Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 15 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PBB Krisis Dana, Operasi dan Perekrutan Terancam Dihentikan

Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadapi tekanan likuiditas serius akibat banyak negara anggota menunggak iuran wajib.
ErickaEricka24 Mei 2025 Global
Pbb
Markas Besar PBB (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kondisi keuangannya yang memburuk. Hingga awal Mei 2025, organisasi internasional ini menghadapi kekurangan dana operasional dan perdamaian mencapai lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp83 triliun. Kekurangan ini mendorong pemangkasan pengeluaran, pembekuan perekrutan pegawai baru, serta pengurangan sejumlah layanan.

Pejabat urusan manajemen PBB, Catherine Pollard, menyampaikan bahwa hanya 61 negara anggota yang telah membayar kewajibannya secara penuh. Akibatnya, kemampuan PBB dalam menjalankan mandat global termasuk bantuan kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan menjadi sangat terbatas.

“Tanpa dukungan keuangan yang luas dan tepat waktu, kemampuan PBB untuk melayani dunia berada dalam risiko serius,” tegas Pollard dalam pernyataannya.

Baca Juga:
  • Aksi Boikot Israel, Menambah Derita Palestine?
  • Indonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
  • Trump Dikabarkan Akan Terima Jet Mewah dari Qatar
  • Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

Kekhawatiran juga datang dari delegasi Swiss yang menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran dan gangguan layanan mengikis kepercayaan negara-negara terhadap kemampuan PBB. Negara-negara seperti Kazakhstan, Norwegia, dan Inggris turut menyuarakan bahwa akar persoalan ada pada ketidakpatuhan negara-negara dalam membayar iuran tepat waktu.

Sebagai langkah solusi, muncul usulan agar PBB dapat menyimpan dana sisa tahun berjalan untuk kebutuhan awal tahun berikutnya, ketimbang mengembalikannya sebagai kredit kepada negara anggota. Mekanisme ini diharapkan menjadi penyangga saat pembayaran tahunan sering terlambat masuk di awal tahun.

Perwakilan Uni Eropa juga mengkritik bahwa beban operasional tidak semestinya hanya ditanggung oleh negara-negara yang taat bayar. “Ini risiko nyata. Beban keuangan tidak dapat dibebankan hanya pada negara-negara yang membayar tepat waktu,” ujar perwakilan dari Eropa.

Artikel Terkait:
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah
  • Empat MoU Ekonomi Indonesia-China Diresmikan
  • Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah
  • Komisi I DPR Desak Pemerintah Jadi Mediator India-Pakistan

Delegasi ASEAN yang diwakili Singapura turut mengungkapkan keprihatinan, menyebut kondisi kekurangan kas ini menjadi hal rutin yang bahkan memaksa badan PBB seperti Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) menutup kantornya selama tiga bulan serta menangguhkan program kerja dan rekrutmen.

Situasi ini menambah beban terhadap kredibilitas dan efektivitas PBB, terutama saat dunia menghadapi krisis kemanusiaan dan konflik yang kian meningkat.

Jangan Lewatkan:
  • Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU
  • Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal
  • Jamdun Waspada Topan Setelah Dihantam Cuaca Panas Ekstrem
  • Indonesia Resmi Gabung WHO Kawasan Pasifik Barat
Krisis PBB Operasi Perdamaian Dunia PBB 2025 PBB Kekurangan Dana Tunggakan Iuran Negara
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSeno Aji Pastikan Musyawarah Desa di Kaltim Rampung Akhir Mei
Next Article Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum dan Tata Cara Distribusi Kulit Hewan Qurban dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Bisnis Militer: Jalan Menuju Politik?

Editorial Udex Mundzir

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata

Editorial Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi