Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Kemendikdasmen menerapkan MPLS Ramah selama lima hari untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perpeloncoan.
Alfi SalamahAlfi Salamah8 Juli 2026 Pendidikan
MPLS
Ilustrasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Hari pertama masuk sekolah selalu menjadi momen yang sulit dilupakan. Bagi sebagian anak, itu adalah langkah awal menuju lingkungan baru yang penuh harapan. Namun bagi sebagian lainnya, pengalaman tersebut pernah dibayangi rasa takut akibat praktik perpeloncoan.

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, pemerintah berupaya mengubah kesan itu melalui kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang mulai diterapkan di seluruh Indonesia.

Memasuki pertengahan Juli 2026, satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK bersiap menyambut peserta didik baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pelaksanaan MPLS selama lima hari pada pekan pertama sekolah melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa seluruh kegiatan orientasi harus berlangsung edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik.

Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, sekolah kini diwajibkan menyosialisasikan program MPLS kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai. Sosialisasi mencakup tujuan kegiatan, materi, jadwal, larangan, hingga mekanisme pengaduan apabila ditemukan pelanggaran. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih baik.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini diarahkan untuk membantu guru mengenali karakter, minat, bakat, kemampuan literasi, numerasi, hingga kondisi sosial emosional peserta didik sejak hari pertama. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid sejak awal tahun ajaran.

Baca Juga:
  • Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Menemukan Celah Kebaruan Riset di Jantung Komunitas Pesantren
  • Santri QSBS Al-Kautsar 561 Lolos PTN, Dua Diterima di Kedokteran
  • Praktek Rukyat Awal Bulan Dzulqo’dah di PP. Sunan Ampel 2 Jombang Bawa Santri Menuju Puncak Pengetahuan Falak

Materi yang diberikan juga mengalami pembaruan. Selain pengenalan warga sekolah, tata tertib, dan kurikulum, peserta didik akan mendapatkan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman, etika bermedia sosial, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pembiasaan karakter melalui program Pagi Ceria. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk budaya belajar yang positif sejak awal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pengalaman pertama di sekolah akan memengaruhi rasa percaya diri dan semangat belajar anak dalam jangka panjang.

“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendikdasmen di Jakarta beberapa hari lalu.

Senada dengan itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga menciptakan ruang yang membuat setiap anak merasa diterima dan dihargai.

Artikel Terkait:
  • Diky Candra Siap Kawal Aspirasi Guru Honorer Madrasah
  • Dies Natalis ke-17 Politeknik Triguna Meriah, Mahasiswa hingga Siswa Priangan Timur Berkompetisi
  • AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?
  • Hardiknas 2025, Prabowo Umumkan Insentif Guru dan Renovasi 10.440 Sekolah

“Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, serta memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak dan potensi,” kata Yuli Haryanto saat webinar Sosialisasi MPLS Ramah.

Regulasi baru juga memuat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi sekolah. Praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, pungutan biaya, penggunaan atribut yang tidak edukatif, hingga pelibatan alumni sebagai penyelenggara MPLS tidak lagi diperbolehkan. Apabila ditemukan pelanggaran, sekolah dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Orang tua kini memiliki kepastian bahwa orientasi sekolah bukan lagi ajang senioritas, melainkan proses adaptasi yang membantu anak mengenal lingkungan belajar, guru, teman sebaya, serta budaya sekolah secara lebih sehat.

Jangan Lewatkan:
  • Milad ke-18, Himpaudi Jatim Gelar Corat-Coret Bermakna di Gedek Mojokerto
  • Jota Joti Meriah, Kak Syamsuddin Himbau Peran Orang Dewasa
  • Awardee LPDP Raih Gelar Doktor dengan IPK 3.96 di UPI
  • Gerakan Pramuka Kwarcab Bone Gelar Kegiatan Pra Jota Joti

Momentum tahun ajaran baru juga menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pengalaman belajar yang aman dan manusiawi. Ketika peserta didik merasa diterima sejak hari pertama, peluang mereka untuk berkembang, berprestasi, dan membangun karakter positif akan semakin besar.

Kemendikdasmen MPLS Ramah Pendidikan Indonesia Sekolah Tahun Ajaran Baru 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses
Next Article Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Informasi lainnya

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

27 Juli 2026

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

23 Juli 2026

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

23 Juli 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

23 Juli 2026

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

1 Juli 2026

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

24 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

Happy Ericka

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Tantangan Representasi atau Simbolisme?

Editorial Alfi Salamah

Keistimewaan Buah Strawberry, Inilah Manfaat dan Fakta Menariknya

Food Alfi Salamah

Shuka Grill: Pilihan All You Can Eat yang Memikat

Food Lina Marlina
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi