Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

Dalam kurikulum OBE, kuliah selesai dan nilai tinggi belum cukup tanpa bukti kompetensi yang dikuasai mahasiswa.
Alfi SalamahAlfi Salamah22 Agustus 2026 Pendidikan
OBE
Sesi diskusi rekonstruksi kurikulum MM-UIA. (Foto: Ryan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Selesainya satu semester belum tentu berarti tujuan pembelajaran telah tercapai. Dalam Outcome-Based Education (OBE), ukuran keberhasilan justru terletak pada kemampuan yang dapat ditunjukkan mahasiswa setelah mengikuti proses pendidikan, bukan semata pada materi yang selesai diajarkan atau nilai akhir yang diperoleh.

Cara pandang itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Peninjauan dan Rekonstruksi Kurikulum Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi’iyah (FEB UIA), Jakarta, Sabtu (22/8/26). Para dosen membahas bagaimana kurikulum berbasis OBE dirancang dari profil lulusan, diturunkan menjadi capaian pembelajaran, lalu diukur melalui proses asesmen untuk memastikan kompetensi benar-benar terbentuk.

Materi Outcome-Based Education yang disampaikan Dr. Lina Marlina, M.M. mengawali pembahasan dengan membedakan output, outcome, dan impact. Perkuliahan yang selesai merupakan output, kemampuan yang dapat ditunjukkan mahasiswa disebut outcome, sedangkan impact muncul ketika kemampuan tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Pembedaan itu penting karena mengubah pertanyaan dalam penyusunan kurikulum. Program studi tidak memulainya dengan menentukan buku, daftar materi, atau apa saja yang ingin diajarkan dosen, melainkan menetapkan terlebih dahulu hasil akhir pendidikan yang hendak dicapai.

“Kurikulum OBE disusun dengan melihat terlebih dahulu outcome yang ingin dihasilkan oleh program studi: lulusan seperti apa yang ingin dibentuk dan kompetensi apa yang harus mereka miliki. Dari sana kemudian diturunkan ke CPL, CPMK, hingga Sub-CPMK, sehingga setiap lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan profil lulusan yang diharapkan,” kata Dr. Lina Marlina saat menyampaikan materi OBE di Jakarta (22/8/26).

Cara tersebut dikenal sebagai backward design. Materi yang dibahas menempatkan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa sebagai titik berangkat, dilanjutkan dengan menentukan bukti ketercapaian, merancang asesmen dan pengalaman belajar, baru kemudian memilih materi yang dibutuhkan. Dalam bagian ini terdapat penekanan bahwa buku adalah sumber, bukan penentu outcome.

Dengan demikian, sebuah mata kuliah tidak disusun hanya karena terdapat sejumlah bab yang harus dituntaskan. Materi dipilih sejauh diperlukan untuk membangun kemampuan yang telah ditetapkan program studi.

Pada tingkat kurikulum, proses tersebut dimulai dari profil lulusan. Profil itu kemudian diterjemahkan menjadi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dihubungkan dengan bahan kajian dan mata kuliah, lalu diturunkan lagi menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK.

Baca Juga:
  • Akreditasi Gugus Depan Pramuka Dorong Mutu Pendidikan
  • UKW Banten Tekankan Profesionalisme Jurnalis sebagai Pilar Demokrasi
  • Sekolah Garuda Siap Bimbing Siswa Masuk Universitas Dunia
  • PJS Imbau Wartawan Hadapi UKW Tanpa Andalkan AI

Rangkaian tersebut berlanjut hingga learning experience, asesmen, bukti ketercapaian, pengukuran, dan perbaikan. Artinya, setiap tahapan pembelajaran harus dapat ditelusuri kembali hubungannya dengan kompetensi lulusan yang telah dijanjikan program studi.

Bagi mahasiswa Magister Manajemen, tuntutan kompetensi berada pada tingkat yang lebih dalam dibanding sekadar mengetahui atau menjelaskan teori. Materi OBE yang dibahas mengarahkan kemampuan mahasiswa magister pada analisis kritis, evaluasi, serta pengembangan solusi berbasis teori, data, dan evidence.

Karena itu, rumusan capaian pembelajaran menjadi bagian penting. Pernyataan seperti “mahasiswa memahami strategi bisnis”, misalnya, belum cukup menggambarkan kemampuan yang dapat diamati dan diukur jika tidak diterjemahkan ke dalam tindakan yang lebih spesifik.

Materi tersebut menggunakan Taksonomi Bloom sebagai salah satu rujukan dalam menentukan tingkat kemampuan. Pada jenjang magister, kemampuan diarahkan pada level analisis, evaluasi, dan penciptaan atau pengembangan, sehingga mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan mengingat dan memahami.

Pendekatan ini kemudian memengaruhi cara pembelajaran dirancang. Jika outcome menuntut mahasiswa mampu menganalisis, aktivitas belajar juga perlu memberi ruang untuk melakukan analisis. Asesmen yang diberikan pun harus mengukur kemampuan tersebut, bukan kemampuan lain yang tidak sesuai dengan target.

Hubungan antara outcome, aktivitas belajar, dan asesmen disebut constructive alignment. Ketiganya harus mengarah pada kemampuan yang sama sehingga apa yang dijanjikan dalam kurikulum benar-benar berhubungan dengan apa yang dialami dan dinilai dari mahasiswa.

Konsep tersebut membawa konsekuensi lain: nilai akhir mata kuliah tidak selalu dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan bahwa seluruh capaian telah terpenuhi. Materi OBE menegaskan bahwa nilai akhir bukan otomatis menunjukkan ketercapaian semua CPMK.

Artikel Terkait:
  • 13 Unit Kerja UPI Bandung Teken Zona Integritas Cegah Korupsi
  • Ramadan Leadership Camp 2025
  • Universitas Cipasung Tasikmalaya Adakan Pelatihan Media Digital STEAM untuk Guru KKG Wiradadaha 1
  • URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Seorang mahasiswa bisa saja memiliki hasil keseluruhan yang baik, sementara terdapat kemampuan tertentu yang masih berada di bawah target. Karena itu, capaian perlu dilihat pada tingkat kompetensi yang telah dirumuskan, bukan hanya melalui satu angka akhir.

Di sisi dosen dan program studi, data tersebut menjadi bahan evaluasi. OBE tidak berhenti ketika nilai mahasiswa telah keluar atau laporan pembelajaran selesai disusun.

Materi Dr. Lina menyebut proses berikutnya sebagai close the loop. Ketika ditemukan CPMK yang belum mencapai target, program studi perlu mengidentifikasi akar masalah, menentukan tindakan perbaikan, lalu melakukan pengukuran kembali untuk melihat hasil perubahan tersebut.

Perbaikan dapat menyentuh metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa maupun sistem asesmen. Data capaian dengan demikian tidak hanya menjadi angka untuk laporan, tetapi digunakan untuk menentukan bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Pembahasan tersebut menjadi relevan ketika perguruan tinggi berbicara tentang kompetensi lulusan. Profil lulusan yang ditulis dalam dokumen kurikulum perlu memiliki jalur yang jelas hingga ke ruang kelas: kompetensi apa yang dibangun, bagaimana mahasiswa mempelajarinya, bagaimana dosen mengukurnya, dan bukti apa yang menunjukkan kompetensi itu telah tercapai.

Bagi mahasiswa, OBE membuat tujuan kuliah semestinya lebih mudah ditelusuri hingga kemampuan yang akan mereka bawa setelah lulus. Bagi perguruan tinggi, pendekatan ini sekaligus membawa tuntutan lebih besar karena kompetensi yang dijanjikan kepada mahasiswa dan masyarakat harus dapat dibuktikan melalui proses pembelajaran.

Jangan Lewatkan:
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan
  • 100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026
  • Pentingnya Stabilitas Kerja: Jangan Sering Pindah-Pindah
  • 100 Hari Prabowo-Gibran: Mendikdasmen Dipuji, Mendikti Disorot

Di situlah perbedaan mendasar OBE dengan kurikulum yang hanya berorientasi pada penyelesaian materi. Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak bahan kuliah telah diajarkan, tetapi apa yang akhirnya mampu dilakukan lulusan dengan pengetahuan yang mereka peroleh.

Kompetensi Lulusan Kurikulum OBE Outcome-Based Education Pembelajaran Pendidikan Tinggi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleInternet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
Next Article Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air

Profil Dexpert Corp

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Saintek
Ericka28 April 2025

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi