Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Fenomena lonjakan ikan sapu-sapu di sungai Jakarta picu kekhawatiran karena berdampak serius pada ekosistem perairan.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 April 2026 Lingkungan
Ikan sapu-sapu invasif
Ikan Sapu-Sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kemunculan ikan sapu-sapu yang memenuhi aliran sungai di kawasan Bundaran HI menjadi sorotan publik. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga memicu kekhawatiran pemerintah karena dampaknya terhadap keseimbangan lingkungan perairan di ibu kota.

Dalam beberapa waktu terakhir, populasi ikan sapu-sapu terlihat mendominasi aliran sungai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) pun bergerak cepat menangani kondisi tersebut dengan melakukan penangkapan dan pemusnahan ikan yang dianggap sebagai spesies invasif.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun.

“Sebelumnya harus dipastikan sudah mati dulu baru dikubur. Karena ikan tersebut mempunyai kemampuan tinggi untuk bertahan hidup jadi dipastikan dulu mati baru dikubur,” ujar Hasudungan, belum lama ini.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga meminta agar operasi pembersihan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan di Jakarta Pusat, tetapi diperluas ke seluruh wilayah ibu kota yang terdampak.

Baca Juga:
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Kamchatka
  • Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

“Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi,” kata Pramono.

Ikan sapu-sapu sendiri dikenal sebagai spesies yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya dari Sungai Amazon. Kehadirannya di Indonesia diduga melalui ikan hias akuarium yang kemudian dilepas ke perairan bebas. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat dan mulai mendominasi habitat baru.

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif adalah kemampuannya berkembang biak dengan cepat. Dalam satu periode bertelur, ikan betina dapat menghasilkan ribuan telur, sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Selain itu, ikan ini juga mampu bertahan di berbagai kondisi perairan, termasuk yang tercemar. Sebagai pemakan dasar, ikan sapu-sapu kerap mengonsumsi material di dasar sungai yang mengandung polutan. Akibatnya, tubuh ikan ini dapat menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, hingga arsenik.

Artikel Terkait:
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang
  • BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kandungan logam berat dalam daging ikan ini cukup tinggi, terutama di perairan yang tercemar.

Tak hanya itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga berdampak pada ekosistem. Mereka dapat mendominasi perairan dan mengalahkan ikan lokal dalam mendapatkan makanan. Hal ini berpotensi merusak rantai makanan dan menurunkan keanekaragaman hayati di sungai.

Dengan berbagai dampak tersebut, pemerintah terus berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu agar tidak semakin meluas. Penanganan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman spesies invasif.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem lokal.

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu Sapu Lingkungan Hidup Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
Next Article Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Dampak Psikologis Nama Umum di Indonesia

Daily Tips Assyifa

PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Editorial Udex Mundzir

Kosakata Hari yang Jarang Diketahui Masyarakat

Daily Tips Udex Mundzir

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi