Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 9 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

Sejarah kecil sering menyimpan makna yang paling dalam.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Lingkungan
Pompeii
Wadah yang berfungsi sebagai penampung cadangan air (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak tersembunyi sering kali hadir dalam bentuk yang nyaris tak terlihat. Bukan bangunan besar, bukan pula patung megah. Namun justru dari serpihan kecil seperti serbuk sari dan fosil tanaman, kisah masa lalu bisa terkuak dengan jelas. Inilah yang terjadi di kota kuno Pompeii, ketika penelitian botani membuka perspektif baru tentang kehidupan masyarakatnya.

Fenomena ini bermula sejak tahun 1950-an. Seorang ahli botani bernama Wilhelmina Jashemski berhasil mengidentifikasi sisa-sisa tanaman yang terkubur. Temuan tersebut mengungkap fakta penting. Pompeii ternyata bukan sekadar kota kuno biasa.

Kawasan ini dipenuhi taman hijau yang tertata rapi. Bahkan, keberadaan taman menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Kini, upaya restorasi menghidupkan kembali lanskap yang sempat hilang itu. Berdasarkan laporan Smithsonian Magazine, taman tersebut telah direkonstruksi mendekati kondisi aslinya. Ribuan bunga mawar ditanam kembali.

Tanaman seperti ruscus, violet, hingga pohon ceri turut memperkaya suasana. Hasilnya, taman tersebut menghadirkan kembali nuansa alami yang pernah ada ribuan tahun lalu.

Baca Juga:
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah

“Pompeii dipenuhi taman, dan mereka sangat penting untuk memahami kota ini,” ungkap Gabriel Zuchtriegel. Ia menjelaskan bahwa vegetasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari identitas kota kuno tersebut. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa arkeologi tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang lingkungan hidup masa lalu.

Sejarah kelam Pompeii sendiri terjadi pada tahun 79 M. Letusan Gunung Vesuvius menimbun kota ini dengan abu vulkanik. Sekitar 2.000 penduduk kehilangan nyawa. Namun di balik tragedi itu, kondisi kota justru terawetkan dengan sangat baik. Hal ini memungkinkan para arkeolog mempelajari detail kehidupan masa lampau secara mendalam.

Salah satu area yang kini menarik perhatian adalah Garden of Hercules. Taman ini diyakini sebagai bagian dari tempat pembuatan parfum kuno sejak abad ke-3 SM. Penemuan wadah kaca dan terakota menjadi bukti penting. Wadah tersebut kemungkinan digunakan untuk menyimpan salep berbahan esensi bunga.

Lebih menarik lagi, para peneliti menemukan sistem irigasi yang canggih untuk zamannya. Air dialirkan melalui lubang di dinding dan mengalir ke saluran di sekitar tanaman. Tempayan tanah liat besar, atau dolia, digunakan untuk menyimpan air. Sistem ini menunjukkan bahwa pengelolaan taman sudah sangat terencana dan efisien.

“Jika tukang kebun membutuhkan air tambahan, mereka bisa mengambilnya dari dolia,” jelas Maurizio Bartolini. Ia juga menduga taman ini menjadi tempat eksperimen aroma parfum. Bunga-bunga yang ditanam kemungkinan diolah untuk menciptakan wangi baru.

Artikel Terkait:
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • Gubernur Elisa Sebut Warga Tolak Penutupan Tambang Nikel Gag
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

Namun, produksi parfum pada masa itu tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 2.000 bunga mawar hanya untuk menghasilkan satu sendok teh parfum. Selain itu, aromanya tidak bertahan lama. Parfum harus digunakan dalam waktu kurang dari satu minggu. Fakta ini menunjukkan betapa berharganya produk tersebut pada masa itu.

Taman ini juga memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat produksi, terdapat area untuk beristirahat dan tempat ibadah kecil. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan spiritual masyarakat Pompeii.

Restorasi Garden of Hercules tidak hanya menghidupkan kembali keindahan visual. Lebih dari itu, taman ini membuka pemahaman baru tentang hubungan manusia dengan alam di masa lalu. Dari bunga hingga sistem air, semua mencerminkan kecerdasan dan kepekaan manusia terhadap lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Arkeologi Dunia Parfum Alami Penemuan Bersejarah Sejarah Pompeii Taman Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
Next Article BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

Informasi lainnya

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Obsesi IQ yang Keliru Arah

Editorial Udex Mundzir

Salam, Rahmat dan Berkah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi