Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Alfi SalamahAlfi Salamah3 Mei 2026 Saintek
Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Ilustrasi Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Harapan hijau kini tumbuh di tengah hamparan pasir yang dulu dikenal ganas. Gurun Taklamakan, yang sering dijuluki “Laut Kematian”, perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar lautan pasir tandus, melainkan kawasan yang mulai menyerap karbon dan memberi harapan baru bagi lingkungan global.

Fenomena ini bukan terjadi secara alami. Sejak 1978, Tiongkok menjalankan proyek ambisius berupa sabuk hijau raksasa. Program ini dikenal sebagai Tembok Hijau Besar atau Great Green Wall. Tujuannya jelas, menahan laju penggurunan yang mengancam lahan pertanian dan permukiman. Pada 2024, proyek ini mencapai tonggak penting dengan terbentuknya sabuk hijau sepanjang lebih dari 3.000 kilometer di sekitar gurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS mengungkap dampak nyata proyek ini. Para ilmuwan menggunakan data satelit untuk mengamati aktivitas fotosintesis dan kadar karbon dioksida di wilayah tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Gurun Taklamakan kini mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Dalam periode 2004 hingga 2017, wilayah ini menyerap sekitar 8,3 juta ton CO2 per tahun. Sementara itu, emisinya hanya sekitar 6,7 juta ton. Artinya, ada surplus penyerapan karbon yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa intervensi manusia bisa mengubah ekosistem ekstrem menjadi bagian dari solusi iklim.

Baca Juga:
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total

“Ini bukan hutan hujan tropis. Vegetasinya lebih mirip semak kering seperti di California Selatan. Namun kemampuannya menyerap karbon tetap nyata dan terukur,” jelas King-Fai Li, peneliti dari University of California, Riverside.

Penjelasan ini menegaskan bahwa efektivitas penghijauan tidak selalu bergantung pada hutan lebat. Bahkan vegetasi sederhana di daerah kering pun bisa memberikan kontribusi penting bagi siklus karbon global.

Menariknya, bukan hanya tanaman yang berperan. Penelitian juga menemukan bahwa pasir gurun dapat membantu menjebak karbon dioksida. Proses ini terjadi melalui perubahan suhu harian yang membuat pasir mengembang dan menyusut. Mekanisme ini memungkinkan sebagian CO2 terperangkap secara fisik di dalam tanah.

Selain menyerap karbon, sabuk hijau ini juga memberikan manfaat lain. Salah satunya adalah mengurangi badai pasir yang sering melanda wilayah utara Tiongkok, bahkan hingga mencapai Beijing. Vegetasi yang ditanam berfungsi sebagai penghalang alami, menstabilkan tanah dan mengurangi erosi.

Artikel Terkait:
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa proyek ini bukan solusi tunggal. Penghijauan hanya satu bagian dari upaya besar melawan perubahan iklim. Dunia tetap perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengadopsi energi bersih.

Transformasi Gurun Taklamakan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi di tempat paling tak terduga. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan lanskap paling keras pun bisa menjadi sekutu dalam menjaga bumi.

Langkah ini memberi pelajaran penting. Inovasi, kesabaran, dan komitmen jangka panjang mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan planet kita.

Jangan Lewatkan:
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
Inovasi Tiongkok Karbon Global Penghijauan Gurun Perubahan Iklim Sains Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePendidikan Tersedot Program MBG
Next Article MBG dan Risiko Cobra Effect

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan

Biografi Ericka

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Refleksi Udex Mundzir

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Profil Udex Mundzir

Curug Pelangi, Panorama Air dan Cahaya

Travel Alfi Salamah

Korupsi Kuota Haji Tak Boleh Dimaafkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi