Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Beasiswa menanggung UKT dan biaya hidup, sekaligus menyiapkan generasi baru untuk pertanian modern Bangka Belitung.
Alfi SalamahAlfi Salamah3 September 2026 Pendidikan
Mahasiswa UBB menerima ilustrasi Beasiswa Kelapa 2026
Ilustrasi penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 kepada mahasiswa pertanian UBB
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bangka – Seratus mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) mendapat bekal untuk menatap masa depan pertanian dari bangku kuliah. Melalui Beasiswa Kelapa 2026, mahasiswa Agroteknologi dan Agribisnis tidak hanya mendapat bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi baru yang mampu mengelola pertanian dengan pengetahuan, teknologi, dan jiwa kewirausahaan.

Beasiswa tersebut diserahkan Yayasan JHL Merah Putih Kasih atau JHL Foundation di Gedung Balai Betason, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UBB, Desa Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026). Program menyasar 100 mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis serta mencakup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup bulanan.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo bersama Rektor UBB Prof. Ibrahim kepada Sela Serlina dari Program Studi Agribisnis dan M. Farel Alfarezy dari Agroteknologi. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut hadir melalui Gubernur Hidayat Arsani.

Program ini membawa misi yang lebih panjang daripada membayar biaya kuliah. JHL Foundation menargetkan mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan di Indonesia yang diharapkan mampu memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, serta mengambil peran dalam modernisasi sektor pertanian.

“Beasiswa ini adalah amanah dan kepercayaan besar,” kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 di Kampus UBB, Balun Ijuk, Kabupaten Bangka. Ia berharap bantuan tersebut memperkuat semangat belajar hingga melahirkan lulusan pertanian yang inovatif dan mampu mendorong perekonomian daerah.

Beasiswa Kelapa menjadi penting karena pertanian Indonesia sedang berhadapan dengan persoalan regenerasi. Anak muda tidak hanya dibutuhkan sebagai tenaga penerus, tetapi juga sebagai penghubung antara praktik pertanian tradisional dengan teknologi, akses informasi, pengolahan hasil, pemasaran digital, dan model bisnis baru.

Data Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah petani berusia 19–39 tahun tercatat sekitar 6,18 juta orang. Jumlah itu hanya sekitar 21,93 persen dari keseluruhan petani yang dicatat BPS, menggambarkan masih besarnya ruang untuk mendorong lebih banyak generasi muda masuk dan bertahan di sektor pertanian.

Pada saat yang sama, BPS mencatat terdapat sekitar 29,34 juta usaha pertanian perorangan di Indonesia pada 2023. Jumlah tersebut turun 7,45 persen dibandingkan Sensus Pertanian 2013 yang mencapai sekitar 31,70 juta unit.

Baca Juga:
  • Pramuka SMAN 23 Bone Gelar Musyawarah Ambalan 2026
  • Libur Sekolah Dimajukan, Menag Harap Kemacetan Mudik Berkurang
  • Tips Ini Dijamin Memberikan Peluang Anda lulus SNBT 2023 Dengan Baik!
  • Pesantren Pramuka Khalifa Lantik Akmal Abror Jadi Penggalang Ramu

Kelapa sendiri bukan komoditas kecil dalam struktur pertanian Indonesia. Dalam Sensus Pertanian 2023, kelapa masuk daftar sepuluh komoditas yang paling banyak diusahakan oleh usaha pertanian perorangan, bersama padi, ayam kampung, sapi potong, jagung, kambing, kelapa sawit, ubi kayu, dan karet.

Karena itu, nama “Beasiswa Kelapa” juga bersinggungan dengan komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat di banyak daerah. Tantangannya adalah bagaimana hasil pertanian tidak berhenti sebagai komoditas mentah, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan membuka pekerjaan baru.

“Petani itu bukan bodoh. Mereka hanya kekurangan informasi,” kata Jerry Hermawan Lo dalam keterangannya mengenai program Beasiswa Kelapa di Pangkalpinang, Jumat (4/9/2026). Ia menilai akses terhadap pendidikan, pengetahuan, teknologi dan informasi perlu diperluas agar produktivitas pertanian dapat berkembang.

Pemikiran tersebut membuat posisi perguruan tinggi menjadi penting. Mahasiswa pertanian tidak semata mempelajari cara meningkatkan hasil panen, tetapi juga berhadapan dengan persoalan kualitas bibit, perubahan iklim, efisiensi penggunaan lahan, pemasaran, akses modal hingga pengolahan hasil pertanian.

Bagi mahasiswa penerima, bantuan UKT dan biaya hidup bulanan memberi ruang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan tanpa seluruh energi terserap oleh persoalan biaya. Program tersebut juga diarahkan agar penerima dapat lulus tepat waktu sekaligus membangun kemampuan kewirausahaan.

Harapan itu dirasakan langsung oleh mahasiswa. Salah seorang penerima bernama Elvira menyampaikan bahwa bantuan pendidikan tersebut diharapkan mendorong penerima beasiswa belajar lebih serius dan kelak memberikan kontribusi bagi sektor pertanian.

“Beasiswa ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi kami,” ujar Elvira saat kegiatan penyerahan beasiswa di Kampus UBB, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026). Ia berharap dapat menyelesaikan studi dengan baik dan ikut berkontribusi pada pertanian di masa mendatang.

Dukungan pendidikan pada hari itu tidak hanya datang dari JHL Foundation. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyerahkan Beasiswa Kerja Sama Tahap I Tahun Anggaran 2026 senilai Rp195 juta kepada 73 mahasiswa UBB. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.

Artikel Terkait:
  • Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global
  • Gerakan Pramuka Kwarcab Bone Gelar Kegiatan Pra Jota Joti
  • Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026
  • 13 Unit Kerja UPI Bandung Teken Zona Integritas Cegah Korupsi

Dengan demikian, sedikitnya 173 mahasiswa menjadi sasaran dua skema bantuan pendidikan yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan tersebut: 100 mahasiswa melalui Beasiswa Kelapa JHL Foundation dan 73 mahasiswa melalui program kerja sama Pemprov Babel. Kedua program memiliki skema dan sumber bantuan berbeda.

Bagi Bangka Belitung, investasi pada mahasiswa pertanian memiliki arti strategis. Perekonomian daerah selama bertahun-tahun dikenal kuat dengan aktivitas pertambangan, sementara penguatan sektor pertanian dapat membuka jalur ekonomi lain yang lebih beragam bagi masyarakat.

Sarjana pertanian yang lahir dari kampus daerah juga memiliki kedekatan dengan persoalan di lapangan. Mereka dapat bersentuhan langsung dengan petani, memahami karakter tanah dan komoditas lokal, kemudian membawa pengetahuan dari laboratorium dan ruang kuliah ke kebun serta sentra produksi.

Tantangannya tidak selesai setelah beasiswa diberikan. Regenerasi petani membutuhkan ekosistem agar lulusan pertanian melihat sektor ini sebagai pilihan profesi yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang ditinggalkan karena dianggap memiliki pendapatan rendah dan masa depan terbatas.

Akses terhadap lahan, modal, teknologi, pasar dan pendampingan usaha akan menentukan apakah sarjana pertanian benar-benar masuk ke sektor produksi atau memilih pekerjaan lain. Karena itu, program pendidikan akan lebih bermakna apabila tersambung dengan kesempatan membangun usaha dan mengembangkan komoditas setelah mahasiswa lulus.

Data BPS yang mencatat petani usia 19–39 tahun sekitar 21,93 persen memberikan ukuran terhadap besarnya tantangan tersebut. Jika generasi baru tidak cukup cepat masuk, proses transfer pengetahuan antargenerasi dan keberlanjutan produksi pangan dapat menghadapi tekanan dalam jangka panjang.

Beasiswa Kelapa 2026 di UBB merupakan langkah kecil di tengah persoalan regenerasi yang jauh lebih besar. Namun bagi 100 mahasiswa penerimanya, kesempatan itu bisa menjadi titik awal untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan di kebun, melainkan bidang ilmu, bisnis, teknologi dan pengabdian yang masih menyediakan ruang luas untuk generasi muda.

Jangan Lewatkan:
  • Antropologi Kampus Bekal Berharga Meniti Perjalanan Pendidikan Tinggi
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
  • Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka
  • Kecurangan UTBK 2025 Kian Canggih, Kamera Disembunyikan di Behel

Dari Balun Ijuk, tantangannya kini bergerak ke tahap berikutnya: memastikan mahasiswa yang memperoleh kesempatan pendidikan benar-benar memiliki ruang untuk tumbuh menjadi pelaku pertanian yang terampil dan mandiri. Sebab regenerasi petani tidak cukup dengan mengajak anak muda turun ke lahan, tetapi juga membuat mereka memiliki alasan yang kuat untuk bertahan dan membangun masa depan di sana.


Beasiswa Kelapa Mahasiswa Pertanian Pendidikan Petani Muda Universitas Bangka Belitung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak
Next Article Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim

Travel Alfi Salamah

Unwanted Leader

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi