Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 18 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Sejarah kecil sering menyimpan makna yang paling dalam.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Lingkungan
Pompeii
Wadah yang berfungsi sebagai penampung cadangan air (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak tersembunyi sering kali hadir dalam bentuk yang nyaris tak terlihat. Bukan bangunan besar, bukan pula patung megah. Namun justru dari serpihan kecil seperti serbuk sari dan fosil tanaman, kisah masa lalu bisa terkuak dengan jelas. Inilah yang terjadi di kota kuno Pompeii, ketika penelitian botani membuka perspektif baru tentang kehidupan masyarakatnya.

Fenomena ini bermula sejak tahun 1950-an. Seorang ahli botani bernama Wilhelmina Jashemski berhasil mengidentifikasi sisa-sisa tanaman yang terkubur. Temuan tersebut mengungkap fakta penting. Pompeii ternyata bukan sekadar kota kuno biasa.

Kawasan ini dipenuhi taman hijau yang tertata rapi. Bahkan, keberadaan taman menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Kini, upaya restorasi menghidupkan kembali lanskap yang sempat hilang itu. Berdasarkan laporan Smithsonian Magazine, taman tersebut telah direkonstruksi mendekati kondisi aslinya. Ribuan bunga mawar ditanam kembali.

Tanaman seperti ruscus, violet, hingga pohon ceri turut memperkaya suasana. Hasilnya, taman tersebut menghadirkan kembali nuansa alami yang pernah ada ribuan tahun lalu.

Baca Juga:
  • Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia

“Pompeii dipenuhi taman, dan mereka sangat penting untuk memahami kota ini,” ungkap Gabriel Zuchtriegel. Ia menjelaskan bahwa vegetasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari identitas kota kuno tersebut. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa arkeologi tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang lingkungan hidup masa lalu.

Sejarah kelam Pompeii sendiri terjadi pada tahun 79 M. Letusan Gunung Vesuvius menimbun kota ini dengan abu vulkanik. Sekitar 2.000 penduduk kehilangan nyawa. Namun di balik tragedi itu, kondisi kota justru terawetkan dengan sangat baik. Hal ini memungkinkan para arkeolog mempelajari detail kehidupan masa lampau secara mendalam.

Salah satu area yang kini menarik perhatian adalah Garden of Hercules. Taman ini diyakini sebagai bagian dari tempat pembuatan parfum kuno sejak abad ke-3 SM. Penemuan wadah kaca dan terakota menjadi bukti penting. Wadah tersebut kemungkinan digunakan untuk menyimpan salep berbahan esensi bunga.

Lebih menarik lagi, para peneliti menemukan sistem irigasi yang canggih untuk zamannya. Air dialirkan melalui lubang di dinding dan mengalir ke saluran di sekitar tanaman. Tempayan tanah liat besar, atau dolia, digunakan untuk menyimpan air. Sistem ini menunjukkan bahwa pengelolaan taman sudah sangat terencana dan efisien.

“Jika tukang kebun membutuhkan air tambahan, mereka bisa mengambilnya dari dolia,” jelas Maurizio Bartolini. Ia juga menduga taman ini menjadi tempat eksperimen aroma parfum. Bunga-bunga yang ditanam kemungkinan diolah untuk menciptakan wangi baru.

Artikel Terkait:
  • BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat hingga 7 Februari
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup

Namun, produksi parfum pada masa itu tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 2.000 bunga mawar hanya untuk menghasilkan satu sendok teh parfum. Selain itu, aromanya tidak bertahan lama. Parfum harus digunakan dalam waktu kurang dari satu minggu. Fakta ini menunjukkan betapa berharganya produk tersebut pada masa itu.

Taman ini juga memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat produksi, terdapat area untuk beristirahat dan tempat ibadah kecil. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan spiritual masyarakat Pompeii.

Restorasi Garden of Hercules tidak hanya menghidupkan kembali keindahan visual. Lebih dari itu, taman ini membuka pemahaman baru tentang hubungan manusia dengan alam di masa lalu. Dari bunga hingga sistem air, semua mencerminkan kecerdasan dan kepekaan manusia terhadap lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam
  • Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

Arkeologi Dunia Parfum Alami Penemuan Bersejarah Sejarah Pompeii Taman Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
Next Article BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

Informasi lainnya

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Evolusi Kecerdasan Buatan: Sejarah, Tokoh Penting, dan Masa Depan

Techno Udex Mundzir

Indosat Transformasi Jadi TechCo, Fokus Kembangkan AI dan Jangkau Daerah Rural

Techno Assyifa

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Editorial Udex Mundzir

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Profil Adit Musthofa
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa10 April 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi