Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Masalah besar sering mengecil ketika pencegahan dimulai dari kebiasaan sederhana.
Alfi SalamahAlfi Salamah30 Agustus 2026 Lingkungan
Warga Jakarta mulai pilah sampah bersama
Ilustrasi Warga Jakarta mulai pilah sampah bersama
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gunung sampah Jakarta kini bukan lagi sekadar persoalan pembuangan di ujung kota. Masalah itu sudah menyentuh pola konsumsi, kebiasaan warga, hingga sistem pengelolaan perkotaan. Karena itu, mengolah sampah saja tidak cukup. Jakarta perlu lebih serius mencegah sampah muncul sejak awal.

Setiap hari, Jakarta menghasilkan sekitar 7.500 hingga 8.000 ton sampah. Sebagian besar selama ini dikirim menuju TPST Bantargebang, Bekasi. Beban tersebut semakin berat karena kapasitas tempat pemrosesan semakin terbatas. Pemerintah bahkan mulai membatasi sampah yang langsung berakhir di sana.

Situasi ini memperlihatkan satu persoalan mendasar. Kota tidak bisa terus mengandalkan pendekatan kumpul, angkut, lalu buang. Sampah perlu ditekan sebelum mencapai tempat pengolahan.

Bantargebang Tidak Bisa Terus Menanggung Beban

TPST Bantargebang telah beroperasi sejak 1989. Kawasannya memiliki luas sekitar 110 hektare. Selama puluhan tahun, tempat tersebut menjadi tujuan utama sampah warga Jakarta.

Tekanan terhadap Bantargebang kembali terlihat pada Minggu (8/3/2026). Longsor terjadi di sekitar Zona 4 dan memengaruhi kegiatan pembuangan sampah. Dampaknya kemudian terasa hingga Jakarta.

Pembatasan pengiriman membuat sampah menumpuk di sejumlah tempat penampungan sementara. Gerobak sampah bahkan sempat mengantre di beberapa kawasan Jakarta Timur.

Kondisi tersebut memberikan pelajaran penting. Ketergantungan terhadap satu tempat pembuangan menciptakan risiko besar.

Ketika aliran menuju Bantargebang terganggu, efeknya cepat menjalar ke berbagai wilayah Jakarta.

Saatnya Beralih dari Mengolah ke Mencegah

Teknologi memang memiliki peran penting dalam menangani sampah. Jakarta mengembangkan fasilitas Refuse Derived Fuel atau RDF. Sampah tertentu dapat diproses menjadi bahan bakar alternatif.

RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas sekitar 800 ton per hari. Pemerintah juga mengembangkan RDF Rorotan di Jakarta Utara. Kapasitasnya ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 ton per hari.

Namun, teknologi pengolahan tetap bekerja setelah sampah tercipta.

Inilah alasan pencegahan perlu ditempatkan di bagian paling depan. Mengurangi barang sekali pakai dapat menekan sampah sejak sumbernya. Memakai kembali barang juga memperpanjang masa penggunaannya.

Kebiasaan membeli makanan secukupnya juga penting. Begitu pula membawa botol minum dan tas belanja sendiri.

Langkah tersebut terdengar sederhana. Namun, dampaknya menjadi besar ketika dilakukan jutaan penduduk secara konsisten.

Baca Juga:
  • Indonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga

Pilah dari Rumah, Jangan Tunggu Menjadi Gunungan

Perubahan juga perlu dimulai dari sampah yang tidak dapat dihindari. Sampah organik dan anorganik sebaiknya tidak dicampurkan sejak rumah.

Sampah organik dapat diarahkan menuju kompos atau pengolahan biologis. Barang bernilai seperti plastik tertentu bisa memasuki jalur daur ulang.

Sementara itu, hanya residu yang benar-benar sulit dimanfaatkan dikirim menuju tempat pemrosesan akhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mendorong perubahan tersebut. Pola lama “kumpul-angkut-buang” mulai diarahkan menjadi “pilah-angkut-olah”.

Mulai Sabtu 1 Agustus 2026 kemarin, transformasi tersebut diperkuat secara bertahap. Bantargebang diarahkan agar semakin banyak menerima residu hasil pengolahan.

“Kalau dulu angkut buang dan ditimbun di Bantargebang, sekarang menjadi pilah, angkut, olah,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Pernyataan itu menggambarkan perubahan besar dalam paradigma pengelolaan sampah Jakarta. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada 2028.

Warga Memegang Peranan Besar

Sistem baru akan sulit berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan aturan. Namun, sampah pertama kali tercipta dari aktivitas sehari-hari.

Kabar positif mulai terlihat dari program pemilahan sampah rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat respons warga menunjukkan tren positif.

Program tersebut mendorong masyarakat memilah sampah sebelum petugas datang mengangkutnya.

Perubahan kebiasaan ini sangat penting. Sampah yang sudah tercampur biasanya lebih sulit dimanfaatkan kembali.

Sebaliknya, pemilahan sejak sumber menjaga material tetap memiliki nilai. Sampah juga lebih mudah diarahkan menuju fasilitas yang sesuai.

Krisis Sampah Juga Masalah Gaya Hidup

Persoalan sampah sering dianggap sebagai tanggung jawab petugas kebersihan. Padahal, akar masalahnya juga berkaitan erat dengan gaya hidup masyarakat.

Semakin tinggi konsumsi, semakin banyak pula kemasan yang digunakan. Tren makanan cepat saji ikut menambah wadah sekali pakai. Belanja daring juga membawa tambahan plastik dan kardus.

Artikel Terkait:
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat
  • BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil

Karena itu, solusi tidak selalu harus datang dari mesin berteknologi tinggi.

Keputusan sederhana saat berbelanja dapat memberikan pengaruh nyata. Memilih produk minim kemasan dapat mengurangi sampah. Menggunakan kembali wadah juga membantu memperpanjang siklus barang.

Masyarakat bahkan bisa mulai mempertanyakan satu hal sebelum membeli sesuatu.

Apakah barang tersebut benar-benar diperlukan?

Pertanyaan sederhana itu merupakan bentuk pencegahan paling awal.

Teknologi Tetap Penting, tetapi Bukan Jawaban Tunggal

Jakarta tetap membutuhkan fasilitas pengolahan yang modern. RDF, pengomposan, bank sampah, dan fasilitas 3R memiliki fungsi berbeda.

Pemprov DKI juga mulai menerapkan controlled landfill secara bertahap di Bantargebang. Langkah tersebut menjadi bagian dari transisi meninggalkan praktik open dumping. Pemerintah menargetkan praktik tersebut berakhir secara menyeluruh pada 2029.

Namun, teknologi mempunyai batas kapasitas.

Jika jumlah sampah terus meningkat, fasilitas baru bisa kembali kewalahan. Kota kemudian terjebak dalam perlombaan antara produksi dan kemampuan mengolah sampah.

Pencegahan memutus siklus tersebut dari hulunya.

Jakarta Bisa Memulai dari Hal Kecil

Krisis sampah sebenarnya membawa kesempatan untuk mengubah wajah Jakarta. Kota dapat membangun budaya baru yang lebih sadar terhadap barang yang dikonsumsi.

Rumah tangga bisa mulai memilah. Restoran dapat mengurangi kemasan sekali pakai. Perkantoran dapat membatasi penggunaan plastik. Produsen juga perlu memikirkan kembali kemasan produknya.

Jangan Lewatkan:
  • DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut

Semua pihak mempunyai bagian dalam perubahan tersebut.

Jakarta tidak mungkin keluar dari krisis sampah hanya dengan memperbesar tempat pembuangan. Kota juga tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada mesin pengolah.

Solusi paling kuat dimulai bahkan sebelum benda disebut sampah.

Ketika masyarakat mengurangi, menggunakan kembali, dan memilah sejak awal, beban kota ikut berkurang. Bantargebang akhirnya dapat berfungsi untuk residu, bukan menampung seluruh jejak konsumsi Jakarta.

Masa depan kota yang lebih bersih bukan hanya dibangun di tempat pengolahan. Masa depan itu dimulai dari keputusan kecil di rumah setiap hari.

Bantargebang Gaya Hidup Hijau Krisis Sampah Jakarta Lingkungan Jakarta Pilah Sampah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?
Next Article Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

Informasi lainnya

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Perspektif Alfi Salamah

Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

Sentralisasi Berkedok Nasionalisme

Editorial Udex Mundzir

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi