Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 10 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Sejarah kecil sering menyimpan makna yang paling dalam.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Lingkungan
Pompeii
Wadah yang berfungsi sebagai penampung cadangan air (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak tersembunyi sering kali hadir dalam bentuk yang nyaris tak terlihat. Bukan bangunan besar, bukan pula patung megah. Namun justru dari serpihan kecil seperti serbuk sari dan fosil tanaman, kisah masa lalu bisa terkuak dengan jelas. Inilah yang terjadi di kota kuno Pompeii, ketika penelitian botani membuka perspektif baru tentang kehidupan masyarakatnya.

Fenomena ini bermula sejak tahun 1950-an. Seorang ahli botani bernama Wilhelmina Jashemski berhasil mengidentifikasi sisa-sisa tanaman yang terkubur. Temuan tersebut mengungkap fakta penting. Pompeii ternyata bukan sekadar kota kuno biasa.

Kawasan ini dipenuhi taman hijau yang tertata rapi. Bahkan, keberadaan taman menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Kini, upaya restorasi menghidupkan kembali lanskap yang sempat hilang itu. Berdasarkan laporan Smithsonian Magazine, taman tersebut telah direkonstruksi mendekati kondisi aslinya. Ribuan bunga mawar ditanam kembali.

Tanaman seperti ruscus, violet, hingga pohon ceri turut memperkaya suasana. Hasilnya, taman tersebut menghadirkan kembali nuansa alami yang pernah ada ribuan tahun lalu.

Baca Juga:
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023

“Pompeii dipenuhi taman, dan mereka sangat penting untuk memahami kota ini,” ungkap Gabriel Zuchtriegel. Ia menjelaskan bahwa vegetasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari identitas kota kuno tersebut. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa arkeologi tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang lingkungan hidup masa lalu.

Sejarah kelam Pompeii sendiri terjadi pada tahun 79 M. Letusan Gunung Vesuvius menimbun kota ini dengan abu vulkanik. Sekitar 2.000 penduduk kehilangan nyawa. Namun di balik tragedi itu, kondisi kota justru terawetkan dengan sangat baik. Hal ini memungkinkan para arkeolog mempelajari detail kehidupan masa lampau secara mendalam.

Salah satu area yang kini menarik perhatian adalah Garden of Hercules. Taman ini diyakini sebagai bagian dari tempat pembuatan parfum kuno sejak abad ke-3 SM. Penemuan wadah kaca dan terakota menjadi bukti penting. Wadah tersebut kemungkinan digunakan untuk menyimpan salep berbahan esensi bunga.

Lebih menarik lagi, para peneliti menemukan sistem irigasi yang canggih untuk zamannya. Air dialirkan melalui lubang di dinding dan mengalir ke saluran di sekitar tanaman. Tempayan tanah liat besar, atau dolia, digunakan untuk menyimpan air. Sistem ini menunjukkan bahwa pengelolaan taman sudah sangat terencana dan efisien.

“Jika tukang kebun membutuhkan air tambahan, mereka bisa mengambilnya dari dolia,” jelas Maurizio Bartolini. Ia juga menduga taman ini menjadi tempat eksperimen aroma parfum. Bunga-bunga yang ditanam kemungkinan diolah untuk menciptakan wangi baru.

Artikel Terkait:
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • Gubernur Elisa Sebut Warga Tolak Penutupan Tambang Nikel Gag
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan

Namun, produksi parfum pada masa itu tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 2.000 bunga mawar hanya untuk menghasilkan satu sendok teh parfum. Selain itu, aromanya tidak bertahan lama. Parfum harus digunakan dalam waktu kurang dari satu minggu. Fakta ini menunjukkan betapa berharganya produk tersebut pada masa itu.

Taman ini juga memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat produksi, terdapat area untuk beristirahat dan tempat ibadah kecil. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan spiritual masyarakat Pompeii.

Restorasi Garden of Hercules tidak hanya menghidupkan kembali keindahan visual. Lebih dari itu, taman ini membuka pemahaman baru tentang hubungan manusia dengan alam di masa lalu. Dari bunga hingga sistem air, semua mencerminkan kecerdasan dan kepekaan manusia terhadap lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI

Arkeologi Dunia Parfum Alami Penemuan Bersejarah Sejarah Pompeii Taman Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
Next Article BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

Informasi lainnya

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Belajar Ikhlas

Islami Syamril Al-Bugisyi

Kegaduhan yang Disengaja

Editorial Udex Mundzir

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah15 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi