Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Potensi El Nino kuat disebut dapat memperpanjang kemarau dan menekan curah hujan di Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Lingkungan
El Nino, Panas ekstrim
Ilustrasi panas ekstrim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cuaca kadang tak datang dengan suara gemuruh, melainkan bisikan panjang yang perlahan mengeringkan bumi. Tahun ini, bisikan itu disebut-sebut sebagai El Nino “Godzilla”, istilah populer yang kembali mengemuka dan memicu kekhawatiran akan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi berpotensi muncul pada periode April hingga Oktober 2026, bertepatan dengan musim kemarau. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan gambaran untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak luas. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat.

Fenomena Pemanasan Laut Pasifik

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan di atas normal. Dalam kondisi biasa, angin pasat mendorong air hangat ke wilayah barat, termasuk Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Namun saat El Nino muncul, angin ini melemah. Air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pertumbuhan awan hujan ikut menjauh dari wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Potensi Hingga Oktober 2026

Sejumlah proyeksi menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sepanjang musim kemarau tahun ini. Peluang kemunculan El Nino meningkat pada periode Juni hingga Agustus 2026, dengan probabilitas yang cukup signifikan.

Baca Juga:
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI
  • Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan
  • Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Meski begitu, kondisi saat ini masih berada dalam fase netral, sehingga potensi tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Dengan kata lain, skenario El Nino kuat hingga Oktober masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Dampak Jika Terjadi Bersamaan IOD

Kekhawatiran meningkat ketika fenomena ini berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya dapat memperparah kondisi kering, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dalam kondisi ini, suhu laut di sekitar Indonesia bagian barat justru mendingin, sehingga pembentukan awan hujan semakin terhambat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan.

Selain itu, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih kering dan suhu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Artikel Terkait:
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski isu El Nino menguat, hujan masih turun di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan Indonesia masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba, di mana pola musim belum merata di seluruh daerah.

Perubahan menuju kemarau tetap mulai terlihat dari kenaikan suhu laut di Pasifik yang perlahan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Pada akhirnya, El Nino “Godzilla” masih berada dalam tahap potensi. Namun, dengan kemungkinan kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap dari menghemat air hingga memantau informasi resmi. Langit mungkin masih menurunkan hujan hari ini, tetapi sinyal perubahan sudah mulai terasa di cakrawala.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Sampah Jadi Energi, Empat Proyek PSEL Dimulai Juni

Cuaca Ekstrem El Nino Kemarau 2026 Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
Next Article Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

19 Oktober 2026

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026
Paling Sering Dibaca

Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Editorial Udex Mundzir

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Editorial Udex Mundzir

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Profil Alfi Salamah

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi