Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPR Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan Nasional

Anggota Komisi XI desak realokasi anggaran untuk wujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
ErickaEricka5 Juli 2025 Pendidikan
Dpr
Ruangan gedung DPR RI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, mengkritik ketimpangan alokasi anggaran pendidikan di Indonesia dan mendesak pemerintah untuk memastikan pemerataan dalam pendanaan serta penguatan sektor pendidikan. Pernyataan ini disampaikan Mekeng dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu (5/7/2025), merespons ketidakseimbangan antara anggaran kedinasan dan pendidikan formal.

Mekeng menyoroti anggaran kedinasan yang mencapai Rp104,5 triliun per tahun untuk sekitar 13.000 penerima, sementara anggaran pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi hanya sebesar Rp91,2 triliun untuk melayani sekitar 62 juta siswa. Ia menilai alokasi ini tidak adil dan perlu dikaji ulang untuk memberikan prioritas pada pemerataan layanan pendidikan.

“Anggaran pendidikan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil. Ketimpangan ini perlu segera diperbaiki melalui langkah konkret seperti realokasi anggaran,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Kemenag Salurkan BOS Madrasah Rp4,5 Triliun Tahap Awal
  • Mendikdasmen Kaji Putusan MK soal SD-SMP Swasta Gratis
  • Grand Design Wajib Belajar 13 Tahun: 1 Tahun Prasekolah Jadi Fondasi Generasi Emas
  • SMP dan SMA QSBS Buka Beasiswa Yatim dan Dhuafa Tahun Ajaran 2025/2026

Ia juga menekankan bahwa kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan masih tinggi, dengan banyak sekolah rusak, ruang kelas tidak layak, dan fasilitas minim. Selain itu, persoalan kesejahteraan dan status guru, terutama di wilayah terluar dan pedalaman, masih menjadi tantangan utama.

“Jika guru terus diabaikan, maka cita-cita pendidikan yang merata dan berkualitas hanya akan menjadi slogan. Kesejahteraan dan kapasitas guru adalah kunci utama,” tegas Mekeng.

Dalam konteks bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia, di mana mayoritas penduduk berada dalam usia produktif, ia mengingatkan bahwa kualitas pendidikan yang tidak merata dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Artikel Terkait:
  • Zena, Ketua OSIS SMPN 1 Cisayong, Naik ke Penggalang Terap
  • Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025
  • Cyber University Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Lewat Program CLP
  • A. Muh. Yauri, Ph.D: Melalui Jota, Anggota Pramuka Belajar Mahir Radio Amatir

Sebagai catatan, meskipun anggaran pendidikan secara keseluruhan meningkat dari Rp542,82 triliun pada 2020 menjadi Rp724,2 triliun pada 2025, peruntukannya dinilai masih belum efektif dalam menjawab kesenjangan antarwilayah dan kelompok sosial.

Mekeng mendesak pemerintah untuk fokus pada optimalisasi pemanfaatan anggaran, pembangunan infrastruktur pendidikan, dan peningkatan kompetensi tenaga pengajar agar sistem pendidikan nasional lebih adil dan inklusif.

Jangan Lewatkan:
  • Zena Putri Azzahra Raih Medali Pramuka Garuda di Cisayong
  • AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Mulai 2025
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan
  • Pesantren Pramuka Khalifa Tambah Pembina Mahir Penegak
Anggaran Pendidikan Kesejahteraan guru Ketimpangan Pendidikan Komisi XI DPR Pemerataan pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Tinjau Puskesmas Kembang Janggut Pastikan Layanan dan MTB
Next Article KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi CSR Bank Indonesia

Informasi lainnya

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Perspektif Udex Mundzir

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Perspektif Udex Mundzir

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Perspektif Alfi Salamah

Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi