Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 19 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Ketika banyak yang diam demi aman, ia maju demi keyakinan dan keberanian yang tak lekang oleh zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah28 Desember 2025 Profil
Nusaibah binti Ka'ab
Ilustrasi Nusaibah binti Ka'ab, Perisai Rasulullah dan Pejuang Hak Asasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Di tengah sejarah Islam yang didominasi kisah para sahabat laki-laki, nama Nusaibah binti Ka’ab berdiri kokoh sebagai simbol keberanian perempuan sejati. Ia bukan hanya hadir dalam momen-momen penting dakwah Islam, tetapi juga menjadi perisai hidup bagi Nabi Muhammad SAW saat medan pertempuran paling genting. Lebih dari sekadar figur sejarah, Nusaibah adalah cermin keteladanan spiritual, sosial, dan moral yang pantas diangkat kembali dalam konteks perempuan masa kini.

Dikenal sebagai Ummu ‘Ammarah, Nusaibah berasal dari Bani Najjar dan termasuk dalam kelompok perempuan pertama yang berbaiat kepada Nabi dalam Bai’at Aqabah Kedua. Saat Perang Uhud berlangsung kacau dan banyak pasukan Muslim terpukul mundur, Nusaibah tidak lari. Ia justru maju ke depan untuk melindungi Rasulullah, memegang pedang dan perisai, dan bertahan dalam hujan panah dan tebasan musuh.

Perempuan di Garis Terdepan

Tindakan Nusaibah pada Perang Uhud bukan hanya keberanian fisik. Ia menunjukkan ketegasan moral luar biasa, berani bertindak ketika mayoritas justru menarik diri. Ia mengalami luka-luka serius, namun tidak mundur. Bahkan, Nabi SAW bersabda bahwa di mana pun beliau memandang, selalu terlihat Nusaibah berdiri membelanya.

Ini menjadikan Nusaibah bukan hanya sosok luar biasa di masa lalu, tapi juga inspirasi tentang bagaimana perempuan bisa tampil sebagai pelindung, pengambil keputusan, dan pemimpin dalam kondisi krisis. Di masa ketika perempuan cenderung dibatasi ruangnya, Nusaibah justru menembus batas itu dengan keyakinan dan tindakan nyata.

Baca Juga:
  • Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro
  • Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook
  • Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota
  • Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Relevansi di Era Modern

Di zaman modern ini, kisah Nusaibah mengandung banyak pelajaran. Pertama, keberanian bukan monopoli laki-laki. Ia bisa dimiliki siapa pun yang berpegang teguh pada prinsip. Perempuan, seperti Nusaibah, berhak dan mampu mengambil posisi penting dalam perjuangan apa pun: keadilan sosial, pendidikan, lingkungan, atau spiritualitas.

Kedua, Nusaibah menunjukkan bahwa pemimpin tak selalu harus punya jabatan. Ia tidak disebut sebagai komandan, tapi tindakannya menjadi teladan. Perempuan hari ini juga bisa menjadi pemimpin di komunitasnya melalui sikap, keberanian bersuara, dan keuletan memperjuangkan nilai.

Ketiga, ia adalah ibu yang sukses menanamkan nilai perjuangan kepada anaknya. Putranya, Habib bin Zaid, adalah sahabat yang gugur mempertahankan Islam dari nabi palsu Musailamah Al-Kadzab. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan spiritual dan nilai perjuangan bermula dari rumah peran yang selama ini melekat pada sosok ibu.

Artikel Terkait:
  • Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah
  • Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel
  • Dari Dapur ke Ruang Strategis
  • Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong

Nilai yang Tak Pernah Usang

Perjuangan Nusaibah bukanlah semata tentang pertempuran fisik, tetapi juga spiritual. Ia membela Nabi bukan karena fanatisme buta, melainkan karena pemahaman akan kebenaran dan cintanya pada ajaran yang dibawa beliau. Keberanian seperti inilah yang hari ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia: krisis nilai, degradasi moral, dan tekanan sosial terhadap perempuan.

Dengan menjadikan sosok seperti Nusaibah sebagai referensi, perempuan zaman kini akan melihat bahwa kekuatan mereka bukan hanya ada di ruang domestik, tapi juga bisa menjadi penggerak transformasi masyarakat. Bukan hanya dalam peran tradisional, tetapi juga dalam posisi strategis, pengambilan kebijakan, dan dunia pendidikan.

Nusaibah binti Ka’ab bukan hanya ikon masa lalu. Ia adalah inspirasi masa kini dan masa depan. Teladannya menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi benteng peradaban, bukan dengan kekuatan semata, tetapi dengan keberanian memilih sikap, membela nilai, dan mendidik generasi.

Jangan Lewatkan:
  • Tidur Nanti Saja
  • dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran
  • Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air
  • Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 
Inspirasi Hidup Perempuan Muslimah Sejarah Islam Tokoh Perempuan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
Next Article Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026
Paling Sering Dibaca

Panduan Lengkap Berpakaian untuk Wanita Muslimah Menurut Islam

Islami Udex Mundzir

Waspada, Oknum FB Palsu Mengaku Wakil Ketua DPRD Kaltim

Techno Alfi Salamah

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir

Mengukir Adab Haji dan Sunnah Wasiat Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Kuliner Viral 2026, Sekadar Gaya?

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi