Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 24 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Alfi SalamahAlfi Salamah3 Mei 2026 Saintek
Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Ilustrasi Penghijauan gurun jadi penyerap karbon global
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Harapan hijau kini tumbuh di tengah hamparan pasir yang dulu dikenal ganas. Gurun Taklamakan, yang sering dijuluki “Laut Kematian”, perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar lautan pasir tandus, melainkan kawasan yang mulai menyerap karbon dan memberi harapan baru bagi lingkungan global.

Fenomena ini bukan terjadi secara alami. Sejak 1978, Tiongkok menjalankan proyek ambisius berupa sabuk hijau raksasa. Program ini dikenal sebagai Tembok Hijau Besar atau Great Green Wall. Tujuannya jelas, menahan laju penggurunan yang mengancam lahan pertanian dan permukiman. Pada 2024, proyek ini mencapai tonggak penting dengan terbentuknya sabuk hijau sepanjang lebih dari 3.000 kilometer di sekitar gurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS mengungkap dampak nyata proyek ini. Para ilmuwan menggunakan data satelit untuk mengamati aktivitas fotosintesis dan kadar karbon dioksida di wilayah tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Gurun Taklamakan kini mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Dalam periode 2004 hingga 2017, wilayah ini menyerap sekitar 8,3 juta ton CO2 per tahun. Sementara itu, emisinya hanya sekitar 6,7 juta ton. Artinya, ada surplus penyerapan karbon yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa intervensi manusia bisa mengubah ekosistem ekstrem menjadi bagian dari solusi iklim.

Baca Juga:
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

“Ini bukan hutan hujan tropis. Vegetasinya lebih mirip semak kering seperti di California Selatan. Namun kemampuannya menyerap karbon tetap nyata dan terukur,” jelas King-Fai Li, peneliti dari University of California, Riverside.

Penjelasan ini menegaskan bahwa efektivitas penghijauan tidak selalu bergantung pada hutan lebat. Bahkan vegetasi sederhana di daerah kering pun bisa memberikan kontribusi penting bagi siklus karbon global.

Menariknya, bukan hanya tanaman yang berperan. Penelitian juga menemukan bahwa pasir gurun dapat membantu menjebak karbon dioksida. Proses ini terjadi melalui perubahan suhu harian yang membuat pasir mengembang dan menyusut. Mekanisme ini memungkinkan sebagian CO2 terperangkap secara fisik di dalam tanah.

Selain menyerap karbon, sabuk hijau ini juga memberikan manfaat lain. Salah satunya adalah mengurangi badai pasir yang sering melanda wilayah utara Tiongkok, bahkan hingga mencapai Beijing. Vegetasi yang ditanam berfungsi sebagai penghalang alami, menstabilkan tanah dan mengurangi erosi.

Artikel Terkait:
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Bos ChatGPT Puji DeepSeek, Microsoft dan Elon Musk Ragu
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa proyek ini bukan solusi tunggal. Penghijauan hanya satu bagian dari upaya besar melawan perubahan iklim. Dunia tetap perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengadopsi energi bersih.

Transformasi Gurun Taklamakan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi di tempat paling tak terduga. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan lanskap paling keras pun bisa menjadi sekutu dalam menjaga bumi.

Langkah ini memberi pelajaran penting. Inovasi, kesabaran, dan komitmen jangka panjang mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan planet kita.

Jangan Lewatkan:
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
Inovasi Tiongkok Karbon Global Penghijauan Gurun Perubahan Iklim Sains Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePendidikan Tersedot Program MBG
Next Article MBG dan Risiko Cobra Effect

Informasi lainnya

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang

Travel Alfi Salamah

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Biografi Alfi Salamah

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Assyifa8 Maret 2025

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi