Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 2 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Bumi tidak membutuhkan kita, kitalah yang membutuhkan bumi.
Alfi SalamahAlfi Salamah22 April 2026 Global
Hari Bumi
Ilustrasi Hari Bumi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak sejarah Hari Bumi bermula dari keresahan manusia terhadap kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai simbol kepedulian global terhadap kelestarian alam. Peringatan ini lahir bukan tanpa alasan, melainkan dari kondisi lingkungan yang pernah berada di titik mengkhawatirkan.

Pada akhir 1960-an, dunia mengalami lonjakan polusi besar, terutama di negara industri seperti Amerika Serikat. Asap pabrik, limbah industri, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan pencemaran udara dan air secara masif.

Salah satu peristiwa yang mengguncang kesadaran publik adalah tumpahan minyak besar di Santa Barbara pada 1969. Peristiwa ini merusak ekosistem laut dan menjadi sorotan luas media internasional.

Kondisi tersebut mendorong munculnya gerakan lingkungan yang lebih terorganisir. Pada 22 April 1970, jutaan orang turun ke jalan dalam aksi besar yang menuntut perlindungan lingkungan.

Baca Juga:
  • Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia
  • Protes Besar-Besaran Meletus di Pakistan Usai Penangkapan Mantan PM Imran Khan
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • Mayor Teddy Klarifikasi Isu Walk Out Erdogan di KTT D-8

Aksi ini menjadi tonggak lahirnya Hari Bumi. Sejak saat itu, tanggal 22 April dipilih sebagai momen refleksi dan aksi global untuk menjaga bumi dari kerusakan yang lebih parah.

Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi gerakan internasional yang melibatkan lebih dari 190 negara. Kampanye lingkungan semakin luas, mulai dari isu perubahan iklim, deforestasi, hingga krisis sampah plastik. Hari Bumi tidak lagi sekadar simbol, tetapi menjadi penggerak perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat dunia.

Di Indonesia, kesadaran terhadap lingkungan juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai komunitas aktif menggelar kegiatan edukasi, penanaman pohon, dan aksi bersih lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Hari Bumi telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan terus berkembang.

Artikel Terkait:
  • Australia Umumkan Rencana Akui Negara Palestina di UNGA September
  • WMSJ 2025 Hadir di Jakarta, Ribuan Pramuka Muslim Dunia Berkumpul
  • Adzanil Prima Septy: Solidaritas Pramuka Indonesia Mendukung Palestina
  • Salwan Momika, Pembakar Al-Qur’an, Tewas Ditembak di Swedia

Peringatan ini juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi tindakan manusia dalam jangka panjang. Oleh karena itu, solusi yang dibutuhkan juga memerlukan komitmen jangka panjang. Edukasi, kebijakan, dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan alam.

Hari Bumi akhirnya menjadi simbol bahwa krisis lingkungan pernah menjadi titik balik kesadaran manusia. Dari peristiwa pencemaran hingga gerakan massal, semuanya mengarah pada satu tujuan, yaitu menjaga bumi tetap layak huni.

Jangan Lewatkan:
  • Menag Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Damai
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
  • Honda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV
  • Empat MoU Ekonomi Indonesia-China Diresmikan
Gerakan Global Hari Bumi Krisis Lingkungan Perubahan Iklim Sejarah Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
Next Article Xiaomi Smart Camera C400

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

Islami Lisda Lisdiawati

Etika Digital dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Kenapa Skill Jualan Jadi Kunci Hidup Mandiri

Bisnis Udex Mundzir

Menggali Kearifan Ramadan, Meningkatkan Akhlak dan Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Info Haji
Alfi Salamah1 Juli 2023

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Hukum Barang Temuan dalam Islam

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi