Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 5 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang

Studi Global Energy Monitor ungkap peluang pemanfaatan lahan tambang batu bara di Indonesia untuk pengembangan energi surya.
ErickaEricka18 Juni 2025 Lingkungan
Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia
Ilustrasi Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Indonesia berpotensi besar dalam pengembangan energi bersih, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan estimasi kapasitas hingga 59,45 gigawatt (GW) dari lahan bekas tambang batu bara. Temuan ini diungkapkan dalam laporan terbaru Global Energy Monitor (GEM) berjudul “Bright Side of the Mine: Solar’s Opportunity to Reclaim Coal’s Footprint”.

Laporan GEM mencatat sebanyak 446 tambang batu bara seluas total 5.820 kilometer persegi di dunia yang memiliki potensi untuk konversi menjadi lahan PLTS. Dari angka tersebut, Indonesia memiliki salah satu potensi terbesar dengan luas lahan tambang mencapai 1.190 kilometer persegi, mencakup 26 lokasi yang diperkirakan akan berhenti beroperasi pada 2030.

Manajer Proyek Energy Transition Tracker GEM, Cheng Cheng Wu, mengatakan bahwa peralihan dari tambang batu bara ke energi surya adalah bagian dari transisi energi global yang semakin mendesak. “Penggunaan kembali tambang untuk pengembangan tenaga surya menawarkan peluang langka untuk menyatukan pemulihan lahan, penciptaan lapangan kerja lokal, dan penggunaan energi bersih dalam satu strategi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga:
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Daerah dengan potensi terbesar di Indonesia antara lain Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, wilayah yang diperkirakan akan mengalami penghentian aktivitas pertambangan dalam lima tahun mendatang.

Sebagai bagian dari langkah konkret, PT Bukit Asam Tbk telah menyampaikan rencana pembangunan PLTS di tiga lahan bekas tambangnya: 200 MW di Sumatera Barat, 200 MW di Sumatera Selatan, dan 30 MW di Kalimantan Timur.

Pengembangan PLTS di bekas tambang bukan hanya bertujuan memenuhi target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada 2060, tetapi juga berdampak ekonomi. GEM memperkirakan langkah ini dapat menciptakan sekitar 259.700 pekerjaan permanen dan 317.500 pekerjaan konstruksi, jumlah yang melampaui tenaga kerja sektor batu bara yang diperkirakan akan berkurang hingga 2035.

Artikel Terkait:
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro
  • Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Transformasi ini merupakan strategi ganda yang menggabungkan pemulihan lingkungan pascatambang dengan misi penyediaan energi terbarukan dan penciptaan lapangan kerja lokal secara berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI
  • DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
Batu bara Global Energy Monitor Netral Karbon 2060 PLTS Bekas Tambang Transisi Energi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
Next Article BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR

Informasi lainnya

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Editorial Udex Mundzir

Pepaya Callina: Manis, Padat, dan Bukan dari California

Food Assyifa

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi