Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 30 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Wilayah kaya fosfat dekat Jawa ini sempat diabaikan Belanda sebelum akhirnya dikuasai Inggris dan Australia.
Alfi SalamahAlfi Salamah19 April 2026 Global
Pulau Natal
Pulau Natal
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pulau Natal (Christmas Island) merupakan salah satu wilayah yang secara geografis dekat dengan Indonesia, namun saat ini berada di bawah kedaulatan Australia. Pulau ini sebelumnya sempat tidak dimanfaatkan secara optimal oleh Belanda pada masa kolonial.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Pulau Natal pertama kali ditemukan oleh pelaut Belanda pada 1618 dan sempat dinamai Pulau Moni atau Monijs. Namun setelah penemuan tersebut, Belanda tidak melakukan eksplorasi lanjutan secara serius.

Pada 1697, pelaut Belanda Willem de Vlamingh sempat singgah di pulau tersebut dalam perjalanan menuju Batavia, tetapi kunjungan itu tidak diikuti upaya penguasaan wilayah.

Penelitian menyebutkan bahwa alasan utama Belanda mengabaikan Pulau Natal karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi maupun kepentingan strategis. Lokasinya yang terpencil di Samudra Hindia, sekitar 350 kilometer di selatan Pulau Jawa, membuat pulau ini tidak menjadi prioritas pada masa itu.

Perubahan terjadi pada 1891 ketika dua tokoh Inggris, John Murray dan George Clunies-Ross, menemukan kandungan fosfat dalam jumlah besar di pulau tersebut. Fosfat merupakan komoditas penting yang digunakan sebagai bahan utama pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian.

Baca Juga:
  • Komisi I DPR Desak Pemerintah Jadi Mediator India-Pakistan
  • Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon
  • Thailand Gelar Rapat Darurat Usai Gempa Myanmar Terasa di Bangkok
  • Serangan Rusia di Kyiv Mencapai Tingkat Eskalasi Mengerikan

“Penemuan fosfat menjadi titik balik yang membuat pulau ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menarik perhatian kekuatan kolonial,” demikian disebut dalam salah satu hasil riset terkait sejarah Pulau Natal.

Sejak saat itu, Inggris mulai mengambil alih dan mengelola Pulau Natal melalui administrasi kolonialnya yang berbasis di Singapura. Penguasaan ini berlangsung hingga akhirnya pulau tersebut dialihkan kepada Australia pada abad ke-20.

Para peneliti menilai, jika sejak awal Belanda melakukan eksplorasi dan pengelolaan yang lebih serius, Pulau Natal berpotensi menjadi bagian dari wilayah Indonesia setelah kemerdekaan. Hal ini karena banyak wilayah Indonesia saat ini merupakan warisan dari bekas kekuasaan kolonial Belanda.

Selain faktor sejarah, posisi geografis Pulau Natal yang relatif dekat dengan Indonesia juga menjadi alasan mengapa wilayah ini sering dikaitkan dengan potensi kedaulatan RI di masa lalu. Pulau tersebut tidak hanya memiliki sumber daya alam berupa fosfat, tetapi juga nilai strategis di jalur perairan Samudra Hindia.

Artikel Terkait:
  • PDIP Ingatkan: Palestina Harus Merdeka di Tanah Sendiri, Bukan Diterima Sementara
  • Rudal Rusia CH-55 Ditemukan di Hutan Polandia
  • Alert! Ukraina Susun Serangan Besar-besaran ke Jantung Rusia
  • PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah

Namun demikian, karena tidak adanya klaim dan pengelolaan dari pihak Belanda pada masa awal penemuan, peluang tersebut hilang dan beralih ke kekuasaan Inggris, lalu Australia.

Saat ini, Pulau Natal dikenal sebagai wilayah eksternal Australia dengan potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana keputusan kolonial di masa lalu dapat memengaruhi batas wilayah dan potensi ekonomi suatu negara hingga saat ini.

Jangan Lewatkan:
  • Phubbing Berdampak Menjauhkan Manusia dengan Sekitarnya
  • Trump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
  • UK, Kanada, dan Australia Akui Kedaulatan Palestina
  • Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Australia Fosfat Pulau Natal Sejarah Kolonial Wilayah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBenarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
Next Article Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir

Jejak Muda, Prestasi Nyata

Profil Lisda Lisdiawati

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Pepaya

Food Assyifa

Waspada, Oknum FB Palsu Mengaku Wakil Ketua DPRD Kaltim

Techno Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi