Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Bumi tidak membutuhkan kita, kitalah yang membutuhkan bumi.
Alfi SalamahAlfi Salamah22 April 2026 Global
Hari Bumi
Ilustrasi Hari Bumi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak sejarah Hari Bumi bermula dari keresahan manusia terhadap kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai simbol kepedulian global terhadap kelestarian alam. Peringatan ini lahir bukan tanpa alasan, melainkan dari kondisi lingkungan yang pernah berada di titik mengkhawatirkan.

Pada akhir 1960-an, dunia mengalami lonjakan polusi besar, terutama di negara industri seperti Amerika Serikat. Asap pabrik, limbah industri, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan pencemaran udara dan air secara masif.

Salah satu peristiwa yang mengguncang kesadaran publik adalah tumpahan minyak besar di Santa Barbara pada 1969. Peristiwa ini merusak ekosistem laut dan menjadi sorotan luas media internasional.

Kondisi tersebut mendorong munculnya gerakan lingkungan yang lebih terorganisir. Pada 22 April 1970, jutaan orang turun ke jalan dalam aksi besar yang menuntut perlindungan lingkungan.

Baca Juga:
  • Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka
  • Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa
  • Prabowo Dorong D-8 Kembangkan Industri Halal dan Perikanan
  • Honda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV

Aksi ini menjadi tonggak lahirnya Hari Bumi. Sejak saat itu, tanggal 22 April dipilih sebagai momen refleksi dan aksi global untuk menjaga bumi dari kerusakan yang lebih parah.

Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi gerakan internasional yang melibatkan lebih dari 190 negara. Kampanye lingkungan semakin luas, mulai dari isu perubahan iklim, deforestasi, hingga krisis sampah plastik. Hari Bumi tidak lagi sekadar simbol, tetapi menjadi penggerak perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat dunia.

Di Indonesia, kesadaran terhadap lingkungan juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai komunitas aktif menggelar kegiatan edukasi, penanaman pohon, dan aksi bersih lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Hari Bumi telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan terus berkembang.

Artikel Terkait:
  • Rudal Rusia CH-55 Ditemukan di Hutan Polandia
  • Arab Saudi Memperbolehkan Kedatangan Kelompok LGBT
  • Selandia Baru Pertimbangkan Pengakuan Terhadap Kedaulatan Palestina
  • Dubes Palestina Kritik Rencana Damai 20 Poin Trump untuk Gaza

Peringatan ini juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi tindakan manusia dalam jangka panjang. Oleh karena itu, solusi yang dibutuhkan juga memerlukan komitmen jangka panjang. Edukasi, kebijakan, dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan alam.

Hari Bumi akhirnya menjadi simbol bahwa krisis lingkungan pernah menjadi titik balik kesadaran manusia. Dari peristiwa pencemaran hingga gerakan massal, semuanya mengarah pada satu tujuan, yaitu menjaga bumi tetap layak huni.

Jangan Lewatkan:
  • Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman
  • Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap
Gerakan Global Hari Bumi Krisis Lingkungan Perubahan Iklim Sejarah Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
Next Article Xiaomi Smart Camera C400

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Panduan Lengkap Ibadah Qurban: Hukum, Syarat, dan Pelaksanaannya

Islami Udex Mundzir

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Perspektif Udex Mundzir

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi