Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Potensi El Nino kuat disebut dapat memperpanjang kemarau dan menekan curah hujan di Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Lingkungan
El Nino, Panas ekstrim
Ilustrasi panas ekstrim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cuaca kadang tak datang dengan suara gemuruh, melainkan bisikan panjang yang perlahan mengeringkan bumi. Tahun ini, bisikan itu disebut-sebut sebagai El Nino “Godzilla”, istilah populer yang kembali mengemuka dan memicu kekhawatiran akan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi berpotensi muncul pada periode April hingga Oktober 2026, bertepatan dengan musim kemarau. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan gambaran untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak luas. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat.

Fenomena Pemanasan Laut Pasifik

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan di atas normal. Dalam kondisi biasa, angin pasat mendorong air hangat ke wilayah barat, termasuk Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Namun saat El Nino muncul, angin ini melemah. Air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pertumbuhan awan hujan ikut menjauh dari wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Potensi Hingga Oktober 2026

Sejumlah proyeksi menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sepanjang musim kemarau tahun ini. Peluang kemunculan El Nino meningkat pada periode Juni hingga Agustus 2026, dengan probabilitas yang cukup signifikan.

Baca Juga:
  • Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro

Meski begitu, kondisi saat ini masih berada dalam fase netral, sehingga potensi tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Dengan kata lain, skenario El Nino kuat hingga Oktober masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Dampak Jika Terjadi Bersamaan IOD

Kekhawatiran meningkat ketika fenomena ini berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya dapat memperparah kondisi kering, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dalam kondisi ini, suhu laut di sekitar Indonesia bagian barat justru mendingin, sehingga pembentukan awan hujan semakin terhambat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan.

Selain itu, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih kering dan suhu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Artikel Terkait:
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski isu El Nino menguat, hujan masih turun di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan Indonesia masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba, di mana pola musim belum merata di seluruh daerah.

Perubahan menuju kemarau tetap mulai terlihat dari kenaikan suhu laut di Pasifik yang perlahan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Pada akhirnya, El Nino “Godzilla” masih berada dalam tahap potensi. Namun, dengan kemungkinan kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap dari menghemat air hingga memantau informasi resmi. Langit mungkin masih menurunkan hujan hari ini, tetapi sinyal perubahan sudah mulai terasa di cakrawala.

Jangan Lewatkan:
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci
  • Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru

Cuaca Ekstrem El Nino Kemarau 2026 Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
Next Article Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Perspektif Alfi Salamah

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir

PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Techno Silva

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

Islami Lisda Lisdiawati

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi