Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 5 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

Kenaikan drastis harga plastik memicu dorongan perubahan konsumsi sekaligus penguatan sistem daur ulang nasional.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 April 2026 Ekonomi
Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
Pekerja mengangkat botol plastik untuk daur ulang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Lonjakan harga plastik yang melesat tajam bak “alarm keras” bagi ekonomi domestik, memaksa banyak pihak meninjau ulang ketergantungan terhadap material berbasis fosil. Kenaikan yang mencapai puluhan persen ini bukan sekadar gejolak pasar biasa, melainkan sinyal rapuhnya struktur pasokan nasional.

Fenomena ini disorot oleh anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, yang menilai kenaikan harga plastik hingga 30–80 persen sejak menjelang Lebaran pada Jumat (21/3/2026) berdampak luas pada sektor perdagangan dan konsumsi masyarakat. Ia menjelaskan, lonjakan tersebut dipicu gangguan rantai pasok global serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor yang mencapai sekitar 60 persen. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi meningkat dan membebani pelaku usaha kecil hingga konsumen akhir.

“Harus diakui plastik sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat sehari-hari. Dan saat harga plastik melonjak, sektor domestik pun menjadi ikut terdampak besar,” ujar Daniel di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, situasi ini tidak boleh hanya dilihat sebagai tekanan ekonomi semata, tetapi juga sebagai momentum perubahan menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan. Ia mendorong masyarakat mulai membiasakan penggunaan barang pakai ulang, seperti membawa kantong belanja sendiri atau wadah makanan pribadi untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Daniel juga menekankan pentingnya penguatan konsep ekonomi sirkular melalui optimalisasi bank sampah. Ia menilai, bank sampah harus diposisikan sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi yang mampu menyediakan bahan baku sekunder bagi industri, bukan sekadar program lingkungan.

Baca Juga:
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Rupiah Tembus Rp17.000, IHSG Longsor, Trump Jadi Pemicu Baru
  • Beban Berat Anggaran, ICWI Dorong KPK Selidiki Penambahan Reses DPD
  • Industri Penerbangan Bangkit, Kilang Pertamina Balikpapan Lampaui 2,6 Juta Barrel Avtur

“Bank sampah tidak lagi cukup diposisikan sebagai program lingkungan semata, tetapi harus dibaca sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi bahan baku sekunder,” jelasnya.

Dorongan ini diperkuat oleh pandangan praktisi rantai pasok. Founder Supply Chain Indonesia, Setijadi, menyebut kenaikan harga plastik bahkan mencapai 50–100 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku utama seperti nafta. Ia menilai kondisi ini merupakan indikasi awal krisis bahan baku yang lebih luas.

“Hal ini mencerminkan gangguan pasokan bahan baku impor yang menjadi input utama berbagai sektor manufaktur,” kata Setijadi pada Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku industri yang masih di atas 70 persen memperbesar risiko gangguan produksi. Tidak hanya plastik, sejumlah material lain seperti bahan kimia, logam, hingga gas industri juga terdampak, sehingga berpotensi menghambat kapasitas produksi dan meningkatkan harga barang di pasar.

Artikel Terkait:
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
  • BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?
  • Paylater Jadi Andalan Gen Z & Milenial Atur Keuangan
  • Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global

Dalam jangka pendek, kondisi ini memicu peningkatan waktu tunggu produksi (lead time), penurunan kapasitas industri, serta tekanan pada daya beli masyarakat. Jika tidak diantisipasi, krisis ini dapat mengganggu stabilitas konsumsi nasional dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah pun didorong untuk segera memperkuat kebijakan yang mendukung penggunaan material alternatif ramah lingkungan serta memberikan insentif bagi industri daur ulang. Selain itu, kepastian regulasi dinilai penting agar transformasi menuju ekonomi hijau dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, lonjakan harga plastik menjadi peringatan penting bahwa ketahanan industri nasional perlu diperkuat melalui diversifikasi bahan baku dan pengembangan sistem daur ulang yang terintegrasi.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Targetkan Pertumbuhan 8%, Sri Mulyani Beberkan Strategi
  • UMKM Tembus Pasar Arab Saudi Lewat Pameran
  • Menyusuri Capaian Emisi Kendaraan Listrik di Hilir Hingga Dampak Ekstraktif di Hulu
  • Tiga Kawasan Transmigrasi di Sulteng Akan Terhubung Jalan Koridor

Bank Sampah Ekonomi Sirkular Harga Plastik Industri Nasional Rantai Pasok
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian
Next Article Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Techno Assyifa

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi