Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Kemendikdasmen menegaskan masuk SD kini lebih menekankan kesiapan anak dibanding batas usia semata.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati22 Mei 2026 Pendidikan
Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun
Ilustrasi hari pertama anak SD masuk sekolah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Sekolah bukan sekadar soal umur, tetapi kesiapan,” begitulah semangat baru yang digaungkan pemerintah dalam kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Di tengah anggapan lama bahwa anak wajib berusia tujuh tahun untuk menapaki bangku sekolah dasar, pemerintah kini membuka ruang lebih luas bagi anak yang dinilai siap belajar, bahkan jika usianya belum genap tujuh tahun.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa aturan penerimaan murid baru SD pada SPMB 2026 tidak lagi mewajibkan usia tepat tujuh tahun per 1 Juli tahun berjalan.

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, anak usia tujuh tahun memang tetap menjadi prioritas utama penerimaan. Namun, anak berusia enam tahun tetap diperbolehkan mendaftar. Bahkan, dalam kondisi tertentu, batas usia dapat dikecualikan hingga lima tahun enam bulan apabila calon murid memiliki kecerdasan atau bakat istimewa disertai kesiapan psikologis.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar memberi kelonggaran usia, melainkan menitikberatkan pada kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dasar.

“Jadi untuk SPMB SD ada pengecualian usia anak, tapi ada catatan. Jadi kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD,” kata Gogot saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama SPMB RAMAH 2026/2027 di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga:
  • Ganjar Pranowo Jelaskan Ada Tiga Poin Penting Untuk Kemajuan Pendidikan di Jawa Tengah
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
  • Prabowo Targetkan 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah
  • Pemimpin Muda Lahir dari Ramadan Leadership Camp

Menurut Gogot, bagi anak dengan usia di bawah ketentuan umum, orang tua harus melampirkan surat keterangan dari pihak berwenang. Rekomendasi tertulis tersebut dapat berasal dari psikolog profesional atau dewan guru pada satuan pendidikan terkait apabila layanan psikolog belum tersedia di daerah tertentu.

“Kalau dia usianya kurang, berarti harus ada surat keterangan bahwa anak ini memang siap. Dari siapa? Dari ahlinya,” ujarnya.

Selain perubahan aturan usia, Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa calon murid kelas 1 SD tidak diwajibkan memiliki ijazah taman kanak-kanak (TK), raudhatul athfal (RA), atau pendidikan setara lainnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa akses pendidikan dasar tidak terhambat syarat administratif yang selama ini dianggap membatasi sebagian anak.

Tak hanya itu, tes membaca, menulis, dan berhitung atau tes calistung juga dipastikan tidak menjadi syarat penerimaan siswa baru kelas 1 SD. Kebijakan ini diambil untuk mendorong pemerataan akses pendidikan tanpa tekanan akademik dini bagi anak usia sekolah dasar.

“Jadi tidak harus 7 tahun, tidak harus punya ijazah TK, tidak boleh ada tes calistung,” tegas Gogot.

Artikel Terkait:
  • Usulan Sri Mulyani Anak SD Belajar Saham, Mendikdasmen Angkat Bicara
  • Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Pengaruh Kualitas Guru Terhadap Kualitas Pendidikan
  • Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyebut perubahan serupa juga tengah diperkuat dalam revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Menurutnya, usia seharusnya tidak menjadi penghalang utama selama anak telah menunjukkan kesiapan memasuki lingkungan belajar formal.

“Di RUU yang sedang kami revisi juga sudah memantapkan bahwa usia tidak lagi menjadi penghalang untuk mereka masuk dalam lingkungan pendidikan,” ujar Himmatul pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, seluruh dokumen pendukung terkait kesiapan anak nantinya akan diverifikasi secara profesional dan berbasis data agar penerapan SPMB berlangsung transparan serta menghindari manipulasi administratif.

Kebijakan baru ini dipandang menjadi langkah pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak. Dengan pendekatan berbasis kesiapan, orang tua diharapkan dapat lebih fokus menilai kemampuan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, bukan sekadar terpaku pada angka usia.

Jangan Lewatkan:
  • Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 
  • Pesantren Pramuka Khalifa Lantik Akmal Abror Jadi Penggalang Ramu
  • PGRI Dukung UN Kembali, Tapi Bukan Penentu Tunggal Kelulusan
  • Syafruddin Bawa Rektor Al-Azhar Kairo ke Indonesia, Jalin Kerja Sama Pendidikan Islam

Ijazah TK Kemendikdasmen SPMB 2026 Tes Calistung Usia Masuk SD
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan
Next Article Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

Informasi lainnya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

22 Oktober 2026

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?

Editorial Udex Mundzir

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

Kreasi Lezat dari Tape Bandung yang Bikin Nagih

Food Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi