Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Sejarah selalu menyimpan jejak bagi mereka yang berani menggali lebih dalam.
Alfi SalamahAlfi Salamah29 Agustus 2026 Saintek
Stonehenge menyimpan jejak peradaban lebih tua
Stonehenge menyimpan jejak peradaban lebih tua
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Misteri batu purba Stonehenge ternyata belum berhenti menghadirkan kejutan bagi dunia. Monumen ikonik di Inggris itu mungkin memiliki hubungan dengan situs lebih tua. Jejak tersebut mengarah ke Waun Mawn, sebuah situs prasejarah di Wales. Dugaan ini membuka cerita menarik tentang perjalanan manusia dan batu ribuan tahun lalu.

Stonehenge berdiri di Dataran Salisbury dan mulai dibangun sekitar 5.000 tahun lalu. Namun, sebagian batunya berasal dari Wales bagian barat. Batu-batu tersebut dikenal sebagai bluestones. Sebagian sumber geologinya berada sekitar 225 kilometer dari Stonehenge. Fakta itu membuat perjalanan batu tersebut menjadi teka-teki besar.

Penelitian yang terbit pada 2021 menawarkan kemungkinan menarik. Tim arkeolog menemukan jejak lingkaran batu di Waun Mawn, Wales barat. Situs itu diperkirakan dibangun sekitar 3000 SM. Usianya sedikit mendahului tahap awal pembangunan Stonehenge.

Waun Mawn kini hanya menyisakan sedikit batu yang masih terlihat. Namun, penggalian menemukan sejumlah lubang bekas tempat batu pernah berdiri. Susunannya diduga pernah membentuk lingkaran berdiameter sekitar 110 meter. Ukuran tersebut menarik karena menyerupai diameter parit luar Stonehenge.

Kesamaan lain ditemukan pada orientasi kedua lokasi. Waun Mawn diduga diarahkan menuju matahari terbit saat titik balik musim panas. Stonehenge juga mempunyai hubungan kuat dengan pergerakan Matahari. Kesamaan itu memunculkan pertanyaan besar bagi para peneliti.

Apakah Stonehenge merupakan penerus gagasan yang lebih dahulu hadir di Wales?

Michael Parker Pearson dari University College London menjadi salah satu peneliti utama. Ia menilai bluestones mungkin memiliki makna mendalam bagi masyarakat Neolitikum.

Baca Juga:
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

“Bluestones pasti dianggap bukan sekadar benda berharga,” kata Parker Pearson.

Menurutnya, batu tersebut mungkin berkaitan dengan identitas dan ingatan terhadap leluhur. Artinya, memindahkan batu bukan sekadar proyek konstruksi besar. Perjalanan itu mungkin juga membawa simbol kehidupan lama menuju tempat baru.

Hipotesis tersebut membuat Stonehenge terasa semakin manusiawi. Bayangkan kelompok masyarakat meninggalkan wilayah asalnya ribuan tahun lalu. Mereka mungkin membawa benda yang memiliki hubungan dengan leluhur. Batu-batu besar itu kemudian menjadi bagian dari kehidupan di tempat baru.

Ada pula petunjuk geologi yang memperkuat hubungan Wales dengan Stonehenge. Banyak bluestones Stonehenge memang diketahui berasal dari kawasan Preseli, Wales barat. Namun, hubungan langsung dengan Waun Mawn masih diperdebatkan para ahli.

Penelitian geologi pada 2022 bahkan menemukan detail penting. Empat batu dolerit yang masih berada di Waun Mawn tidak cocok dengan Stone 62. Batu Stonehenge tersebut berasal dari sumber geologi berbeda di kawasan Preseli. Temuan ini membuat kisah pemindahan batu menjadi lebih rumit.

Arkeolog Timothy Darvill juga mengajukan pandangan lebih berhati-hati pada 2022. Menurutnya, bukti yang tersedia belum cukup memastikan Waun Mawn merupakan lingkaran batu utuh. Ia menawarkan kemungkinan bahwa situs tersebut memiliki beberapa susunan batu lebih kecil.

Perdebatan tersebut justru memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan berkembang. Sebuah teori dapat muncul dari temuan baru. Peneliti lain kemudian menguji, mengkritik, atau menawarkan penjelasan berbeda.

Artikel Terkait:
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

Tim Parker Pearson kemudian memberikan tanggapan dengan bukti tambahan. Mereka menemukan bekas perapian di bagian tengah Waun Mawn. Temuan lain di sekitar perimeter juga dinilai mendukung dugaan lingkaran batu tersebut.

Cerita Waun Mawn juga bersinggungan dengan legenda Inggris kuno. Geoffrey of Monmouth menulis kisah tentang Stonehenge pada abad ke-12. Dalam cerita tersebut, Merlin memindahkan batu dari monumen lain menuju lokasi Stonehenge.

Tentu, penelitian modern tidak membuktikan adanya campur tangan Merlin. Namun, kemiripan antara legenda dan temuan arkeologi tetap terasa menarik. Kisah lama terkadang menyimpan gema peristiwa yang jauh lebih tua.

Sampai sekarang, asal-usul Stonehenge belum sepenuhnya terpecahkan. Hubungan langsung dengan Waun Mawn juga belum menjadi kesimpulan final. Namun, penelitian tersebut memberikan sudut pandang baru tentang masyarakat Neolitikum.

Mereka ternyata mampu mengorganisasi tenaga dalam jumlah besar. Mereka juga memindahkan material berat melintasi jarak sangat jauh. Lebih penting lagi, mereka mungkin membangun monumen berdasarkan identitas bersama.

Jangan Lewatkan:
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

Stonehenge akhirnya bukan hanya cerita mengenai batu-batu raksasa. Monumen itu juga berbicara tentang perjalanan, kenangan, dan hubungan manusia dengan leluhur. Waun Mawn mungkin menjadi salah satu potongan penting dalam teka-teki tersebut.

Semakin banyak tanah digali, semakin panjang pula cerita yang ditemukan. Stonehenge mengingatkan bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar diam. Ia menunggu bukti baru untuk kembali berbicara.

Arkeologi Dunia Misteri Stonehenge Penemuan Sains Sejarah Purba Waun Mawn
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?
Next Article Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja

Editorial Udex Mundzir

Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Travel Alfi Salamah

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!

Islami Alfi Salamah

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi