Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 19 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Ketika banyak yang diam demi aman, ia maju demi keyakinan dan keberanian yang tak lekang oleh zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah28 Desember 2025 Profil
Nusaibah binti Ka'ab
Ilustrasi Nusaibah binti Ka'ab, Perisai Rasulullah dan Pejuang Hak Asasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Di tengah sejarah Islam yang didominasi kisah para sahabat laki-laki, nama Nusaibah binti Ka’ab berdiri kokoh sebagai simbol keberanian perempuan sejati. Ia bukan hanya hadir dalam momen-momen penting dakwah Islam, tetapi juga menjadi perisai hidup bagi Nabi Muhammad SAW saat medan pertempuran paling genting. Lebih dari sekadar figur sejarah, Nusaibah adalah cermin keteladanan spiritual, sosial, dan moral yang pantas diangkat kembali dalam konteks perempuan masa kini.

Dikenal sebagai Ummu ‘Ammarah, Nusaibah berasal dari Bani Najjar dan termasuk dalam kelompok perempuan pertama yang berbaiat kepada Nabi dalam Bai’at Aqabah Kedua. Saat Perang Uhud berlangsung kacau dan banyak pasukan Muslim terpukul mundur, Nusaibah tidak lari. Ia justru maju ke depan untuk melindungi Rasulullah, memegang pedang dan perisai, dan bertahan dalam hujan panah dan tebasan musuh.

Perempuan di Garis Terdepan

Tindakan Nusaibah pada Perang Uhud bukan hanya keberanian fisik. Ia menunjukkan ketegasan moral luar biasa, berani bertindak ketika mayoritas justru menarik diri. Ia mengalami luka-luka serius, namun tidak mundur. Bahkan, Nabi SAW bersabda bahwa di mana pun beliau memandang, selalu terlihat Nusaibah berdiri membelanya.

Ini menjadikan Nusaibah bukan hanya sosok luar biasa di masa lalu, tapi juga inspirasi tentang bagaimana perempuan bisa tampil sebagai pelindung, pengambil keputusan, dan pemimpin dalam kondisi krisis. Di masa ketika perempuan cenderung dibatasi ruangnya, Nusaibah justru menembus batas itu dengan keyakinan dan tindakan nyata.

Baca Juga:
  • B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia
  • Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua
  • Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045
  • Tidur Nanti Saja

Relevansi di Era Modern

Di zaman modern ini, kisah Nusaibah mengandung banyak pelajaran. Pertama, keberanian bukan monopoli laki-laki. Ia bisa dimiliki siapa pun yang berpegang teguh pada prinsip. Perempuan, seperti Nusaibah, berhak dan mampu mengambil posisi penting dalam perjuangan apa pun: keadilan sosial, pendidikan, lingkungan, atau spiritualitas.

Kedua, Nusaibah menunjukkan bahwa pemimpin tak selalu harus punya jabatan. Ia tidak disebut sebagai komandan, tapi tindakannya menjadi teladan. Perempuan hari ini juga bisa menjadi pemimpin di komunitasnya melalui sikap, keberanian bersuara, dan keuletan memperjuangkan nilai.

Ketiga, ia adalah ibu yang sukses menanamkan nilai perjuangan kepada anaknya. Putranya, Habib bin Zaid, adalah sahabat yang gugur mempertahankan Islam dari nabi palsu Musailamah Al-Kadzab. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan spiritual dan nilai perjuangan bermula dari rumah peran yang selama ini melekat pada sosok ibu.

Artikel Terkait:
  • Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air
  • Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas
  • Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi
  • Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Nilai yang Tak Pernah Usang

Perjuangan Nusaibah bukanlah semata tentang pertempuran fisik, tetapi juga spiritual. Ia membela Nabi bukan karena fanatisme buta, melainkan karena pemahaman akan kebenaran dan cintanya pada ajaran yang dibawa beliau. Keberanian seperti inilah yang hari ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia: krisis nilai, degradasi moral, dan tekanan sosial terhadap perempuan.

Dengan menjadikan sosok seperti Nusaibah sebagai referensi, perempuan zaman kini akan melihat bahwa kekuatan mereka bukan hanya ada di ruang domestik, tapi juga bisa menjadi penggerak transformasi masyarakat. Bukan hanya dalam peran tradisional, tetapi juga dalam posisi strategis, pengambilan kebijakan, dan dunia pendidikan.

Nusaibah binti Ka’ab bukan hanya ikon masa lalu. Ia adalah inspirasi masa kini dan masa depan. Teladannya menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi benteng peradaban, bukan dengan kekuatan semata, tetapi dengan keberanian memilih sikap, membela nilai, dan mendidik generasi.

Jangan Lewatkan:
  • Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
  • Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 
  • Jejak Muda, Prestasi Nyata
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
Inspirasi Hidup Perempuan Muslimah Sejarah Islam Tokoh Perempuan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
Next Article Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026
Paling Sering Dibaca

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Editorial Udex Mundzir

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi