Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Alam dan Ego Pembangunan

Ketika ambisi manusia bertabrakan dengan hukum alam, siapa yang sesungguhnya harus menyesuaikan diri?
Udex MundzirUdex Mundzir26 Desember 2024 Lainnya
Dampak Deforestasi IKN terhadap Lingkungan.
Dampak Deforestasi IKN terhadap Lingkungan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Banjir besar melanda kawasan strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), menghancurkan infrastruktur di rute Samboja-Sepaku. Jalanan terbelah dua, menyisakan tanda tanya besar tentang daya dukung lingkungan di kawasan yang dirancang menjadi simbol masa depan Indonesia. Fenomena ini bukan hanya soal cuaca ekstrem, tetapi juga cerminan dari ketidakseimbangan antara ambisi pembangunan dan realitas ekologi.

Sejak awal, pembangunan IKN telah menuai kontroversi. Pada satu sisi, proyek ini digadang-gadang sebagai solusi atas tekanan Jakarta yang semakin padat. Namun, di sisi lain, banjir yang terjadi hingga empat kali sepanjang tahun ini, menurut Greenpeace, mengindikasikan ketidakcocokan ekosistem Kalimantan dengan konsep urbanisasi masif. Lebih jauh, data Forest Watch Indonesia mencatat deforestasi masif, mencapai 18.000 hektare sejak 2018. Ini bukan hanya statistik, melainkan sinyal bahaya akan hilangnya daya dukung lingkungan yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem.

Dampak ini bukan sekadar bencana alam. Ketika hujan deras menghancurkan jalan, masyarakat lokal yang paling merasakan dampaknya. Infrastruktur rusak memutus akses, mempersulit kehidupan sehari-hari, sekaligus menciptakan ketidakpastian tentang keberlanjutan proyek. Ironisnya, di tengah kekacauan ini, pemerintah terus mempromosikan IKN sebagai “smart forest city,” meskipun tutupan hutan alami sudah diganti dengan hutan tanaman industri (HTI).

Pendekatan reforestasi yang dijalankan Otorita IKN untuk memulihkan kerusakan lingkungan belum cukup memberikan dampak nyata. Menurut Deputi Bidang Lingkungan Hidup OIKN, Myrna Safitri, program ini dirancang untuk merehabilitasi ekosistem hutan tropis. Namun, kritik dari banyak pihak, termasuk Greenpeace, menegaskan bahwa upaya ini tidak akan mengembalikan fungsi hutan alami yang telah hilang. Deforestasi terus mengikis habitat flora dan fauna, memperburuk erosi tanah, dan mengganggu siklus hidrologi.

Baca Juga:
  • Prabowo Ingin Naikkan Gaji Hakim demi Hapus Suap
  • Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman
  • Xiaomi Smart Camera C400
  • Ramadan Leadership Camp 2025

Masalah ini juga tidak bisa dilepaskan dari fenomena perubahan iklim yang semakin nyata. NASA mencatat perubahan tutupan lahan yang signifikan di Kalimantan sejak dimulainya pembangunan IKN. Dampaknya, kawasan tersebut rentan terhadap bencana hidrologi seperti banjir dan longsor. Ketika rencana pembangunan gedung-gedung pemerintahan dan hunian ASN terus dikebut, kita perlu bertanya: apakah ambisi ini sebanding dengan risiko yang dihadapi?

Solusi jangka pendek seperti pembangunan drainase atau tanggul mungkin dapat meredam kerusakan sementara. Namun, solusi ini tidak menyentuh akar masalah. Pemerintah harus mengambil langkah radikal untuk meninjau ulang rencana induk IKN dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Kajian mendalam, sebagaimana disarankan Greenpeace, diperlukan untuk memastikan pembangunan ini tidak hanya memaksakan kehendak manusia atas alam, tetapi juga harmonis dengan ekosistem setempat.

Lebih dari itu, pemerintah perlu membangun komunikasi yang jujur dengan masyarakat. Transparansi dalam penyusunan kebijakan, termasuk partisipasi masyarakat lokal, adalah kunci untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan juga harus menjadi prioritas agar semua pihak, termasuk generasi muda, memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Artikel Terkait:
  • Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Minta THR Lebaran
  • Ombudsman Temukan Selisih Bayar TPP Nakes Berau
  • Hotel Aston Samarinda Tawarkan Paket Spesial untuk Perayaan
  • Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

Dunia telah melihat banyak contoh kegagalan proyek besar karena mengabaikan faktor lingkungan. Dari kota-kota yang tenggelam hingga padang gurun yang kehilangan kesuburannya, semua adalah pelajaran berharga bahwa alam selalu memiliki batas yang tidak bisa dilanggar. Indonesia harus belajar dari sejarah ini.

Kami percaya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari gedung-gedung megah yang berdiri, tetapi dari keseimbangan antara kemajuan dan keberlanjutan. Saat ini, IKN berdiri di persimpangan yang genting. Pilihan kita hari ini akan menentukan apakah IKN akan menjadi simbol masa depan yang cerah atau bukti kegagalan dalam menghormati alam.

Jangan Lewatkan:
  • Ber-Outdoor Activity di Ramadan Leadership Camp
  • China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki
  • Usulan Sri Mulyani Anak SD Belajar Saham, Mendikdasmen Angkat Bicara
  • Batas Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun pada 2025
Banjir Kalimantan Deforestasi IKN Ekosistem Rusak Pembangunan Berkelanjutan Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Kristiyanto: Demi Demokrasi, Kami Tidak Akan Menyerah
Next Article Mahfud Wanti-Wanti Denda Damai Bisa Perparah Korupsi

Informasi lainnya

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Xiaomi Smart Camera C400

22 April 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

18 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026
Paling Sering Dibaca

Doa Awal Ramadhan: Sambut Bulan Suci dengan Penuh Berkah

Islami Assyifa

Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Bisnis Silva

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah

Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi