Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Kemendikdasmen menerapkan MPLS Ramah selama lima hari untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perpeloncoan.
Alfi SalamahAlfi Salamah8 Juli 2026 Pendidikan
MPLS
Ilustrasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Hari pertama masuk sekolah selalu menjadi momen yang sulit dilupakan. Bagi sebagian anak, itu adalah langkah awal menuju lingkungan baru yang penuh harapan. Namun bagi sebagian lainnya, pengalaman tersebut pernah dibayangi rasa takut akibat praktik perpeloncoan.

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, pemerintah berupaya mengubah kesan itu melalui kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang mulai diterapkan di seluruh Indonesia.

Memasuki pertengahan Juli 2026, satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK bersiap menyambut peserta didik baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pelaksanaan MPLS selama lima hari pada pekan pertama sekolah melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa seluruh kegiatan orientasi harus berlangsung edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik.

Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, sekolah kini diwajibkan menyosialisasikan program MPLS kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai. Sosialisasi mencakup tujuan kegiatan, materi, jadwal, larangan, hingga mekanisme pengaduan apabila ditemukan pelanggaran. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih baik.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini diarahkan untuk membantu guru mengenali karakter, minat, bakat, kemampuan literasi, numerasi, hingga kondisi sosial emosional peserta didik sejak hari pertama. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid sejak awal tahun ajaran.

Baca Juga:
  • Riset Alam QSBS: Melatih Public Speaking dan Pola Pikir Kritis
  • SMPN 1 Cisayong Menjadi Tempat Nyaman untuk Anak-Anak Saleh
  • Legislator Desak Sekolah Rakyat Fokus ke Daerah 3T dan Libatkan Guru Lokal
  • MPLS SMA Negeri 1 Taraju: Bangun Generasi Kreatif dan Inovatif

Materi yang diberikan juga mengalami pembaruan. Selain pengenalan warga sekolah, tata tertib, dan kurikulum, peserta didik akan mendapatkan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman, etika bermedia sosial, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pembiasaan karakter melalui program Pagi Ceria. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk budaya belajar yang positif sejak awal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pengalaman pertama di sekolah akan memengaruhi rasa percaya diri dan semangat belajar anak dalam jangka panjang.

“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendikdasmen di Jakarta beberapa hari lalu.

Senada dengan itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga menciptakan ruang yang membuat setiap anak merasa diterima dan dihargai.

Artikel Terkait:
  • Ramadan Seru di Pesantren Pramuka Khalifa
  • Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya
  • AI dan Kearifan Lokal, Kunci Pendidikan Tanggap Bencana
  • Mahasiswa Unisba Kenalkan Produk Zero Waste Olahan Kopi Mekarmanik

“Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, serta memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak dan potensi,” kata Yuli Haryanto saat webinar Sosialisasi MPLS Ramah.

Regulasi baru juga memuat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi sekolah. Praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, pungutan biaya, penggunaan atribut yang tidak edukatif, hingga pelibatan alumni sebagai penyelenggara MPLS tidak lagi diperbolehkan. Apabila ditemukan pelanggaran, sekolah dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Orang tua kini memiliki kepastian bahwa orientasi sekolah bukan lagi ajang senioritas, melainkan proses adaptasi yang membantu anak mengenal lingkungan belajar, guru, teman sebaya, serta budaya sekolah secara lebih sehat.

Jangan Lewatkan:
  • Dedi Mulyadi Copot Kepsek SMAN 6 Depok, Langgar Larangan Study Tour
  • Syafruddin Bawa Rektor Al-Azhar Kairo ke Indonesia, Jalin Kerja Sama Pendidikan Islam
  • Bersiap Naratama, Kak Udex Terima Tugas Menjadi Pimpinan Kursus
  • Samri: Hargai Guru, Kunci Kesuksesan Dalam Hidup

Momentum tahun ajaran baru juga menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pengalaman belajar yang aman dan manusiawi. Ketika peserta didik merasa diterima sejak hari pertama, peluang mereka untuk berkembang, berprestasi, dan membangun karakter positif akan semakin besar.

Kemendikdasmen MPLS Ramah Pendidikan Indonesia Sekolah Tahun Ajaran Baru 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses
Next Article Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Informasi lainnya

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

6 Agustus 2026

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

27 Juli 2026

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

25 Juli 2026

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

23 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Perspektif Udex Mundzir

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Techno Assyifa

Doa Awal Ramadhan: Sambut Bulan Suci dengan Penuh Berkah

Islami Assyifa

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi