Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Alfi SalamahAlfi Salamah3 Mei 2026 Saintek
Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Ilustrasi Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Harapan hijau kini tumbuh di tengah hamparan pasir yang dulu dikenal ganas. Gurun Taklamakan, yang sering dijuluki “Laut Kematian”, perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar lautan pasir tandus, melainkan kawasan yang mulai menyerap karbon dan memberi harapan baru bagi lingkungan global.

Fenomena ini bukan terjadi secara alami. Sejak 1978, Tiongkok menjalankan proyek ambisius berupa sabuk hijau raksasa. Program ini dikenal sebagai Tembok Hijau Besar atau Great Green Wall. Tujuannya jelas, menahan laju penggurunan yang mengancam lahan pertanian dan permukiman. Pada 2024, proyek ini mencapai tonggak penting dengan terbentuknya sabuk hijau sepanjang lebih dari 3.000 kilometer di sekitar gurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS mengungkap dampak nyata proyek ini. Para ilmuwan menggunakan data satelit untuk mengamati aktivitas fotosintesis dan kadar karbon dioksida di wilayah tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Gurun Taklamakan kini mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Dalam periode 2004 hingga 2017, wilayah ini menyerap sekitar 8,3 juta ton CO2 per tahun. Sementara itu, emisinya hanya sekitar 6,7 juta ton. Artinya, ada surplus penyerapan karbon yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa intervensi manusia bisa mengubah ekosistem ekstrem menjadi bagian dari solusi iklim.

Baca Juga:
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

“Ini bukan hutan hujan tropis. Vegetasinya lebih mirip semak kering seperti di California Selatan. Namun kemampuannya menyerap karbon tetap nyata dan terukur,” jelas King-Fai Li, peneliti dari University of California, Riverside.

Penjelasan ini menegaskan bahwa efektivitas penghijauan tidak selalu bergantung pada hutan lebat. Bahkan vegetasi sederhana di daerah kering pun bisa memberikan kontribusi penting bagi siklus karbon global.

Menariknya, bukan hanya tanaman yang berperan. Penelitian juga menemukan bahwa pasir gurun dapat membantu menjebak karbon dioksida. Proses ini terjadi melalui perubahan suhu harian yang membuat pasir mengembang dan menyusut. Mekanisme ini memungkinkan sebagian CO2 terperangkap secara fisik di dalam tanah.

Selain menyerap karbon, sabuk hijau ini juga memberikan manfaat lain. Salah satunya adalah mengurangi badai pasir yang sering melanda wilayah utara Tiongkok, bahkan hingga mencapai Beijing. Vegetasi yang ditanam berfungsi sebagai penghalang alami, menstabilkan tanah dan mengurangi erosi.

Artikel Terkait:
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa proyek ini bukan solusi tunggal. Penghijauan hanya satu bagian dari upaya besar melawan perubahan iklim. Dunia tetap perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengadopsi energi bersih.

Transformasi Gurun Taklamakan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi di tempat paling tak terduga. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan lanskap paling keras pun bisa menjadi sekutu dalam menjaga bumi.

Langkah ini memberi pelajaran penting. Inovasi, kesabaran, dan komitmen jangka panjang mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan planet kita.

Jangan Lewatkan:
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
Inovasi Tiongkok Karbon Global Penghijauan Gurun Perubahan Iklim Sains Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePendidikan Tersedot Program MBG
Next Article MBG dan Risiko Cobra Effect

Informasi lainnya

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?

Islami Ericka

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Bisnis Udex Mundzir

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi