Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Efisiensi atau Salah Kelola?

Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPR Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan Nasional

Anggota Komisi XI desak realokasi anggaran untuk wujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
ErickaEricka5 Juli 2025 Pendidikan
Dpr
Ruangan gedung DPR RI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, mengkritik ketimpangan alokasi anggaran pendidikan di Indonesia dan mendesak pemerintah untuk memastikan pemerataan dalam pendanaan serta penguatan sektor pendidikan. Pernyataan ini disampaikan Mekeng dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu (5/7/2025), merespons ketidakseimbangan antara anggaran kedinasan dan pendidikan formal.

Mekeng menyoroti anggaran kedinasan yang mencapai Rp104,5 triliun per tahun untuk sekitar 13.000 penerima, sementara anggaran pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi hanya sebesar Rp91,2 triliun untuk melayani sekitar 62 juta siswa. Ia menilai alokasi ini tidak adil dan perlu dikaji ulang untuk memberikan prioritas pada pemerataan layanan pendidikan.

“Anggaran pendidikan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil. Ketimpangan ini perlu segera diperbaiki melalui langkah konkret seperti realokasi anggaran,” ujarnya.

Baca Juga:
  • AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?
  • Dies Natalis ke-17 Politeknik Triguna Meriah, Mahasiswa hingga Siswa Priangan Timur Berkompetisi
  • Ganjar Pranowo Jelaskan Ada Tiga Poin Penting Untuk Kemajuan Pendidikan di Jawa Tengah
  • Farmasi Unisba Edukasi Warga Mekarmanik Olah Bawang Batu

Ia juga menekankan bahwa kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan masih tinggi, dengan banyak sekolah rusak, ruang kelas tidak layak, dan fasilitas minim. Selain itu, persoalan kesejahteraan dan status guru, terutama di wilayah terluar dan pedalaman, masih menjadi tantangan utama.

“Jika guru terus diabaikan, maka cita-cita pendidikan yang merata dan berkualitas hanya akan menjadi slogan. Kesejahteraan dan kapasitas guru adalah kunci utama,” tegas Mekeng.

Dalam konteks bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia, di mana mayoritas penduduk berada dalam usia produktif, ia mengingatkan bahwa kualitas pendidikan yang tidak merata dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Artikel Terkait:
  • Abbas bin Abdul Muthalib Jadi Teladan, Santri Khalifa Usung 5 Jurus Revolusi Ramadan
  • Samri: Kawal Masa Depan Remaja Melalui Pendidikan Seksual Sejak Dini
  • Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK
  • SOT 2024: Kompetisi Semarak di Akhir Semester Ganjil

Sebagai catatan, meskipun anggaran pendidikan secara keseluruhan meningkat dari Rp542,82 triliun pada 2020 menjadi Rp724,2 triliun pada 2025, peruntukannya dinilai masih belum efektif dalam menjawab kesenjangan antarwilayah dan kelompok sosial.

Mekeng mendesak pemerintah untuk fokus pada optimalisasi pemanfaatan anggaran, pembangunan infrastruktur pendidikan, dan peningkatan kompetensi tenaga pengajar agar sistem pendidikan nasional lebih adil dan inklusif.

Jangan Lewatkan:
  • Pramuka Tak Lekang Usia 93 Peserta KMD Lulus Memuaskan
  • Lina Marlina Raih Gelar Doktor dengan IPK 3,96 Hampir Sempurna
  • Beasiswa Prestasi Unggul QSBS Al Kautsar 561, Gratis SPP Hingga Rp120 Juta!
  • Perdana, Pesantren Pramuka Khalifa Tasikmalaya Lantik Penggalang Ramu
Anggaran Pendidikan Kesejahteraan guru Ketimpangan Pendidikan Komisi XI DPR Pemerataan pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Tinjau Puskesmas Kembang Janggut Pastikan Layanan dan MTB
Next Article KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi CSR Bank Indonesia

Informasi lainnya

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

27 Juli 2026

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

23 Juli 2026

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

23 Juli 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

23 Juli 2026

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

8 Juli 2026

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

24 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Editorial Udex Mundzir

Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM

Bisnis Alfi Salamah

Riset Murah, Mimpi Besar

Editorial Udex Mundzir

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Global
Ericka10 Mei 2023

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Disbun Kaltim Sambut Hangat Kontingen MTQ Nasional XXX dari Provinsi Riau

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi