Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 15 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

Pelepasan cadangan strategis dilakukan guna meredam lonjakan harga energi akibat ketegangan perang di kawasan Timur Tengah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati12 Maret 2026 Global
AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah
Ilustrasi Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tokyo – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Pemerintah Amerika Serikat memutuskan melepas ratusan juta barel minyak dari cadangan daruratnya sebagai langkah darurat untuk menstabilkan harga energi yang melonjak akibat konflik militer di kawasan tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (11/3/2026) mengumumkan akan melepaskan sekitar 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR).

Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada pekan depan sebagai respons atas lonjakan harga energi global yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari aksi kolektif yang dilakukan oleh 32 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) yang sepakat menggelontorkan total 400 juta barel minyak dari cadangan darurat masing-masing negara.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright dalam sebuah pernyataan resmi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya.

Pelepasan minyak dari cadangan strategis AS tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 120 hari. Kebijakan ini diharapkan dapat menambah pasokan minyak global sekaligus meredam tekanan harga energi yang meningkat tajam akibat konflik geopolitik yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024
  • Toyota Hentikan Penjualan Yaris Ativ di Thailand Akibat Skandal Tes Keselamatan Daihatsu
  • Bandara Internasional Laut Merah Riyadh: Destinasi Terbaru Arab Saudi
  • Indonesia Resmi Gabung WHO Kawasan Pasifik Barat

Langkah kolektif negara-negara anggota IEA ini juga mencerminkan kekhawatiran internasional terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Wilayah Timur Tengah, khususnya jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, merupakan salah satu jalur vital perdagangan minyak global.

Ketegangan militer yang terjadi di kawasan itu menimbulkan risiko terganggunya arus distribusi minyak, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap harga energi di berbagai negara.

Aksi pelepasan cadangan minyak oleh IEA kali ini menjadi yang pertama sejak tahun 2022, ketika invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina memicu krisis energi global. Pada saat itu, negara-negara anggota IEA juga mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak guna menahan lonjakan harga energi dunia.

Para analis energi menilai langkah kolektif tersebut merupakan upaya penting untuk menenangkan pasar energi yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Dengan menambah pasokan minyak ke pasar global, negara-negara konsumen utama berharap dapat menekan volatilitas harga yang berpotensi membebani perekonomian global.

Artikel Terkait:
  • Mayor Teddy Klarifikasi Isu Walk Out Erdogan di KTT D-8
  • Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang, Sindir Xi-Putin-Kim
  • Komisi I DPR Desak Pemerintah Jadi Mediator India-Pakistan
  • Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

Selain itu, pelepasan cadangan darurat ini juga menunjukkan bagaimana negara-negara industri berusaha menjaga stabilitas energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Ketergantungan dunia terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah masih sangat tinggi, sehingga konflik yang terjadi di wilayah tersebut dapat dengan cepat memicu gejolak pasar global.

Jika situasi konflik terus berlanjut, para pengamat memperkirakan pasar energi dunia akan tetap berada dalam kondisi tidak stabil. Oleh karena itu, langkah koordinasi internasional seperti yang dilakukan oleh IEA dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan energi global.

Dengan tambahan pasokan dari cadangan darurat tersebut, pasar energi diharapkan dapat lebih stabil dalam beberapa bulan mendatang, meskipun ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang terus diawasi oleh para pelaku pasar global.

Jangan Lewatkan:
  • Direktur RS Indonesia Gugur di Gaza, DPR Desak Antisipasi Serangan Serupa
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap
  • Situs Warisan Riyadh Saksi Sejarah Nasional Arab Saudi
  • Prabowo Serukan Solidaritas di KTT D8 Mesir: “Hak Asasi Tak Berlaku untuk Muslim”

Cadangan Minyak AS Geopolitik Energi IEA Konflik Timur Tengah Pasar Energi Global
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFriderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil
Next Article BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Vitamin Syukur

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kaya SDA, Tapi Hidup dari Pajak

Editorial Udex Mundzir

Omong Kosong Industri Kreatif

Editorial Udex Mundzir

Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong

Profil Silva

Madinah Menjadi Tempat Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi