Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 3 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Fenomena lonjakan ikan sapu-sapu di sungai Jakarta picu kekhawatiran karena berdampak serius pada ekosistem perairan.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 April 2026 Lingkungan
Ikan sapu-sapu invasif
Ikan Sapu-Sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kemunculan ikan sapu-sapu yang memenuhi aliran sungai di kawasan Bundaran HI menjadi sorotan publik. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga memicu kekhawatiran pemerintah karena dampaknya terhadap keseimbangan lingkungan perairan di ibu kota.

Dalam beberapa waktu terakhir, populasi ikan sapu-sapu terlihat mendominasi aliran sungai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) pun bergerak cepat menangani kondisi tersebut dengan melakukan penangkapan dan pemusnahan ikan yang dianggap sebagai spesies invasif.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun.

“Sebelumnya harus dipastikan sudah mati dulu baru dikubur. Karena ikan tersebut mempunyai kemampuan tinggi untuk bertahan hidup jadi dipastikan dulu mati baru dikubur,” ujar Hasudungan, belum lama ini.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga meminta agar operasi pembersihan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan di Jakarta Pusat, tetapi diperluas ke seluruh wilayah ibu kota yang terdampak.

Baca Juga:
  • AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat

“Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi,” kata Pramono.

Ikan sapu-sapu sendiri dikenal sebagai spesies yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya dari Sungai Amazon. Kehadirannya di Indonesia diduga melalui ikan hias akuarium yang kemudian dilepas ke perairan bebas. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat dan mulai mendominasi habitat baru.

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif adalah kemampuannya berkembang biak dengan cepat. Dalam satu periode bertelur, ikan betina dapat menghasilkan ribuan telur, sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Selain itu, ikan ini juga mampu bertahan di berbagai kondisi perairan, termasuk yang tercemar. Sebagai pemakan dasar, ikan sapu-sapu kerap mengonsumsi material di dasar sungai yang mengandung polutan. Akibatnya, tubuh ikan ini dapat menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, hingga arsenik.

Artikel Terkait:
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kandungan logam berat dalam daging ikan ini cukup tinggi, terutama di perairan yang tercemar.

Tak hanya itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga berdampak pada ekosistem. Mereka dapat mendominasi perairan dan mengalahkan ikan lokal dalam mendapatkan makanan. Hal ini berpotensi merusak rantai makanan dan menurunkan keanekaragaman hayati di sungai.

Dengan berbagai dampak tersebut, pemerintah terus berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu agar tidak semakin meluas. Penanganan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman spesies invasif.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci
  • Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla
  • Indonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem lokal.

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu Sapu Lingkungan Hidup Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
Next Article Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Informasi lainnya

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Profil Adit Musthofa

Siapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?

Editorial Udex Mundzir

Luangkan Waktu untuk Ngobrol, Bikin Istri Bahagia

Happy Silva

TikTok & Konten Viral

Perspektif Alfi Salamah

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi