Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Potensi El Nino kuat disebut dapat memperpanjang kemarau dan menekan curah hujan di Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Lingkungan
El Nino, Panas ekstrim
Ilustrasi panas ekstrim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cuaca kadang tak datang dengan suara gemuruh, melainkan bisikan panjang yang perlahan mengeringkan bumi. Tahun ini, bisikan itu disebut-sebut sebagai El Nino “Godzilla”, istilah populer yang kembali mengemuka dan memicu kekhawatiran akan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi berpotensi muncul pada periode April hingga Oktober 2026, bertepatan dengan musim kemarau. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan gambaran untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak luas. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat.

Fenomena Pemanasan Laut Pasifik

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan di atas normal. Dalam kondisi biasa, angin pasat mendorong air hangat ke wilayah barat, termasuk Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Namun saat El Nino muncul, angin ini melemah. Air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pertumbuhan awan hujan ikut menjauh dari wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Potensi Hingga Oktober 2026

Sejumlah proyeksi menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sepanjang musim kemarau tahun ini. Peluang kemunculan El Nino meningkat pada periode Juni hingga Agustus 2026, dengan probabilitas yang cukup signifikan.

Baca Juga:
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil

Meski begitu, kondisi saat ini masih berada dalam fase netral, sehingga potensi tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Dengan kata lain, skenario El Nino kuat hingga Oktober masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Dampak Jika Terjadi Bersamaan IOD

Kekhawatiran meningkat ketika fenomena ini berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya dapat memperparah kondisi kering, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dalam kondisi ini, suhu laut di sekitar Indonesia bagian barat justru mendingin, sehingga pembentukan awan hujan semakin terhambat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan.

Selain itu, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih kering dan suhu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Artikel Terkait:
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski isu El Nino menguat, hujan masih turun di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan Indonesia masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba, di mana pola musim belum merata di seluruh daerah.

Perubahan menuju kemarau tetap mulai terlihat dari kenaikan suhu laut di Pasifik yang perlahan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Pada akhirnya, El Nino “Godzilla” masih berada dalam tahap potensi. Namun, dengan kemungkinan kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap dari menghemat air hingga memantau informasi resmi. Langit mungkin masih menurunkan hujan hari ini, tetapi sinyal perubahan sudah mulai terasa di cakrawala.

Jangan Lewatkan:
  • Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat

Cuaca Ekstrem El Nino Kemarau 2026 Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
Next Article Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih

Perspektif Udex Mundzir

Bahlil Memang Tidak Punya Urat Malu

Editorial Udex Mundzir

Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban

Islami Lina Marlina
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi