Tasikmalaya – “Bukan sekadar belajar, tapi juga memberi dampak,” menjadi gambaran perjalanan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dari Pesantren Pramuka Khalifa yang sukses meloloskan empat tim sekaligus dalam program pendanaan penelitian mahasiswa. Di tengah persaingan ketat, capaian ini ibarat satu langkah serempak yang menembus banyak pintu peluang sekaligus.
Program penerimaan proposal penelitian mahasiswa UT yang ditujukan bagi mahasiswa D3 dan S1 semester 4 hingga 6 ini menawarkan pendanaan hingga Rp10.000.000 per tim. Kesempatan tersebut dimanfaatkan optimal oleh mahasiswa Pesantren Pramuka Khalifa dengan mengirimkan empat tim, yang seluruhnya berhasil lolos seleksi dengan topik-topik riset yang relevan dengan isu kekinian.
Keempat proposal yang diajukan mencakup beragam bidang, mulai dari pengaruh live shopping dan pembayaran digital terhadap perilaku impulsif konsumen, kesadaran gaya hidup halal pada generasi Z, hingga edukasi digital dalam mendorong minat wirausaha mahasiswa, serta implementasi program makan bergizi gratis pada siswa.
Para peserta tidak hanya berstatus mahasiswa, tetapi juga aktif mengambil peran sebagai penulis, penggerak literasi, hingga pengelola media dan unit usaha di lingkungan pesantren. Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat kualitas gagasan penelitian yang mereka ajukan.
Tim pertama mengangkat judul “Live Shopping dan Digital Payment terhadap Impulse Buying Produk Lokal Generasi Z” dengan Astri Nurfianti Suherman sebagai ketua tim. Ia didampingi Mulki Sulaimaniyah dan Adi Dzul Husni Fauzi.
Sementara tim kedua mengusung tema “Pengaruh Halal Lifestyle Awareness terhadap Preferensi Kuliner Mahasiswa Generasi Z di Era Globalisasi Kuliner” yang dipimpin Sriyanti Nurfadillah bersama Intan Tarbiatul Wardah dan Yuliani Handraeni Utami.
Tim ketiga menyoroti “Peran Edukasi Digital dalam Membentuk Entrepreneurial Intentional Mahasiswa pada Bisnis Kuliner di Priangan Timur” dengan Alfi Salamah sebagai ketua, bersama Ericka Dania dan Richard Abdulloh Mundzir.
Sedangkan tim keempat mengangkat isu gizi melalui proposal “Pengaruh Implementasi Program Makan Bergizi Gratis terhadap Perubahan Perilaku Konsumsi Siswa” yang dipimpin Lisda Lisdiawati bersama Siti Aisyah dan Aditya Musthofa.
“Alhamdulillah ini menjadi suatu kebanggan bagi saya karena bisa memperluas ranah belajar saya,” ujar Ericka Dania dalam keterangannya, menegaskan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berkontribusi nyata melalui riset yang berdampak. Ia juga menambahkan bahwa program ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus menjawab tantangan sosial yang ada.
“Terimakasih kepada pihak terkait khususnya universitas terbuka karena telah membuka kesempatan emas ini sebagai ajang untuk mengasah ilmu pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang kita dapatkan juga,” tambahnya.
Keberhasilan empat tim ini sekaligus menjadi bukti bahwa lingkungan pesantren tidak menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang akademik modern. Justru, kolaborasi antara nilai keislaman dan semangat inovasi menjadi kekuatan tersendiri dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan solutif.
Dengan capaian ini, mahasiswa UT dari Pesantren Pramuka Khalifa diharapkan mampu melanjutkan penelitian hingga tahap implementasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang ekonomi digital, gaya hidup halal, kewirausahaan, dan kesehatan generasi muda.
