Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PBB Krisis Dana, Operasi dan Perekrutan Terancam Dihentikan

Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadapi tekanan likuiditas serius akibat banyak negara anggota menunggak iuran wajib.
ErickaEricka24 Mei 2025 Global
Pbb
Markas Besar PBB (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kondisi keuangannya yang memburuk. Hingga awal Mei 2025, organisasi internasional ini menghadapi kekurangan dana operasional dan perdamaian mencapai lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp83 triliun. Kekurangan ini mendorong pemangkasan pengeluaran, pembekuan perekrutan pegawai baru, serta pengurangan sejumlah layanan.

Pejabat urusan manajemen PBB, Catherine Pollard, menyampaikan bahwa hanya 61 negara anggota yang telah membayar kewajibannya secara penuh. Akibatnya, kemampuan PBB dalam menjalankan mandat global termasuk bantuan kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan menjadi sangat terbatas.

“Tanpa dukungan keuangan yang luas dan tepat waktu, kemampuan PBB untuk melayani dunia berada dalam risiko serius,” tegas Pollard dalam pernyataannya.

Baca Juga:
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah
  • The Fed Diperkirakan Hanya Pangkas Suku Bunga Sekali Tahun Ini
  • Phubbing Berdampak Menjauhkan Manusia dengan Sekitarnya
  • Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia

Kekhawatiran juga datang dari delegasi Swiss yang menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran dan gangguan layanan mengikis kepercayaan negara-negara terhadap kemampuan PBB. Negara-negara seperti Kazakhstan, Norwegia, dan Inggris turut menyuarakan bahwa akar persoalan ada pada ketidakpatuhan negara-negara dalam membayar iuran tepat waktu.

Sebagai langkah solusi, muncul usulan agar PBB dapat menyimpan dana sisa tahun berjalan untuk kebutuhan awal tahun berikutnya, ketimbang mengembalikannya sebagai kredit kepada negara anggota. Mekanisme ini diharapkan menjadi penyangga saat pembayaran tahunan sering terlambat masuk di awal tahun.

Perwakilan Uni Eropa juga mengkritik bahwa beban operasional tidak semestinya hanya ditanggung oleh negara-negara yang taat bayar. “Ini risiko nyata. Beban keuangan tidak dapat dibebankan hanya pada negara-negara yang membayar tepat waktu,” ujar perwakilan dari Eropa.

Artikel Terkait:
  • Indonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
  • Bongkar 9 Fakta Terbaru Konflik Rusia-Ukraina: Implikasi Hubungan China-Taiwan dan Jepang-NATO
  • Empat MoU Ekonomi Indonesia-China Diresmikan
  • Jet Tempur AS Mencegat Pesawat Militer Rusia dekat Alaska

Delegasi ASEAN yang diwakili Singapura turut mengungkapkan keprihatinan, menyebut kondisi kekurangan kas ini menjadi hal rutin yang bahkan memaksa badan PBB seperti Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) menutup kantornya selama tiga bulan serta menangguhkan program kerja dan rekrutmen.

Situasi ini menambah beban terhadap kredibilitas dan efektivitas PBB, terutama saat dunia menghadapi krisis kemanusiaan dan konflik yang kian meningkat.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Serukan Persatuan ASEAN: Tak Kalah dengan Uni Eropa
  • PDIP Ingatkan: Palestina Harus Merdeka di Tanah Sendiri, Bukan Diterima Sementara
  • Raja Salman Mengundang Presiden Suriah ke KTT Arab
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
Krisis PBB Operasi Perdamaian Dunia PBB 2025 PBB Kekurangan Dana Tunggakan Iuran Negara
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSeno Aji Pastikan Musyawarah Desa di Kaltim Rampung Akhir Mei
Next Article Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta

Editorial Udex Mundzir

Tidur Nanti Saja

Profil Adit Musthofa

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Editorial Udex Mundzir

Banyak Tapi Kurang

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi