Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 15 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

ToT Life Leaders mendorong aksi sosial jutaan anggota Pramuka tercatat sebagai kontribusi Indonesia terhadap SDGs.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati26 Agustus 2026 Pendidikan
Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global
Kak Toto Iswanto menyampaikan kebijakan Kwarnas untuk Life Leaders (Foto: Dzir)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Jutaan anggota Gerakan Pramuka tersebar di Indonesia dan setiap hari berpotensi melakukan aksi sosial maupun lingkungan. Namun, besarnya kerja kerelawanan itu belum seluruhnya tercatat sebagai service hours atau jam bakti dalam sistem kepanduan dunia, sehingga kontribusi Indonesia belum tergambar secara utuh pada tingkat global.

Persoalan pencatatan dampak tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Training of Trainers (ToT) Life Leaders 2026 bertema “Indonesian Scout Impact Innovators for Earth” yang berlangsung di Jakarta pada 26–28 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 30 pembina Pramuka dari 11 Kwartir Daerah (Kwarda) se-Indonesia untuk memperkuat kemampuan mereka mendampingi anggota muda menjalankan proyek yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendokumentasikan dampaknya.

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Mayjen TNI (Purn.) Toto Siswanto, menempatkan Life Leaders bukan sekadar sebagai program pelatihan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Gerakan Pramuka menghubungkan kegiatan kepanduan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Program-program World Organization of the Scout Movement (WOSM) yang dijalankan organisasi kepanduan nasional atau National Scout Organizations (NSO), termasuk Gerakan Pramuka, diarahkan agar aktivitas kepanduan menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang dapat diukur. Dengan jumlah anggota yang besar, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memperbesar kontribusi tersebut.

Toto menyebut jumlah anggota Gerakan Pramuka selama ini kerap diklaim berada pada kisaran 25 juta orang. Sementara berdasarkan proses pendataan dan kartu anggota yang disinggungnya, lebih dari 16 juta anggota telah masuk dalam pendataan.

Proses itu belum selesai. Karena itu, jumlah anggota yang tercatat menurut Toto masih berpotensi menembus 20 juta orang.

Besarnya basis anggota tersebut sekaligus memperlihatkan mengapa pencatatan jam bakti menjadi penting. Apabila sebagian besar aktivitas sosial anggota dapat didokumentasikan secara sistematis, akumulasinya berpotensi mencapai puluhan juta service hours dan memperkuat posisi Indonesia dalam kontribusi kepanduan dunia.

“Sekecil apa pun program Life Leaders, kata kuncinya adalah bermanfaat,” kata Mayjen TNI (Purn.) Toto Siswanto saat memberikan pemaparan dalam ToT Life Leaders 2026 di Jakarta (26/8/26).

Prinsip tersebut membuat Life Leaders tidak diarahkan hanya kepada proyek berskala besar. Kegiatan sederhana yang menjawab persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi proyek bernilai ketika manfaatnya nyata dan model kegiatannya dapat diperluas.

Baca Juga:
  • Kemensos-Kemenag Kolaborasi, Sekolah Rakyat Siap Didirikan
  • Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus
  • 100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026
  • Pesantren Libur Awal Ramadan Bersama Pesantren Pramuka Khalifa

Toto mencontohkan pengalaman program sebelumnya berupa pengolahan sampah daun menjadi produk yang memiliki manfaat. Contoh lain adalah garage sale yang memberi kesempatan barang-barang tidak lagi digunakan oleh pemiliknya untuk dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.

Skalanya mungkin kecil apabila dilihat sebagai satu kegiatan. Namun, karakter Gerakan Pramuka yang memiliki jaringan hingga daerah membuat satu model aksi berpeluang direplikasi oleh banyak kelompok dan anggota.

Efek pengganda inilah yang menjadi salah satu kekuatan Life Leaders. Aksi lingkungan atau sosial yang dikerjakan di tingkat komunitas dapat menghasilkan dampak jauh lebih besar ketika dilakukan secara konsisten oleh ribuan kelompok.

Tantangannya terletak pada dokumentasi. Banyaknya anggota dan aktivitas Gerakan Pramuka belum otomatis menghasilkan data kontribusi apabila kegiatan yang dilakukan tidak dicatat dan dilaporkan.

Kwartir Nasional disebut telah mengirimkan edaran kepada Kwartir Daerah setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas), lengkap dengan petunjuk teknis bagi anggota Pramuka untuk mencatat aktivitas mereka. Mekanisme tersebut diharapkan membantu memperkuat rekam jejak kontribusi Gerakan Pramuka melalui data yang dapat diukur.

Bagi organisasi sebesar Gerakan Pramuka, pelaporan karena itu bukan sekadar pekerjaan administratif. Data kegiatan dapat memperlihatkan berapa banyak waktu, tenaga, dan aktivitas anggota yang benar-benar diberikan untuk membantu masyarakat serta lingkungan.

Rekam dampak juga berkaitan dengan kepercayaan organisasi kepanduan dunia terhadap pelaksanaan program di Indonesia. Toto mengungkapkan dukungan pendanaan untuk Life Leaders mengalami peningkatan pada tahun ini.

Menurut keterangannya, grant program yang pada tahun sebelumnya sebesar USD 20.000 meningkat menjadi USD 30.000 pada 2026. Kenaikan dukungan itu dikaitkan dengan kemampuan menjalankan program, menghasilkan manfaat, dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya melalui laporan.

“Keberhasilan mengelola program, menghasilkan manfaat, dan melaporkannya akan memengaruhi tingkat kepercayaan kepada Gerakan Pramuka Indonesia,” ujar Toto dalam ToT Life Leaders 2026 di Jakarta (26/8/26).

Artikel Terkait:
  • Pesantren Pramuka Khalifa Lantik Akmal Abror Jadi Penggalang Ramu
  • Pramuka Garuda Siaga Tunggal Aisyie Bersinar di SDN 1 Cisayong
  • Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset
  • Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Ia juga mengingatkan agar pendanaan program internasional tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan dari pihak luar. Gerakan Pramuka sebagai bagian dari WOSM turut memberikan kontribusi melalui mekanisme iuran organisasi.

Dana yang dikelola WOSM dan World Scout Foundation kemudian digunakan kembali untuk mendukung program kepanduan di berbagai negara anggota. Dalam pemaparan di kegiatan tersebut, Indonesia disebut menjadi salah satu dari 12 negara yang melaksanakan Life Leaders pada periode ini.

Di sinilah 30 peserta ToT dari 11 Kwarda mendapat peran penting. Mereka diposisikan sebagai pengganda dampak yang setelah pelatihan diharapkan kembali ke daerah, mendampingi anggota muda, dan menerjemahkan prinsip Life Leaders menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pelatihan selama 26–28 Agustus tentu memiliki keterbatasan waktu. Toto menekankan peserta tidak mungkin memperoleh seluruh pengetahuan hanya dalam dua atau tiga hari, sehingga pemahaman terhadap prinsip dasar dan kemampuan menggabungkannya dengan pengalaman kepramukaan menjadi lebih penting.

Dengan pola tersebut, ukuran keberhasilan Life Leaders tidak berhenti pada jumlah pelatihan yang terselenggara. Dampaknya akan terlihat dari semakin banyak anggota muda yang mendapat pendampingan, mampu membaca persoalan di lingkungannya, menjalankan aksi, serta mencatat hasil kegiatan tersebut.

Bagi anggota muda, pendekatan itu juga membawa kegiatan Pramuka lebih dekat dengan persoalan sehari-hari. Sampah daun, barang bekas, persoalan sosial di lingkungan tempat tinggal, hingga kebutuhan masyarakat dapat menjadi ruang belajar sekaligus arena pengabdian.

Life Leaders dengan demikian mempertemukan pendidikan kepramukaan dengan aksi nyata. Anggota muda tidak hanya belajar merancang kegiatan, tetapi juga memahami bahwa manfaat sebuah proyek perlu diketahui penerimanya, diukur, dan didokumentasikan.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS
  • Santri SMA QSBS Al-Kautsar 561 Ciptakan Solusi Limbah, Tembus Final KREASI
  • Atasi kendala literasi di era teknologi digital yang berkembang pesat
  • Meriah! Laga Voli Guru Warnai Hari Guru Cisayong

Indonesia memiliki modal yang jarang dimiliki organisasi kepanduan negara lain: jumlah anggota dalam skala jutaan. Tantangannya adalah mengubah skala besar tersebut menjadi aksi yang terasa di masyarakat sekaligus data kontribusi yang dapat dibaca dunia.

ToT Life Leaders 2026 menjadi salah satu upaya mempertemukan dua kebutuhan itu. Dari aksi kecil di daerah, pencatatan yang konsisten dapat membentuk jutaan jam bakti dan memperlihatkan seberapa besar kerja anggota Pramuka Indonesia berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Jam Bakti Pramuka Kwarnas Life Leaders 2026 Pramuka SDGs
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?
Next Article Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Pemimpin Bijak Kutai Kartanegara

Biografi Assyifa

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Eksotisme Gunung Papandayan, Surga Alam di Garut

Travel Alfi Salamah

3 Cara Efektif Lunasi Utang dengan Cepat

Daily Tips Silva

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi