Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 8 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Potensi El Nino kuat disebut dapat memperpanjang kemarau dan menekan curah hujan di Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Lingkungan
El Nino, Panas ekstrim
Ilustrasi panas ekstrim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cuaca kadang tak datang dengan suara gemuruh, melainkan bisikan panjang yang perlahan mengeringkan bumi. Tahun ini, bisikan itu disebut-sebut sebagai El Nino “Godzilla”, istilah populer yang kembali mengemuka dan memicu kekhawatiran akan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi berpotensi muncul pada periode April hingga Oktober 2026, bertepatan dengan musim kemarau. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan gambaran untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak luas. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat.

Fenomena Pemanasan Laut Pasifik

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan di atas normal. Dalam kondisi biasa, angin pasat mendorong air hangat ke wilayah barat, termasuk Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Namun saat El Nino muncul, angin ini melemah. Air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pertumbuhan awan hujan ikut menjauh dari wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Potensi Hingga Oktober 2026

Sejumlah proyeksi menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sepanjang musim kemarau tahun ini. Peluang kemunculan El Nino meningkat pada periode Juni hingga Agustus 2026, dengan probabilitas yang cukup signifikan.

Baca Juga:
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut
  • Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang
  • BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Kamchatka

Meski begitu, kondisi saat ini masih berada dalam fase netral, sehingga potensi tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Dengan kata lain, skenario El Nino kuat hingga Oktober masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Dampak Jika Terjadi Bersamaan IOD

Kekhawatiran meningkat ketika fenomena ini berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya dapat memperparah kondisi kering, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dalam kondisi ini, suhu laut di sekitar Indonesia bagian barat justru mendingin, sehingga pembentukan awan hujan semakin terhambat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan.

Selain itu, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih kering dan suhu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Artikel Terkait:
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam
  • Erupsi Semeru Semburkan Awan Panas 7 Km dari Puncak
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski isu El Nino menguat, hujan masih turun di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan Indonesia masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba, di mana pola musim belum merata di seluruh daerah.

Perubahan menuju kemarau tetap mulai terlihat dari kenaikan suhu laut di Pasifik yang perlahan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Pada akhirnya, El Nino “Godzilla” masih berada dalam tahap potensi. Namun, dengan kemungkinan kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap dari menghemat air hingga memantau informasi resmi. Langit mungkin masih menurunkan hujan hari ini, tetapi sinyal perubahan sudah mulai terasa di cakrawala.

Jangan Lewatkan:
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Cuaca Ekstrem El Nino Kemarau 2026 Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
Next Article Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Dunia

Editorial Udex Mundzir

Tanda-Tanda Allah Akan Menaikkan Derajatmu

Islami Assyifa

Serangan Fajar: Hari Tenang yang Tak Tenang

Editorial Udex Mundzir

Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi