yang kita bayangkan.
AssyifaAssyifa7 Maret 2025 Travel
Asal usul istilah pedagang kaki lima
Asal usul istilah pedagang kaki lima (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Istilah “pedagang kaki lima” sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini merujuk pada pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, baik menggunakan gerobak, tenda, atau lapak sederhana. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal istilah ini?

Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usulnya. Salah satu yang paling populer berasal dari masa kolonial Belanda. Pada saat itu, di kota-kota besar seperti Batavia (Jakarta), jalan-jalan utama biasanya memiliki trotoar yang lebarnya sekitar lima kaki atau sekitar 1,5 meter. Trotoar ini disediakan untuk pejalan kaki, tetapi sering digunakan oleh pedagang kecil untuk berjualan. Karena itulah, mereka kemudian disebut “pedagang kaki lima”, mengacu pada tempat mereka berdagang.

Teori lain menyebutkan bahwa istilah ini berasal dari jumlah “kaki” yang digunakan oleh pedagang. Satu kaki milik pedagang sendiri, dua kaki dari gerobak atau meja dagangan, dan dua kaki lainnya dari tiang atau penyangga tenda, sehingga totalnya menjadi lima kaki.

Baca Juga:
  • Curug Pelangi, Panorama Air dan Cahaya
  • Ledakan Wisata Labuan Bajo
  • Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi
  • Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Seiring waktu, istilah ini semakin meluas dan digunakan secara umum untuk menyebut pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, baik di trotoar, emperan toko, atau bahkan di bahu jalan.

Meskipun pedagang kaki lima sering dianggap sebagai bagian dari ekonomi informal, mereka memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka menyediakan makanan, pakaian, dan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dibanding toko besar.

Di beberapa negara lain, konsep serupa juga ada, tetapi dengan nama berbeda. Misalnya, di Amerika Serikat dikenal dengan istilah “street vendors”, sementara di Thailand disebut “hawker stalls”.

Artikel Terkait:
  • Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba
  • Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?
  • Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki
  • Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

Hari ini, pedagang kaki lima menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, persaingan dengan toko modern, hingga masalah penertiban oleh pemerintah. Namun, dengan kreativitas dan adaptasi, banyak dari mereka yang mampu bertahan dan berkembang, bahkan ada yang sukses beralih ke bisnis yang lebih besar.

Jadi, meskipun istilah “pedagang kaki lima” berawal dari lebar trotoar di zaman kolonial atau jumlah kaki dalam lapak mereka, keberadaan mereka tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan perkotaan hingga saat ini.

Jangan Lewatkan:
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari
Ekonomi Informasi Pedagang Kecil Sejarah Pedagang Kaki Lima Street Vendors Usaha Mikro
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDisdamkarmatan Kukar Fokus Perluas Armada dan Relawan Kebakaran
Next Article DKP Kukar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Segera Daftar Kartu Kusuka

Informasi lainnya

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

13 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

6 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi

Profil Silva

DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT

Techno Assyifa

Tips Move On Ala Ustaz Hanan Attaki

Islami Assyifa

Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi