Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dedi Mulyadi Rencanakan Wajib Militer untuk Pelajar SMA di Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana masukkan kurikulum wajib militer untuk siswa SMA yang terlibat kenakalan remaja.
SilvaSilva20 Februari 2025 Pendidikan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (.lip)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Langkah tegas tengah dipersiapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membentuk karakter pelajar SMA. Dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/02/2025), ia mengungkapkan rencana memasukkan program wajib militer (wamil) ke dalam kurikulum pendidikan SMA di Jawa Barat.

“Saya berencana memasukkan kurikulum wamil untuk SMA untuk pembentukan karakter bela negara,” kata Dedi.

Menurut Dedi, program ini ditujukan khusus bagi siswa yang kedapatan melakukan tindakan kenakalan remaja seperti balap liar, terlibat geng motor, hingga perkelahian antarpelajar.

“Rencananya mereka yang tertangkap karena balapan liar di jalan, kemudian terlibat geng motor, perkelahian antar pemuda, antar siswa, kita akan masukin wamil,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikatakan akan bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi untuk merealisasikan program ini.

“Saya akan kerja sama dengan Kodam III Siliwangi yang gambarnya harimau, maung,” ujar Dedi.

Baca Juga:
  • Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun
  • Kursus Pembina Pramuka Dibuka di Ponpes Al-Iman Ponorogo
  • Hari Kedua KMD Pramuka Ponorogo, Peserta Dalami Peran Pembina
  • Cyber University Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Lewat Program CLP

Ia menegaskan bahwa pendekatan wajib militer ini menjadi bagian dari upaya membentuk kedisiplinan dan rasa cinta tanah air sejak dini di kalangan pelajar.

Selain itu, Dedi juga menuturkan bahwa Pemprov Jabar telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mengatasi persoalan geng motor dan premanisme yang kerap meresahkan masyarakat.

“Geng motor kita sudah membuat alokasi untuk menangani geng motor dan premanisme di Jabar, relatif lumayan alokasinya,” ungkap Dedi.

Rencana ini langsung mendapat sorotan publik, terutama kalangan pendidik dan pemerhati pendidikan. Beberapa pihak menilai ide tersebut sebagai terobosan dalam menghadapi kenakalan remaja yang semakin marak di Jawa Barat. Namun, sebagian lainnya khawatir pendekatan militeristik bisa berdampak negatif terhadap psikologi siswa.

Pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Dr. Arief Rahman, menilai gagasan ini menarik namun perlu kajian lebih mendalam agar tujuan pembinaan karakter tidak bergeser menjadi intimidasi.

Artikel Terkait:
  • Ganjar Pranowo Jelaskan Ada Tiga Poin Penting Untuk Kemajuan Pendidikan di Jawa Tengah
  • Akreditasi Gugus Depan Pramuka Dorong Mutu Pendidikan
  • Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka
  • Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

“Pendekatan ketegasan memang diperlukan, tapi jangan sampai menghilangkan esensi pendidikan yang seharusnya mengedepankan pembinaan moral dan mental secara persuasif,” kata Arief.

Menanggapi respons publik, Dedi menegaskan bahwa tujuan utama wamil bukan untuk menghukum, melainkan membangun karakter pelajar yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Kita ingin anak-anak ini punya disiplin, punya rasa tanggung jawab. Ini bagian dari menanamkan cinta tanah air sejak dini,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kebijakan lain di bidang pendidikan, seperti penguatan kurikulum kearifan lokal dan pelibatan komunitas masyarakat dalam mengawasi perilaku pelajar.

Program wajib militer untuk pelajar ini direncanakan mulai diujicobakan pada tahun ajaran baru 2025/2026 di beberapa sekolah yang memiliki catatan tinggi kasus kenakalan remaja. Pemprov Jabar juga akan membuka ruang dialog dengan para kepala sekolah dan orang tua siswa untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai tujuan.

Jangan Lewatkan:
  • SMPN 3 Watampone Sukses Selenggarakan Mugus Perdana
  • Unisba Gelar Pelatihan Desain Eksperimen untuk Dosen Tekstil
  • Buka Kuliah Subuh, Ternyata Begini Cara Santri Tasikmalaya Rebut Hati Generasi Alpha
  • Dewan Guru Besar UI Rekomendasikan Pembatalan Disertasi Bahlil Lahadalia

Dengan upaya ini, Dedi berharap generasi muda Jawa Barat dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap diri sendiri dan lingkungannya.

Dedi Mulyadi Geng Motor Kenakalan Remaja Pendidikan Jabar Wajib Militer SMA
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDedi Mulyadi Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Stafsus Tanpa Gaji
Next Article Hasto Kristiyanto Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye dan Borgol

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat

Islami Ericka

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir

Childfree dalam Pandangan Islam

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi