Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Kemendikdasmen menerapkan MPLS Ramah selama lima hari untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perpeloncoan.
Alfi SalamahAlfi Salamah8 Juli 2026 Pendidikan
MPLS
Ilustrasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Hari pertama masuk sekolah selalu menjadi momen yang sulit dilupakan. Bagi sebagian anak, itu adalah langkah awal menuju lingkungan baru yang penuh harapan. Namun bagi sebagian lainnya, pengalaman tersebut pernah dibayangi rasa takut akibat praktik perpeloncoan.

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, pemerintah berupaya mengubah kesan itu melalui kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang mulai diterapkan di seluruh Indonesia.

Memasuki pertengahan Juli 2026, satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK bersiap menyambut peserta didik baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pelaksanaan MPLS selama lima hari pada pekan pertama sekolah melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa seluruh kegiatan orientasi harus berlangsung edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik.

Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, sekolah kini diwajibkan menyosialisasikan program MPLS kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai. Sosialisasi mencakup tujuan kegiatan, materi, jadwal, larangan, hingga mekanisme pengaduan apabila ditemukan pelanggaran. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih baik.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini diarahkan untuk membantu guru mengenali karakter, minat, bakat, kemampuan literasi, numerasi, hingga kondisi sosial emosional peserta didik sejak hari pertama. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid sejak awal tahun ajaran.

Baca Juga:
  • Prestasi Siswa Meningkat Pesat, Ekskul Pramuka Jadi Kunci
  • PPDB 2025 Alami Perubahan, Zonasi Tetap Jadi Perdebatan
  • Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global
  • Janji Prabowo untuk Guru Masih Multitafsir

Materi yang diberikan juga mengalami pembaruan. Selain pengenalan warga sekolah, tata tertib, dan kurikulum, peserta didik akan mendapatkan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman, etika bermedia sosial, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pembiasaan karakter melalui program Pagi Ceria. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk budaya belajar yang positif sejak awal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pengalaman pertama di sekolah akan memengaruhi rasa percaya diri dan semangat belajar anak dalam jangka panjang.

“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendikdasmen di Jakarta beberapa hari lalu.

Senada dengan itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga menciptakan ruang yang membuat setiap anak merasa diterima dan dihargai.

Artikel Terkait:
  • AKSI pada MPLS
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan
  • Raih Jota SSTV Award, Jota Joti UPT SMAN 8 Bone Sukses Digelar
  • Kwarcab Bone Gelar KPDK Perkuat Tata Kelola Dewan Kerja

“Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, serta memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak dan potensi,” kata Yuli Haryanto saat webinar Sosialisasi MPLS Ramah.

Regulasi baru juga memuat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi sekolah. Praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, pungutan biaya, penggunaan atribut yang tidak edukatif, hingga pelibatan alumni sebagai penyelenggara MPLS tidak lagi diperbolehkan. Apabila ditemukan pelanggaran, sekolah dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Orang tua kini memiliki kepastian bahwa orientasi sekolah bukan lagi ajang senioritas, melainkan proses adaptasi yang membantu anak mengenal lingkungan belajar, guru, teman sebaya, serta budaya sekolah secara lebih sehat.

Jangan Lewatkan:
  • Hari Ketiga Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Peserta Belajar Sismisat dan Latihan Membina
  • Produk Luar Dominasi Destinasi, Wisata Lokal Tergerus di Rumah Sendiri
  • Gebyar Lomba Santri TPQ Kab. Mojokerto Sambut 1 Muharram
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

Momentum tahun ajaran baru juga menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pengalaman belajar yang aman dan manusiawi. Ketika peserta didik merasa diterima sejak hari pertama, peluang mereka untuk berkembang, berprestasi, dan membangun karakter positif akan semakin besar.

Kemendikdasmen MPLS Ramah Pendidikan Indonesia Sekolah Tahun Ajaran Baru 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses
Next Article Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Informasi lainnya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

22 Oktober 2026

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Akar Rasa Nusantara yang Terlupakan di Dapur Modern

Food Alfi Salamah

Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan

Perspektif Assyifa

Menjadi Kepala Daerah

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Profil Alfi Salamah

Investigasi MUI Terhadap Al Zaytun Mencapai Tahap Penting, Fatwa Menanti!

Islami Adit Musthofa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi