Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Alfi SalamahAlfi Salamah3 Mei 2026 Saintek
Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Ilustrasi Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Harapan hijau kini tumbuh di tengah hamparan pasir yang dulu dikenal ganas. Gurun Taklamakan, yang sering dijuluki “Laut Kematian”, perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar lautan pasir tandus, melainkan kawasan yang mulai menyerap karbon dan memberi harapan baru bagi lingkungan global.

Fenomena ini bukan terjadi secara alami. Sejak 1978, Tiongkok menjalankan proyek ambisius berupa sabuk hijau raksasa. Program ini dikenal sebagai Tembok Hijau Besar atau Great Green Wall. Tujuannya jelas, menahan laju penggurunan yang mengancam lahan pertanian dan permukiman. Pada 2024, proyek ini mencapai tonggak penting dengan terbentuknya sabuk hijau sepanjang lebih dari 3.000 kilometer di sekitar gurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS mengungkap dampak nyata proyek ini. Para ilmuwan menggunakan data satelit untuk mengamati aktivitas fotosintesis dan kadar karbon dioksida di wilayah tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Gurun Taklamakan kini mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Dalam periode 2004 hingga 2017, wilayah ini menyerap sekitar 8,3 juta ton CO2 per tahun. Sementara itu, emisinya hanya sekitar 6,7 juta ton. Artinya, ada surplus penyerapan karbon yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa intervensi manusia bisa mengubah ekosistem ekstrem menjadi bagian dari solusi iklim.

Baca Juga:
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

“Ini bukan hutan hujan tropis. Vegetasinya lebih mirip semak kering seperti di California Selatan. Namun kemampuannya menyerap karbon tetap nyata dan terukur,” jelas King-Fai Li, peneliti dari University of California, Riverside.

Penjelasan ini menegaskan bahwa efektivitas penghijauan tidak selalu bergantung pada hutan lebat. Bahkan vegetasi sederhana di daerah kering pun bisa memberikan kontribusi penting bagi siklus karbon global.

Menariknya, bukan hanya tanaman yang berperan. Penelitian juga menemukan bahwa pasir gurun dapat membantu menjebak karbon dioksida. Proses ini terjadi melalui perubahan suhu harian yang membuat pasir mengembang dan menyusut. Mekanisme ini memungkinkan sebagian CO2 terperangkap secara fisik di dalam tanah.

Selain menyerap karbon, sabuk hijau ini juga memberikan manfaat lain. Salah satunya adalah mengurangi badai pasir yang sering melanda wilayah utara Tiongkok, bahkan hingga mencapai Beijing. Vegetasi yang ditanam berfungsi sebagai penghalang alami, menstabilkan tanah dan mengurangi erosi.

Artikel Terkait:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa proyek ini bukan solusi tunggal. Penghijauan hanya satu bagian dari upaya besar melawan perubahan iklim. Dunia tetap perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengadopsi energi bersih.

Transformasi Gurun Taklamakan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi di tempat paling tak terduga. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan lanskap paling keras pun bisa menjadi sekutu dalam menjaga bumi.

Langkah ini memberi pelajaran penting. Inovasi, kesabaran, dan komitmen jangka panjang mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan planet kita.

Jangan Lewatkan:
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
Inovasi Tiongkok Karbon Global Penghijauan Gurun Perubahan Iklim Sains Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePendidikan Tersedot Program MBG
Next Article MBG dan Risiko Cobra Effect

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Misteri Tempat Pancung Dekat Masjid Jaffali di Jeddah

Islami Alfi Salamah

Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Editorial Udex Mundzir

Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat

Perspektif Alfi Salamah

Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi