Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 8 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Wilayah kaya fosfat dekat Jawa ini sempat diabaikan Belanda sebelum akhirnya dikuasai Inggris dan Australia.
Alfi SalamahAlfi Salamah19 April 2026 Global
Pulau Natal
Pulau Natal
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pulau Natal (Christmas Island) merupakan salah satu wilayah yang secara geografis dekat dengan Indonesia, namun saat ini berada di bawah kedaulatan Australia. Pulau ini sebelumnya sempat tidak dimanfaatkan secara optimal oleh Belanda pada masa kolonial.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Pulau Natal pertama kali ditemukan oleh pelaut Belanda pada 1618 dan sempat dinamai Pulau Moni atau Monijs. Namun setelah penemuan tersebut, Belanda tidak melakukan eksplorasi lanjutan secara serius.

Pada 1697, pelaut Belanda Willem de Vlamingh sempat singgah di pulau tersebut dalam perjalanan menuju Batavia, tetapi kunjungan itu tidak diikuti upaya penguasaan wilayah.

Penelitian menyebutkan bahwa alasan utama Belanda mengabaikan Pulau Natal karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi maupun kepentingan strategis. Lokasinya yang terpencil di Samudra Hindia, sekitar 350 kilometer di selatan Pulau Jawa, membuat pulau ini tidak menjadi prioritas pada masa itu.

Perubahan terjadi pada 1891 ketika dua tokoh Inggris, John Murray dan George Clunies-Ross, menemukan kandungan fosfat dalam jumlah besar di pulau tersebut. Fosfat merupakan komoditas penting yang digunakan sebagai bahan utama pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian.

Baca Juga:
  • Direktur RS Indonesia Gugur di Gaza, DPR Desak Antisipasi Serangan Serupa
  • Indonesia Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Prabowo: Kami Kirim Pesawat
  • Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon
  • Korban Gempa Myanmar-THailand Tembus 1.000 Jiwa

“Penemuan fosfat menjadi titik balik yang membuat pulau ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menarik perhatian kekuatan kolonial,” demikian disebut dalam salah satu hasil riset terkait sejarah Pulau Natal.

Sejak saat itu, Inggris mulai mengambil alih dan mengelola Pulau Natal melalui administrasi kolonialnya yang berbasis di Singapura. Penguasaan ini berlangsung hingga akhirnya pulau tersebut dialihkan kepada Australia pada abad ke-20.

Para peneliti menilai, jika sejak awal Belanda melakukan eksplorasi dan pengelolaan yang lebih serius, Pulau Natal berpotensi menjadi bagian dari wilayah Indonesia setelah kemerdekaan. Hal ini karena banyak wilayah Indonesia saat ini merupakan warisan dari bekas kekuasaan kolonial Belanda.

Selain faktor sejarah, posisi geografis Pulau Natal yang relatif dekat dengan Indonesia juga menjadi alasan mengapa wilayah ini sering dikaitkan dengan potensi kedaulatan RI di masa lalu. Pulau tersebut tidak hanya memiliki sumber daya alam berupa fosfat, tetapi juga nilai strategis di jalur perairan Samudra Hindia.

Artikel Terkait:
  • Protes Besar-Besaran Meletus di Pakistan Usai Penangkapan Mantan PM Imran Khan
  • Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga
  • Singapura Tangkap Dua Wanita Indonesia Bawa Uang Asing Senilai 394,4 juta Rupiah
  • Perpaduan Tak Terduga: China Runtuh, RI Terdampak Tak Terelakkan

Namun demikian, karena tidak adanya klaim dan pengelolaan dari pihak Belanda pada masa awal penemuan, peluang tersebut hilang dan beralih ke kekuasaan Inggris, lalu Australia.

Saat ini, Pulau Natal dikenal sebagai wilayah eksternal Australia dengan potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana keputusan kolonial di masa lalu dapat memengaruhi batas wilayah dan potensi ekonomi suatu negara hingga saat ini.

Jangan Lewatkan:
  • Sekjen PBB: Upaya Pembersihan Etnis Palestina di Gaza Harus Dicegah!
  • Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil
  • Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah
  • Trump Larang Masuk Warga dari 12 Negara, Indonesia Tak Masuk Daftar

Australia Fosfat Pulau Natal Sejarah Kolonial Wilayah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBenarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
Next Article Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026

Arkeologi dan Narasi Manusia

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pandemi Berlalu, Industri Film Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan

Happy Ericka

Negeri Pungli dan Pajak Tinggi

Editorial Udex Mundzir

Hati-Hati Pilih Jurusan Kuliah, Ini 10 Paling Berisiko

Daily Tips Udex Mundzir

Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman

Daily Tips Ericka

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi