Misteri batu purba Stonehenge ternyata belum berhenti menghadirkan kejutan bagi dunia. Monumen ikonik di Inggris itu mungkin memiliki hubungan dengan situs lebih tua. Jejak tersebut mengarah ke Waun Mawn, sebuah situs prasejarah di Wales. Dugaan ini membuka cerita menarik tentang perjalanan manusia dan batu ribuan tahun lalu.
Stonehenge berdiri di Dataran Salisbury dan mulai dibangun sekitar 5.000 tahun lalu. Namun, sebagian batunya berasal dari Wales bagian barat. Batu-batu tersebut dikenal sebagai bluestones. Sebagian sumber geologinya berada sekitar 225 kilometer dari Stonehenge. Fakta itu membuat perjalanan batu tersebut menjadi teka-teki besar.
Penelitian yang terbit pada 2021 menawarkan kemungkinan menarik. Tim arkeolog menemukan jejak lingkaran batu di Waun Mawn, Wales barat. Situs itu diperkirakan dibangun sekitar 3000 SM. Usianya sedikit mendahului tahap awal pembangunan Stonehenge.
Waun Mawn kini hanya menyisakan sedikit batu yang masih terlihat. Namun, penggalian menemukan sejumlah lubang bekas tempat batu pernah berdiri. Susunannya diduga pernah membentuk lingkaran berdiameter sekitar 110 meter. Ukuran tersebut menarik karena menyerupai diameter parit luar Stonehenge.
Kesamaan lain ditemukan pada orientasi kedua lokasi. Waun Mawn diduga diarahkan menuju matahari terbit saat titik balik musim panas. Stonehenge juga mempunyai hubungan kuat dengan pergerakan Matahari. Kesamaan itu memunculkan pertanyaan besar bagi para peneliti.
Apakah Stonehenge merupakan penerus gagasan yang lebih dahulu hadir di Wales?
Michael Parker Pearson dari University College London menjadi salah satu peneliti utama. Ia menilai bluestones mungkin memiliki makna mendalam bagi masyarakat Neolitikum.
“Bluestones pasti dianggap bukan sekadar benda berharga,” kata Parker Pearson.
Menurutnya, batu tersebut mungkin berkaitan dengan identitas dan ingatan terhadap leluhur. Artinya, memindahkan batu bukan sekadar proyek konstruksi besar. Perjalanan itu mungkin juga membawa simbol kehidupan lama menuju tempat baru.
Hipotesis tersebut membuat Stonehenge terasa semakin manusiawi. Bayangkan kelompok masyarakat meninggalkan wilayah asalnya ribuan tahun lalu. Mereka mungkin membawa benda yang memiliki hubungan dengan leluhur. Batu-batu besar itu kemudian menjadi bagian dari kehidupan di tempat baru.
Ada pula petunjuk geologi yang memperkuat hubungan Wales dengan Stonehenge. Banyak bluestones Stonehenge memang diketahui berasal dari kawasan Preseli, Wales barat. Namun, hubungan langsung dengan Waun Mawn masih diperdebatkan para ahli.
Penelitian geologi pada 2022 bahkan menemukan detail penting. Empat batu dolerit yang masih berada di Waun Mawn tidak cocok dengan Stone 62. Batu Stonehenge tersebut berasal dari sumber geologi berbeda di kawasan Preseli. Temuan ini membuat kisah pemindahan batu menjadi lebih rumit.
Arkeolog Timothy Darvill juga mengajukan pandangan lebih berhati-hati pada 2022. Menurutnya, bukti yang tersedia belum cukup memastikan Waun Mawn merupakan lingkaran batu utuh. Ia menawarkan kemungkinan bahwa situs tersebut memiliki beberapa susunan batu lebih kecil.
Perdebatan tersebut justru memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan berkembang. Sebuah teori dapat muncul dari temuan baru. Peneliti lain kemudian menguji, mengkritik, atau menawarkan penjelasan berbeda.
Tim Parker Pearson kemudian memberikan tanggapan dengan bukti tambahan. Mereka menemukan bekas perapian di bagian tengah Waun Mawn. Temuan lain di sekitar perimeter juga dinilai mendukung dugaan lingkaran batu tersebut.
Cerita Waun Mawn juga bersinggungan dengan legenda Inggris kuno. Geoffrey of Monmouth menulis kisah tentang Stonehenge pada abad ke-12. Dalam cerita tersebut, Merlin memindahkan batu dari monumen lain menuju lokasi Stonehenge.
Tentu, penelitian modern tidak membuktikan adanya campur tangan Merlin. Namun, kemiripan antara legenda dan temuan arkeologi tetap terasa menarik. Kisah lama terkadang menyimpan gema peristiwa yang jauh lebih tua.
Sampai sekarang, asal-usul Stonehenge belum sepenuhnya terpecahkan. Hubungan langsung dengan Waun Mawn juga belum menjadi kesimpulan final. Namun, penelitian tersebut memberikan sudut pandang baru tentang masyarakat Neolitikum.
Mereka ternyata mampu mengorganisasi tenaga dalam jumlah besar. Mereka juga memindahkan material berat melintasi jarak sangat jauh. Lebih penting lagi, mereka mungkin membangun monumen berdasarkan identitas bersama.
Stonehenge akhirnya bukan hanya cerita mengenai batu-batu raksasa. Monumen itu juga berbicara tentang perjalanan, kenangan, dan hubungan manusia dengan leluhur. Waun Mawn mungkin menjadi salah satu potongan penting dalam teka-teki tersebut.
Semakin banyak tanah digali, semakin panjang pula cerita yang ditemukan. Stonehenge mengingatkan bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar diam. Ia menunggu bukti baru untuk kembali berbicara.
