Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus

Fenomena hujan meteor Perseid dapat diamati dini hari di timur laut dengan syarat cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
ErickaEricka12 Agustus 2025 Saintek
Hujan Meteor Perseid 12–13 Agustus 2025
Ilustrasi Hujan Meteor Perseid (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa hujan meteor Perseid dapat disaksikan di Indonesia pada 12–13 Agustus 2025. Peristiwa ini terjadi setiap tahun saat Bumi melintas di jalur sisa debu komet Swift-Tuttle, yang memicu munculnya meteor di langit malam.

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa fenomena ini aman karena partikel yang memasuki atmosfer Bumi akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan. “Sama sekali tidak berdampak bagi Bumi,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Waktu terbaik untuk mengamati adalah menjelang fajar, menghadap ke arah timur laut. “Syaratnya cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya,” kata Thomas. Namun, ia mengingatkan bahwa cahaya bulan pasca-purnama pada malam tersebut dapat mengurangi jumlah meteor yang terlihat menjadi belasan per jam.

Baca Juga:
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara

Hujan meteor, menurut Thomas, tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang interaksi Bumi dengan benda langit. “Ini memberi pemahaman bahwa Bumi sewaktu-waktu melewati sisa debu komet,” jelasnya.

Peristiwa hujan meteor Perseid umumnya menghasilkan puluhan hingga ratusan meteor per jam pada kondisi ideal. Namun, intensitasnya tahun ini diperkirakan lebih rendah karena pengaruh cahaya bulan. Fenomena ini tetap menjadi salah satu atraksi astronomi paling populer bagi penggemar langit di seluruh dunia.

Artikel Terkait:
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

Selain Perseid, Thomas menyebut ada hujan meteor lain yang terjadi sepanjang tahun, seperti Quadrantid, Lyrid, Eta Aquarid, dan Geminid. Masing-masing memiliki karakteristik dan intensitas berbeda, tergantung sumbernya yang berasal dari komet atau asteroid tertentu.

BRIN mendorong masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan astronomi. Lembaga tersebut juga mengingatkan agar pengamatan dilakukan di lokasi yang minim cahaya buatan agar hasil pengamatan lebih maksimal.

Jangan Lewatkan:
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
BRIN Fenomena Astronomi Hujan Meteor Perseid Observasi Langit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
Next Article Kejari Jaksel Digugat karena Belum Eksekusi Silfester Matutina

Informasi lainnya

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Danantara: Mesin Kapital yang Mengabaikan Darah Palestina

Editorial Udex Mundzir

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Gagasan Ericka

Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter

Argumen Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi