Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang

Studi Global Energy Monitor ungkap peluang pemanfaatan lahan tambang batu bara di Indonesia untuk pengembangan energi surya.
ErickaEricka18 Juni 2025 Lingkungan
Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia
Ilustrasi Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Indonesia berpotensi besar dalam pengembangan energi bersih, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan estimasi kapasitas hingga 59,45 gigawatt (GW) dari lahan bekas tambang batu bara. Temuan ini diungkapkan dalam laporan terbaru Global Energy Monitor (GEM) berjudul “Bright Side of the Mine: Solar’s Opportunity to Reclaim Coal’s Footprint”.

Laporan GEM mencatat sebanyak 446 tambang batu bara seluas total 5.820 kilometer persegi di dunia yang memiliki potensi untuk konversi menjadi lahan PLTS. Dari angka tersebut, Indonesia memiliki salah satu potensi terbesar dengan luas lahan tambang mencapai 1.190 kilometer persegi, mencakup 26 lokasi yang diperkirakan akan berhenti beroperasi pada 2030.

Manajer Proyek Energy Transition Tracker GEM, Cheng Cheng Wu, mengatakan bahwa peralihan dari tambang batu bara ke energi surya adalah bagian dari transisi energi global yang semakin mendesak. “Penggunaan kembali tambang untuk pengembangan tenaga surya menawarkan peluang langka untuk menyatukan pemulihan lahan, penciptaan lapangan kerja lokal, dan penggunaan energi bersih dalam satu strategi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga:
  • DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini
  • Ancaman Karhutla Masih Tinggi, BMKG Minta Satgas Siaga hingga Agustus
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Daerah dengan potensi terbesar di Indonesia antara lain Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, wilayah yang diperkirakan akan mengalami penghentian aktivitas pertambangan dalam lima tahun mendatang.

Sebagai bagian dari langkah konkret, PT Bukit Asam Tbk telah menyampaikan rencana pembangunan PLTS di tiga lahan bekas tambangnya: 200 MW di Sumatera Barat, 200 MW di Sumatera Selatan, dan 30 MW di Kalimantan Timur.

Pengembangan PLTS di bekas tambang bukan hanya bertujuan memenuhi target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada 2060, tetapi juga berdampak ekonomi. GEM memperkirakan langkah ini dapat menciptakan sekitar 259.700 pekerjaan permanen dan 317.500 pekerjaan konstruksi, jumlah yang melampaui tenaga kerja sektor batu bara yang diperkirakan akan berkurang hingga 2035.

Artikel Terkait:
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD

Transformasi ini merupakan strategi ganda yang menggabungkan pemulihan lingkungan pascatambang dengan misi penyediaan energi terbarukan dan penciptaan lapangan kerja lokal secara berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
Batu bara Global Energy Monitor Netral Karbon 2060 PLTS Bekas Tambang Transisi Energi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
Next Article BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Isu, Skandal, dan Politik Panggung

Editorial Udex Mundzir

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Biografi Alfi Salamah

Hukum Jual Beli Emas Digital dalam Islam

Bisnis Ericka

7 Cara Efektif Mempromosikan WhatsApp Channel

Techno Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi