Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 9 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Wilayah kaya fosfat dekat Jawa ini sempat diabaikan Belanda sebelum akhirnya dikuasai Inggris dan Australia.
Alfi SalamahAlfi Salamah19 April 2026 Global
Pulau Natal
Pulau Natal
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pulau Natal (Christmas Island) merupakan salah satu wilayah yang secara geografis dekat dengan Indonesia, namun saat ini berada di bawah kedaulatan Australia. Pulau ini sebelumnya sempat tidak dimanfaatkan secara optimal oleh Belanda pada masa kolonial.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Pulau Natal pertama kali ditemukan oleh pelaut Belanda pada 1618 dan sempat dinamai Pulau Moni atau Monijs. Namun setelah penemuan tersebut, Belanda tidak melakukan eksplorasi lanjutan secara serius.

Pada 1697, pelaut Belanda Willem de Vlamingh sempat singgah di pulau tersebut dalam perjalanan menuju Batavia, tetapi kunjungan itu tidak diikuti upaya penguasaan wilayah.

Penelitian menyebutkan bahwa alasan utama Belanda mengabaikan Pulau Natal karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi maupun kepentingan strategis. Lokasinya yang terpencil di Samudra Hindia, sekitar 350 kilometer di selatan Pulau Jawa, membuat pulau ini tidak menjadi prioritas pada masa itu.

Perubahan terjadi pada 1891 ketika dua tokoh Inggris, John Murray dan George Clunies-Ross, menemukan kandungan fosfat dalam jumlah besar di pulau tersebut. Fosfat merupakan komoditas penting yang digunakan sebagai bahan utama pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian.

Baca Juga:
  • Australia Umumkan Rencana Akui Negara Palestina di UNGA September
  • China Kecam Israel Atas Serangan Rumah Sakit di Gaza
  • Target New Murabba Sebagai Pusat Kota Modern Dunia
  • TikTok Resmi Ditutup di AS Mulai Minggu, Pengguna Beralih ke RedNote

“Penemuan fosfat menjadi titik balik yang membuat pulau ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menarik perhatian kekuatan kolonial,” demikian disebut dalam salah satu hasil riset terkait sejarah Pulau Natal.

Sejak saat itu, Inggris mulai mengambil alih dan mengelola Pulau Natal melalui administrasi kolonialnya yang berbasis di Singapura. Penguasaan ini berlangsung hingga akhirnya pulau tersebut dialihkan kepada Australia pada abad ke-20.

Para peneliti menilai, jika sejak awal Belanda melakukan eksplorasi dan pengelolaan yang lebih serius, Pulau Natal berpotensi menjadi bagian dari wilayah Indonesia setelah kemerdekaan. Hal ini karena banyak wilayah Indonesia saat ini merupakan warisan dari bekas kekuasaan kolonial Belanda.

Selain faktor sejarah, posisi geografis Pulau Natal yang relatif dekat dengan Indonesia juga menjadi alasan mengapa wilayah ini sering dikaitkan dengan potensi kedaulatan RI di masa lalu. Pulau tersebut tidak hanya memiliki sumber daya alam berupa fosfat, tetapi juga nilai strategis di jalur perairan Samudra Hindia.

Artikel Terkait:
  • WHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
  • Phubbing Berdampak Menjauhkan Manusia dengan Sekitarnya

Namun demikian, karena tidak adanya klaim dan pengelolaan dari pihak Belanda pada masa awal penemuan, peluang tersebut hilang dan beralih ke kekuasaan Inggris, lalu Australia.

Saat ini, Pulau Natal dikenal sebagai wilayah eksternal Australia dengan potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana keputusan kolonial di masa lalu dapat memengaruhi batas wilayah dan potensi ekonomi suatu negara hingga saat ini.

Jangan Lewatkan:
  • Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Minggu
  • Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Dosa Kolonialisme dan Propaganda Inggris di Indonesia

Australia Fosfat Pulau Natal Sejarah Kolonial Wilayah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBenarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
Next Article Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut

Travel Alfi Salamah

Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN

Travel Udex Mundzir

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Editorial Udex Mundzir

Mindset Hack to Stop Overthinking

Happy Assyifa

Angin Segar bagi Narapidana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi