Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Fenomena lonjakan ikan sapu-sapu di sungai Jakarta picu kekhawatiran karena berdampak serius pada ekosistem perairan.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 April 2026 Lingkungan
Ikan sapu-sapu invasif
Ikan Sapu-Sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kemunculan ikan sapu-sapu yang memenuhi aliran sungai di kawasan Bundaran HI menjadi sorotan publik. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga memicu kekhawatiran pemerintah karena dampaknya terhadap keseimbangan lingkungan perairan di ibu kota.

Dalam beberapa waktu terakhir, populasi ikan sapu-sapu terlihat mendominasi aliran sungai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) pun bergerak cepat menangani kondisi tersebut dengan melakukan penangkapan dan pemusnahan ikan yang dianggap sebagai spesies invasif.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun.

“Sebelumnya harus dipastikan sudah mati dulu baru dikubur. Karena ikan tersebut mempunyai kemampuan tinggi untuk bertahan hidup jadi dipastikan dulu mati baru dikubur,” ujar Hasudungan, belum lama ini.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga meminta agar operasi pembersihan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan di Jakarta Pusat, tetapi diperluas ke seluruh wilayah ibu kota yang terdampak.

Baca Juga:
  • Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

“Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi,” kata Pramono.

Ikan sapu-sapu sendiri dikenal sebagai spesies yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya dari Sungai Amazon. Kehadirannya di Indonesia diduga melalui ikan hias akuarium yang kemudian dilepas ke perairan bebas. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat dan mulai mendominasi habitat baru.

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif adalah kemampuannya berkembang biak dengan cepat. Dalam satu periode bertelur, ikan betina dapat menghasilkan ribuan telur, sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Selain itu, ikan ini juga mampu bertahan di berbagai kondisi perairan, termasuk yang tercemar. Sebagai pemakan dasar, ikan sapu-sapu kerap mengonsumsi material di dasar sungai yang mengandung polutan. Akibatnya, tubuh ikan ini dapat menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, hingga arsenik.

Artikel Terkait:
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kandungan logam berat dalam daging ikan ini cukup tinggi, terutama di perairan yang tercemar.

Tak hanya itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga berdampak pada ekosistem. Mereka dapat mendominasi perairan dan mengalahkan ikan lokal dalam mendapatkan makanan. Hal ini berpotensi merusak rantai makanan dan menurunkan keanekaragaman hayati di sungai.

Dengan berbagai dampak tersebut, pemerintah terus berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu agar tidak semakin meluas. Penanganan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman spesies invasif.

Jangan Lewatkan:
  • Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem lokal.

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu Sapu Lingkungan Hidup Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
Next Article Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Informasi lainnya

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

19 Oktober 2026

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026
Paling Sering Dibaca

Populer, Bukan Baik: Demokrasi yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

Travel Alfi Salamah

Menjadi Kepala Daerah

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

BRImo: Solusi Keuangan untuk Kuliah di Luar Negeri

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi