Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Ketika dunia dalam genggaman, namun hati tetap terikat pada akhirat.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 Februari 2026 Islami
Kisah teladan Abdurrahman bin Auf
Ilustrasi Abdurrahman Bin Auf (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kisah inspiratif sahabat Nabi banyak mewarnai perjalanan umat Islam hingga hari ini. Salah satu yang paling menarik adalah sosok Abdurrahman bin Auf seorang sahabat yang kaya luar biasa, namun tetap hidup sederhana dan sangat dermawan. Di tengah godaan dunia, ia justru menjadi teladan tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya menyikapi kekayaan.

Pedagang Ulung Sejak Datang ke Madinah

Abdurrahman bin Auf berasal dari kalangan bangsawan Quraisy dan termasuk dalam delapan orang pertama yang memeluk Islam. Saat berhijrah ke Madinah, ia tak membawa harta benda apa pun. Ia bahkan memulai dari nol—tanpa modal, tanpa koneksi, hanya dengan semangat dan keimanan yang kokoh.

Saat tiba di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Rabi’, salah satu sahabat Anshar yang kaya raya. Sa’ad menawarkan setengah dari hartanya kepada Abdurrahman, namun ia menolak dengan halus, seraya berkata: “Tunjukkan padaku di mana pasar.”

Kalimat itu legendaris. Dalam waktu singkat, Abdurrahman sukses berdagang di pasar Madinah dengan kejujuran dan ketekunannya. Ia dikenal tak pernah menipu, tidak menimbun barang, dan selalu mengedepankan etika dalam berbisnis.

Kekayaan yang Melimpah, Derma yang Melebihi Logika

Kekayaan Abdurrahman bin Auf begitu besar hingga disebut-sebut bahwa hartanya bisa memberi makan seluruh penduduk Madinah. Namun yang lebih menakjubkan, ia tidak pernah menahan harta itu untuk dirinya sendiri. Justru sebaliknya ia menjadi orang yang sangat dermawan hingga sulit ditandingi.

Dalam beberapa riwayat disebutkan:

  • Ia menyumbangkan 700 ekor unta penuh muatan dagangan kepada pasukan Islam.
  • Ia pernah mendermakan 40.000 dinar emas sekaligus.
  • Ia menyumbang 500 ekor kuda perang dan 1.500 unta untuk jihad fi sabilillah.

Bahkan ketika meninggal, ia mewariskan harta dalam jumlah besar yang dibagikan kepada para pejuang Badar dan keluarga Nabi.

Yang menarik, ia tidak hidup dalam kemewahan pribadi. Makanannya biasa, pakaiannya sederhana, dan rumahnya tak mencolok. Ia menolak hidup mewah walau semua fasilitas ada padanya.

Baca Juga:
  • 5 Tips Efektif Mengatur Waktu Selama Ramadhan
  • Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
  • Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban
  • Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!

Zuhud di Tengah Kekayaan: Mungkinkah?

Zuhud bukan berarti tidak punya harta. Zuhud artinya tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama hidup. Abdurrahman bin Auf adalah bukti hidup bahwa seseorang bisa sangat kaya, namun tetap zuhud.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam di hari kiamat sebelum ditanya tentang empat hal: tentang hartanya, dari mana ia peroleh, dan ke mana ia belanjakan…” (HR. Tirmidzi)

Abdurrahman bin Auf sangat sadar akan hal ini. Karena itulah, ia menggunakan hartanya untuk membantu kaum miskin, mendukung perjuangan Islam, membebaskan budak, serta merawat keluarga Nabi SAW. Ia takut kekayaannya menjadi beban di akhirat.

Ketika Abdurrahman Menangis di Akhir Hidupnya

Di akhir hayatnya, Abdurrahman bin Auf justru menangis ketika menyadari betapa besar hartanya. Ia khawatir bahwa terlalu banyak hartanya yang belum sempat ia infakkan. Ia berkata: “Aku khawatir semua kenikmatan ini adalah bagian dari balasan yang dipercepat di dunia.”

Tangisan itu menunjukkan betapa dalam rasa takutnya kepada Allah. Ia tak terlena dengan pujian orang, tak merasa bangga dengan kekayaannya, justru semakin takut jika hartanya membuatnya lalai dari akhirat.

Inilah wajah sejati seorang Muslim yang sukses dunia tapi tidak lepas dari nilai-nilai ukhrawi.

Pelajaran Besar di Zaman Kapitalistik

Di zaman sekarang, harta sering jadi tolok ukur keberhasilan, bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Sayangnya, banyak yang kaya tapi tidak peduli pada zakat, enggan berbagi, dan lebih sibuk memamerkan kekayaan daripada menjadikannya ladang pahala.

Artikel Terkait:
  • Tanda-Tanda Allah Akan Menaikkan Derajatmu
  • Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret
  • Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut
  • Petualangan Haji: Masjid Quba sebagai Pintu Gerbang Pertama

Kisah Abdurrahman bin Auf menjadi sangat relevan. Ia menunjukkan bahwa Islam tak melarang kekayaan, bahkan mendorong umatnya untuk sukses dalam bisnis dan ekonomi. Tapi kekayaan itu harus menjadi alat, bukan tujuan.

Bayangkan jika hari ini para konglomerat Muslim memiliki jiwa seperti Abdurrahman bin Auf: tak hanya menyumbang, tapi juga terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan umat, pendidikan, ekonomi, hingga dakwah.

Sosok yang Dirindukan Rasulullah

Rasulullah SAW sangat mencintai Abdurrahman bin Auf. Beliau pernah berkata: “Abdurrahman bin Auf adalah orang yang amanah dan terpercaya di sisi Allah dan Rasul-Nya.”

Ia juga salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga (Asyrah al-Mubasysyirah). Meski demikian, ia tidak pernah menyombongkan status itu. Ia justru lebih takut, lebih tawadhu, dan lebih dermawan dari sebelumnya.

Rasa amanah, rendah hati, dan derma inilah yang menjadikannya sangat dirindukan oleh Rasulullah dan para sahabat. Bahkan Aisyah RA, istri Nabi, pernah berkata bahwa jika ada orang yang bisa menyaingi Abu Bakar dalam kedermawanan, maka itu adalah Abdurrahman bin Auf.

Kaya Boleh, Tapi…

Abdurrahman bin Auf adalah simbol bahwa seorang Muslim bisa sukses dunia tanpa kehilangan arah ke akhirat. Justru dengan hartanya, ia memperjuangkan agama dan membantu ribuan jiwa.

Jangan Lewatkan:
  • Panduan Lengkap Ibadah Qurban: Hukum, Syarat, dan Pelaksanaannya
  • Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!
  • Mengagumkan Kiswah Mengalami Transformasi dalam 10 Fase
  • Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban

Di tengah krisis moral dan ketimpangan ekonomi hari ini, semangat Abdurrahman bin Auf harus dihidupkan kembali. Ia bukan sekadar tokoh sejarah, tapi cermin nilai Islam yang sesungguhnya: kerja keras, kejujuran, dan pengabdian sosial.

Bagi para pengusaha Muslim, pejabat, dan siapa pun yang diberi rezeki lebih, jadikan Abdurrahman bin Auf sebagai teladan. Bukan hanya kaya, tapi juga bermanfaat dan takut kepada Allah.

Abdurrahman Bin Auf Kekayaan Dalam Islam Kisah Teladan Sahabat Nabi Tokoh Muslim Inspiratif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMinuman Ini Redakan Nyeri Haid
Next Article Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

Islami Lisda Lisdiawati

Cerdas Beramal

Islami Syamril Al-Bugisyi

Pepaya Callina: Manis, Padat, dan Bukan dari California

Food Assyifa

Menikmati Kuliner Autentik Khas Turki, Dari Kudapan Manis hingga Minuman Tradisional

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi