Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Durasi tidur yang cukup belum tentu berarti tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang berkualitas
Alfi SalamahAlfi Salamah9 Juli 2026 Daily Tips
Tidur Berkualitas
Ilustrasi : Banyak tidur tapi masih lelah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pernahkah Anda bangun setelah tidur selama tujuh hingga delapan jam, tetapi tubuh tetap terasa berat, mata masih mengantuk, dan semangat untuk memulai hari seolah menghilang? Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami kondisi ini dan menganggap penyebabnya pasti karena kurang tidur. Padahal, durasi tidur yang cukup belum tentu berarti tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Menurut berbagai penelitian di bidang kesehatan tidur, rasa lelah yang menetap meski waktu tidur sudah terpenuhi sering kali berkaitan dengan kualitas tidur, gaya hidup, kondisi psikologis, hingga masalah kesehatan tertentu. Memahami penyebabnya menjadi langkah penting agar keluhan tersebut tidak terus berulang.

Tidur Cukup Belum Tentu Tidur Berkualitas

Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, tubuh tidak hanya menghitung berapa lama seseorang tidur, melainkan juga bagaimana kualitas tidur tersebut.

Selama tidur, tubuh melewati beberapa fase, mulai dari tidur ringan, tidur dalam (deep sleep), hingga fase REM (Rapid Eye Movement). Pada fase tidur dalam, tubuh memperbaiki jaringan, memulihkan energi, memperkuat sistem imun, dan membantu proses regenerasi sel. Jika fase ini sering terganggu, tubuh akan tetap merasa lelah meski durasi tidurnya cukup.

Karena itu, seseorang yang tidur delapan jam tetapi sering terbangun bisa saja merasa lebih lelah dibanding orang yang tidur enam setengah jam dengan kualitas tidur yang baik.

1. Tidur Sering Terputus Tanpa Disadari

Salah satu penyebab paling umum adalah tidur yang tidak berlangsung utuh. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka beberapa kali terbangun pada malam hari karena suara, cahaya, suhu ruangan, atau gangguan pernapasan.

Setiap kali terbangun, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali memasuki fase tidur dalam. Jika hal ini terjadi berulang, proses pemulihan tubuh menjadi tidak optimal.

Gangguan seperti mendengkur keras, sering buang air kecil pada malam hari, atau terbangun karena mimpi buruk juga dapat menurunkan kualitas istirahat.

2. Mengalami Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur ketika saluran napas menyempit atau tertutup sementara sehingga pernapasan berhenti beberapa detik berulang kali saat tidur.

Akibatnya, otak akan “membangunkan” tubuh agar kembali bernapas. Meski tidak sepenuhnya sadar, proses ini bisa terjadi puluhan bahkan ratusan kali dalam semalam.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Mendengkur keras.
  • Bangun dengan mulut kering.
  • Sakit kepala pada pagi hari.
  • Mengantuk berat pada siang hari.
  • Sulit berkonsentrasi.

Sleep apnea sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

Baca Juga:
  • Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian
  • 5 Peran Penting Dalam Tim yang Solid
  • 1 Agustus, Hari Scarf Pramuka Se-Dunia: Ayo Tunjukkan Scarf-mu
  • Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

3. Stres dan Beban Pikiran

Tubuh memang sedang tidur, tetapi otak belum tentu benar-benar beristirahat.

Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, kecemasan, atau tekanan emosional, hormon kortisol cenderung meningkat. Kondisi ini membuat tidur menjadi lebih dangkal sehingga tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang optimal.

Tidak heran jika seseorang yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah pribadi sering bangun dalam keadaan lelah meski sudah tidur cukup lama.

4. Terlalu Banyak Bermain Gawai Sebelum Tidur

Kebiasaan menggulir media sosial, menonton video, atau bermain gim sebelum tidur ternyata berdampak pada kualitas istirahat.

Layar ponsel memancarkan cahaya biru (blue light) yang dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase tidur yang dalam. Bahkan setelah tertidur, kualitas tidurnya tetap bisa menurun.

Para ahli umumnya menyarankan menghentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar satu jam sebelum tidur.

5. Kekurangan Nutrisi

Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk menghasilkan energi.

Kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin D, magnesium, maupun asam folat dapat menyebabkan tubuh mudah lelah.

Anemia akibat kekurangan zat besi, misalnya, membuat pasokan oksigen ke jaringan tubuh berkurang sehingga seseorang mudah merasa lemas meski sudah beristirahat cukup.

Karena itu, pola makan yang seimbang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga energi sehari-hari.

Artikel Terkait:
  • 10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden
  • Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?
  • Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA
  • Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

6. Kurang Bergerak

Terdengar paradoks, tetapi terlalu banyak duduk justru membuat tubuh lebih cepat lelah.

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki fungsi jantung, memperkuat otot, sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

Penelitian menunjukkan olahraga ringan hingga sedang selama sekitar 30 menit sehari mampu membantu seseorang tidur lebih nyenyak dan merasa lebih segar saat bangun.

7. Terlalu Banyak Kafein

Kopi memang membantu meningkatkan konsentrasi, tetapi konsumsi berlebihan, terutama pada sore atau malam hari, dapat mengganggu ritme tidur.

Walaupun seseorang tetap bisa tertidur setelah minum kopi, kualitas tidur dalam bisa berkurang. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh proses pemulihan secara maksimal.

Hal yang sama juga berlaku pada minuman berenergi dan beberapa jenis teh berkafein tinggi.

8. Tubuh Sedang Memberi Sinyal Penyakit

Rasa lelah berkepanjangan terkadang bukan berasal dari pola tidur, melainkan kondisi medis yang memerlukan penanganan.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tubuh terus merasa lelah antara lain:

  • anemia;
  • diabetes;
  • gangguan tiroid;
  • penyakit jantung;
  • gangguan ginjal;
  • depresi;
  • sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome).

Apabila rasa lelah berlangsung selama beberapa minggu tanpa penyebab yang jelas atau disertai gejala lain seperti penurunan berat badan, sesak napas, nyeri dada, atau demam berkepanjangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Cara Mengatasi Tubuh yang Tetap Lelah Meski Tidur Cukup

Jika penyebabnya bukan penyakit tertentu, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat:

Jangan Lewatkan:
  • 3 SMA Seni Favorit Para Idol K-Pop Korea Selatan
  • Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari
  • Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia
  • Menjaga Privasi: Kunci Hidup Damai dan Bebas Drama
  • Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
  • Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur.
  • Membatasi konsumsi kopi setelah sore hari.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang disukai.
  • Memastikan kamar tidur nyaman, gelap, dan memiliki suhu yang sejuk.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan hasil yang lebih baik dibanding perubahan drastis yang sulit dipertahankan.

Jadi, Kenapa Kita Masih Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Jawabannya adalah karena tidur bukan hanya soal durasi. Kualitas tidur, kesehatan fisik, kondisi mental, pola makan, aktivitas harian, hingga gangguan medis tertentu sama-sama memengaruhi seberapa segar tubuh saat bangun di pagi hari.

Tubuh memiliki cara tersendiri untuk memberi tahu ketika ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rasa lelah yang terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih, bukan sekadar tambahan satu atau dua jam tidur.

Alih-alih hanya berfokus pada lamanya waktu istirahat, mulailah memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi kualitas tidur. Dengan tidur yang benar-benar berkualitas, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan diri, menjaga kesehatan, dan mendukung produktivitas sepanjang hari.

Anemia Durasi Tidur Ideal Tidur Berkualitas Tips Sehat Mental
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Informasi lainnya

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

7 Juli 2026

Kosakata Hari yang Jarang Diketahui Masyarakat

4 Juni 2026

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

18 April 2026

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

14 Februari 2026

5 Cara Atasi Overthinking

13 Februari 2026

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

20 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Lepaskan Ketegangan, Raih Kedamaian

Daily Tips Udex Mundzir

Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Profil Lisda Lisdiawati

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

Islami Alfi Salamah

Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten

Editorial Udex Mundzir

Jejak Warisan dan Peluang di Desa Krampon

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi