Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 19 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Sejarah kecil sering menyimpan makna yang paling dalam.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Lingkungan
Pompeii
Wadah yang berfungsi sebagai penampung cadangan air (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak tersembunyi sering kali hadir dalam bentuk yang nyaris tak terlihat. Bukan bangunan besar, bukan pula patung megah. Namun justru dari serpihan kecil seperti serbuk sari dan fosil tanaman, kisah masa lalu bisa terkuak dengan jelas. Inilah yang terjadi di kota kuno Pompeii, ketika penelitian botani membuka perspektif baru tentang kehidupan masyarakatnya.

Fenomena ini bermula sejak tahun 1950-an. Seorang ahli botani bernama Wilhelmina Jashemski berhasil mengidentifikasi sisa-sisa tanaman yang terkubur. Temuan tersebut mengungkap fakta penting. Pompeii ternyata bukan sekadar kota kuno biasa.

Kawasan ini dipenuhi taman hijau yang tertata rapi. Bahkan, keberadaan taman menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Kini, upaya restorasi menghidupkan kembali lanskap yang sempat hilang itu. Berdasarkan laporan Smithsonian Magazine, taman tersebut telah direkonstruksi mendekati kondisi aslinya. Ribuan bunga mawar ditanam kembali.

Tanaman seperti ruscus, violet, hingga pohon ceri turut memperkaya suasana. Hasilnya, taman tersebut menghadirkan kembali nuansa alami yang pernah ada ribuan tahun lalu.

Baca Juga:
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir

“Pompeii dipenuhi taman, dan mereka sangat penting untuk memahami kota ini,” ungkap Gabriel Zuchtriegel. Ia menjelaskan bahwa vegetasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari identitas kota kuno tersebut. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa arkeologi tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang lingkungan hidup masa lalu.

Sejarah kelam Pompeii sendiri terjadi pada tahun 79 M. Letusan Gunung Vesuvius menimbun kota ini dengan abu vulkanik. Sekitar 2.000 penduduk kehilangan nyawa. Namun di balik tragedi itu, kondisi kota justru terawetkan dengan sangat baik. Hal ini memungkinkan para arkeolog mempelajari detail kehidupan masa lampau secara mendalam.

Salah satu area yang kini menarik perhatian adalah Garden of Hercules. Taman ini diyakini sebagai bagian dari tempat pembuatan parfum kuno sejak abad ke-3 SM. Penemuan wadah kaca dan terakota menjadi bukti penting. Wadah tersebut kemungkinan digunakan untuk menyimpan salep berbahan esensi bunga.

Lebih menarik lagi, para peneliti menemukan sistem irigasi yang canggih untuk zamannya. Air dialirkan melalui lubang di dinding dan mengalir ke saluran di sekitar tanaman. Tempayan tanah liat besar, atau dolia, digunakan untuk menyimpan air. Sistem ini menunjukkan bahwa pengelolaan taman sudah sangat terencana dan efisien.

“Jika tukang kebun membutuhkan air tambahan, mereka bisa mengambilnya dari dolia,” jelas Maurizio Bartolini. Ia juga menduga taman ini menjadi tempat eksperimen aroma parfum. Bunga-bunga yang ditanam kemungkinan diolah untuk menciptakan wangi baru.

Artikel Terkait:
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga

Namun, produksi parfum pada masa itu tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 2.000 bunga mawar hanya untuk menghasilkan satu sendok teh parfum. Selain itu, aromanya tidak bertahan lama. Parfum harus digunakan dalam waktu kurang dari satu minggu. Fakta ini menunjukkan betapa berharganya produk tersebut pada masa itu.

Taman ini juga memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat produksi, terdapat area untuk beristirahat dan tempat ibadah kecil. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan spiritual masyarakat Pompeii.

Restorasi Garden of Hercules tidak hanya menghidupkan kembali keindahan visual. Lebih dari itu, taman ini membuka pemahaman baru tentang hubungan manusia dengan alam di masa lalu. Dari bunga hingga sistem air, semua mencerminkan kecerdasan dan kepekaan manusia terhadap lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia

Arkeologi Dunia Parfum Alami Penemuan Bersejarah Sejarah Pompeii Taman Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
Next Article BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026
Paling Sering Dibaca

Letkis, Tarian Finlandia yang Sempat Disangka Ritual Yahudi

Kroscek Ericka

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?

Perspektif Alfi Salamah

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

Perspektif Udex Mundzir

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi