Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 5 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Potensi El Nino kuat disebut dapat memperpanjang kemarau dan menekan curah hujan di Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Lingkungan
El Nino, Panas ekstrim
Ilustrasi panas ekstrim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cuaca kadang tak datang dengan suara gemuruh, melainkan bisikan panjang yang perlahan mengeringkan bumi. Tahun ini, bisikan itu disebut-sebut sebagai El Nino “Godzilla”, istilah populer yang kembali mengemuka dan memicu kekhawatiran akan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi berpotensi muncul pada periode April hingga Oktober 2026, bertepatan dengan musim kemarau. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan gambaran untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak luas. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat.

Fenomena Pemanasan Laut Pasifik

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan di atas normal. Dalam kondisi biasa, angin pasat mendorong air hangat ke wilayah barat, termasuk Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Namun saat El Nino muncul, angin ini melemah. Air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pertumbuhan awan hujan ikut menjauh dari wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Potensi Hingga Oktober 2026

Sejumlah proyeksi menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sepanjang musim kemarau tahun ini. Peluang kemunculan El Nino meningkat pada periode Juni hingga Agustus 2026, dengan probabilitas yang cukup signifikan.

Baca Juga:
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat

Meski begitu, kondisi saat ini masih berada dalam fase netral, sehingga potensi tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Dengan kata lain, skenario El Nino kuat hingga Oktober masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Dampak Jika Terjadi Bersamaan IOD

Kekhawatiran meningkat ketika fenomena ini berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya dapat memperparah kondisi kering, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dalam kondisi ini, suhu laut di sekitar Indonesia bagian barat justru mendingin, sehingga pembentukan awan hujan semakin terhambat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan.

Selain itu, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih kering dan suhu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Artikel Terkait:
  • Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski isu El Nino menguat, hujan masih turun di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan Indonesia masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba, di mana pola musim belum merata di seluruh daerah.

Perubahan menuju kemarau tetap mulai terlihat dari kenaikan suhu laut di Pasifik yang perlahan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Pada akhirnya, El Nino “Godzilla” masih berada dalam tahap potensi. Namun, dengan kemungkinan kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap dari menghemat air hingga memantau informasi resmi. Langit mungkin masih menurunkan hujan hari ini, tetapi sinyal perubahan sudah mulai terasa di cakrawala.

Jangan Lewatkan:
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

Cuaca Ekstrem El Nino Kemarau 2026 Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
Next Article Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat

Islami Ericka

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Mengenal Kandungan Gizi Es Krim Vanila

Food Alfi Salamah

Temukan 3 Jam Produktif dalam Seharimu!

Daily Tips Assyifa

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi