Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Pelaku Wisata Jawa Barat Keberatan

Larangan study tour bagi sekolah di Jawa Barat menuai pro dan kontra, dengan kekhawatiran dampaknya terhadap industri pariwisata dan UMKM.
AssyifaAssyifa26 Februari 2025 Pendidikan
Larangan Study Tour di Jawa Barat
Dedi Mulyadi larang study tour sekolah di Jabar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan larangan kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban finansial orang tua siswa, tetapi menuai reaksi dari pelaku industri pariwisata yang khawatir akan dampak ekonominya.

Dalam unggahan di akun media sosialnya, Dedi menyatakan bahwa sekolah tidak boleh lagi mengadakan study tour yang berpotensi membebani orang tua siswa.

“Sekolah tidak boleh lagi membebani orang tua dengan biaya study tour yang mahal. Fokus kita adalah pendidikan yang berkualitas tanpa memberatkan. Banyak orang tua yang mengeluh karena harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk perjalanan wisata sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, banyak sekolah yang menjadikan study tour sebagai ajang wisata, bukan sebagai bagian dari pembelajaran yang esensial. Hal ini dinilai justru mengalihkan fokus utama pendidikan di sekolah.

Kebijakan ini langsung mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Jawa Barat, R. Rosana Bartaji. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa larangan ini bisa berdampak buruk pada industri pariwisata di Jawa Barat.

Baca Juga:
  • Takut Kehilangan Waktu, Kak Udex Syukuri Kelulusan KPL
  • Abbas bin Abdul Muthalib Jadi Teladan, Santri Khalifa Usung 5 Jurus Revolusi Ramadan
  • Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS
  • Kolaborasi Kunci Sukses Pramuka Garuda di Tasikmalaya

“Larangan study tour dapat menurunkan aktivitas pariwisata di Jawa Barat. Aktivitas pariwisata dirasakan langsung dampak ekonominya oleh masyarakat di lingkungan pariwisata tersebut. Potensi UMKM pun akan terganggu,” kata Rosana.

Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Banyak masyarakat menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan, termasuk dari rombongan pelajar. Jika sekolah tidak lagi melakukan study tour, maka akan terjadi penurunan kunjungan ke berbagai destinasi wisata, yang otomatis akan berdampak pada pendapatan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, sebelumnya menargetkan 100 juta kunjungan wisatawan lokal dan 1 juta wisatawan mancanegara ke Jawa Barat. Dengan adanya kebijakan ini, banyak pihak mempertanyakan apakah target tersebut masih bisa tercapai.

Berdasarkan data, rombongan siswa yang melakukan study tour selalu menjadi salah satu kontributor dalam jumlah kunjungan wisatawan domestik. Jika kebijakan ini diterapkan secara penuh, maka jumlah kunjungan bisa mengalami penurunan signifikan.

Artikel Terkait:
  • Siswa SMPN 1 Cisayong Dilantik Naik Tingkat Pramuka Penggalang
  • Tatacipta Dirgantara Terpilih Sebagai Rektor ITB 2025-2030
  • Tonggak Kontribusi Besar Politeknik Triguna ke-15 Untuk Bangsa
  • 3 Universitas di Samarinda Menandatangani MoU dengan Delegasi OICCA 2023

Di kalangan masyarakat, kebijakan ini menuai respons beragam. Sejumlah orang tua siswa menyambut baik keputusan Dedi Mulyadi karena merasa tidak lagi terbebani dengan biaya study tour yang kadang mencapai jutaan rupiah. Namun, di sisi lain, para pelaku usaha di sektor pariwisata merasa kebijakan ini seharusnya dikaji lebih dalam agar tidak merugikan pihak lain.

Dedi Mulyadi berencana mengeluarkan surat edaran resmi terkait larangan ini dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan bahwa akan ada sanksi bagi sekolah yang tetap mengadakan study tour di luar kebijakan yang ditetapkan.

Sementara itu, Asparnas Jabar dan pelaku industri pariwisata berharap adanya dialog dengan pemerintah agar dapat menemukan solusi terbaik. Mereka mengusulkan agar study tour tetap bisa dilakukan dengan pengawasan ketat dan biaya yang lebih terjangkau bagi orang tua siswa, atau dengan destinasi yang hanya terbatas di lingkungan Jawa Barat.

Jangan Lewatkan:
  • FSGI Ingatkan Kajian Matang Terkait Penghapusan Zonasi PPDB
  • SOT 2024: Kompetisi Semarak di Akhir Semester Ganjil
  • Raih Gelar Cumlaude di Politri, Febby Berbagi Tips dan Motivasi
  • Sekolah Garuda Siap Bimbing Siswa Masuk Universitas Dunia

Polemik ini masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Akankah kebijakan ini benar-benar membawa dampak positif bagi pendidikan, atau justru merugikan sektor ekonomi lokal?

Dedi Mulyadi Jawa Barat Pariwisata Jabar Study Tour UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDiskominfo Kukar Gelar Pelatihan Keamanan Sistem Informasi
Next Article Khotmil Qur’an Warnai Purna Tugas Kabag Perencanaan Setkab Kukar

Informasi lainnya

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

19 September 2026

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Traveling Sendiri, Kenapa Tidak?

Travel Ericka

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Perspektif Udex Mundzir

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan

Refleksi Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi