Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengeluarkan rencana besar-besaran untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari industri listrik AS, dan langkah ini dianggap sebagai salah satu upaya terbesar dalam mendekarbonisasi ekonomi dan melawan perubahan iklim.
Dexpert CorpDexpert Corp12 Mei 2023 Lingkungan
pltu tanjung jati b
PLTU Tanjung Jati B (Dok. PLN)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menurut Badan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Amerika Serikat (AS) yang menggunakan batu bara pada tahun 2050 diperkirakan akan turun lebih dari setengah dari kapasitas pada tahun 2022. Penurunan ini terjadi sebagai hasil dari penerapan peraturan lingkungan yang baru.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengeluarkan rencana besar-besaran untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari industri listrik AS, dan langkah ini dianggap sebagai salah satu upaya terbesar dalam mendekarbonisasi ekonomi dan melawan perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam EIA’s Annual Energy Outlook 2023, tiga skenario dengan berbagai biaya teknologi nol karbon memproyeksikan bahwa kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara akan turun sebesar 52% hingga 88% menjadi antara 97 Giga Watt (GW) dan 23 GW pada pertengahan abad ini.

“Ketiga kasus tersebut mencerminkan undang-undang dan peraturan yang diadopsi hingga pertengahan November, termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA) 2022, yang memberikan kredit pajak untuk teknologi tanpa emisi,” kata EIA, dikutip dari Reuters, Jumat (12/05/2023).

Prakiraan tersebut tidak memperhitungkan proposal untuk membatasi berapa banyak pembangkit listrik karbon dioksida, sumber lebih dari seperempat emisi AS, yang dapat dibuang ke atmosfer.

Baca Juga:
  • Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil

Rencana tersebut akan membutuhkan pembangkit batu bara yang beroperasi melewati tahun 2040 untuk memasang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) mulai tahun 2030. Pembangkit yang ditutup antara tahun 2035 dan 2040 akan diminta untuk melakukan pembakaran bersama dengan 40% gas pada tahun 2030.

Badan Perlindungan Lingkungan memproyeksikan rencana tersebut akan mengurangi emisi dari pembangkit batu bara dan pembangkit gas baru sebesar 617 juta ton antara tahun 2028 dan 2042, setara dengan pengurangan emisi tahunan 137 juta kendaraan penumpang.

EIA memproyeksikan bahwa kapasitas gabungan dari matahari dan angin akan meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2050, menghasilkan antara 40% dan 69% dari pembangkit listrik AS.

Sementara batu bara masih akan menyediakan antara 1% dan 8% listrik pada tahun 2050, karena kemampuannya beroperasi sepanjang waktu tanpa bergantung pada ketersediaan sinar matahari atau angin.

Perlu diketahui, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia pada 2022 mencapai 81,2 Giga Watt (GW). Adapun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tercatat mencapai 42,1 GW.

Sementara pembangkit lainnya yakni pembangkit gas (PLTG) 21,6 GW, pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) 12,5 GW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 5 GW.

Seperti diketahui, AS dan negara-negara maju tergabung dalam G7 juga meminta Indonesia untuk meninggalkan batu bara. Adapun insentif yang akan diberikan kepada Indonesia untuk meninggalkan batu bara yakni melalui komitmen pendanaan US$ 20 miliar atau sekitar Rp 294,3 triliun (asumsi kurs Rp 14.718 per US$).

Komitmen pendanaan ini diberikan melalui inisiatif Just Energy Transition Partnership (JETP).

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI

Program JETP ini utamanya dipimpin oleh Amerika Serikat dan Jepang. Komitmen pendanaan transisi energi ini dilontarkan Presiden AS Joe Biden pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022).

Namun sayangnya, hingga kini komitmen pendanaan tersebut belum juga cair.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan bahwa dari komitmen dana US$ 20 miliar tersebut, hingga kini belum ada sepeserpun yang diberikan ke Indonesia.

“Belum ada,” jawab Dadan saat ditanya sudah berapa dana yang diberikan kepada Indonesia dari program JETP AS tersebut, saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Di kesempatan berbeda, Dadan pun menyebut bahwa Indonesia masih meminta dukungan nyata dari program JETP tersebut, seperti pinjaman komersial.

“JETP masih terus dilakukan pembahasan, khususnya terkait komitmen pendanaan. Indonesia menginginkan support yang lebih riil, tidak business as usual, misalkan melalui commercial loan,” ungkap Dadan kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/3/2023).

Seperti diketahui, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022), Presiden AS Joe Biden mengatakan, komitmen US$ 20 miliar ini dalam rangka mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) d
Source linkan mendukung percepatan transisi energi melalui penghentian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

Jangan Lewatkan:
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Gubernur Elisa Sebut Warga Tolak Penutupan Tambang Nikel Gag

“Kami dengan Indonesia dan Jepang bersama-sama menciptakan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE). Bersama kita memobilisasi US$ 20 miliar dalam pengembangan EBT dan mendukung transisi energi untuk menjauhi batu bara US$ 20 miliar ambisi institusi keuangan untuk transisi energi yang bisa dirasakan dampaknya untuk dunia,” tuturnya saat KTT G20 di Bali, Selasa (15/11/2022).

Biden mengatakan, ini juga bisa digunakan untuk mendorong proyek berbasis energi terbarukan seperti mendukung pengembangan kendaraan listrik dan teknologi.

“Ini juga bisa menciptakan lapangan kerja dan bisa berkontribusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim global,” ucapnya.

Amerika Serikat JETP Listrik PLTU Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHMN Antarkan Bacaleg PAN ke KPU Kabupaten Mojokerto
Next Article Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Senyum Sebagai Sedekah yang Bernilai Ibadah

Islami Silva

Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

Perspektif Udex Mundzir

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Islami Alfi Salamah

Tips Mengatasi Demam Setelah Puncak Haji untuk Jamaah

Islami Alfi Salamah

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi