Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 16 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Ketika hak anak-anak untuk hidup sehat dirampas demi keuntungan pribadi, hukum tidak boleh memberi ruang bagi para pengkhianat ini.
Udex MundzirUdex Mundzir9 Maret 2025 Editorial
Korupsi Dana Makan Bergizi Gratis
Korupsi Makan Bergizi: Ketika Hak Gizi Anak-anak Dikorupsi demi Keuntungan Pribadi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup justru disunat oleh oknum tak bermoral. Ini bukan sekadar penyalahgunaan anggaran—ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap generasi masa depan bangsa.

Dugaan pemotongan Rp2.000 dari setiap porsi makanan mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan dengan jutaan penerima manfaat, jumlah yang dikorupsi mencapai miliaran rupiah. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkap adanya indikasi permainan dalam penunjukan dapur penyedia makanan. Tidak hanya itu, makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 ternyata hanya direalisasikan Rp8.000, mengurangi kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak-anak.

Dampaknya jelas. Anak-anak yang seharusnya mendapat makanan bergizi kini harus puas dengan asupan yang tidak sesuai standar. Padahal, gizi yang cukup sangat menentukan perkembangan otak dan fisik mereka. Jika praktik korupsi ini terus dibiarkan, kita akan kehilangan generasi yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di masa depan.

Baca Juga:
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi
  • Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan
  • Pemblokiran Rekening Tanpa Akal
  • Kenaikan Harga BBM dan Tantangan Ketahanan Energi

Lebih dari sekadar penyelewengan dana, kasus ini menunjukkan betapa buruknya moralitas dalam birokrasi. Mereka yang mengambil keuntungan dari program ini bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk hidup sehat. Hukuman berat harus dijatuhkan kepada setiap pelaku, termasuk jika ada keterlibatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

KPK tidak boleh berhenti pada imbauan atau wacana penyelidikan. Proses hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Selain itu, pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan program MBG. Mekanisme pengawasan harus diperketat dengan melibatkan pihak independen dan masyarakat agar tidak ada lagi celah untuk korupsi.

Artikel Terkait:
  • Sentralisasi Berkedok Nasionalisme
  • Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik
  • Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?
  • Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Jika negara membiarkan kasus ini berlalu tanpa tindakan tegas, ini akan menjadi preseden buruk bagi program sosial lainnya. Korupsi yang menyasar hak dasar rakyat harus dilawan habis-habisan. Karena jika kita diam, maka kita turut menjadi bagian dari sistem yang membiarkan anak-anak kelaparan demi memperkaya segelintir orang.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang
  • Jangan Lempar Beban ke Rakyat
  • SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas
Gizi Anak Korupsi KPK Penyalahgunaan Anggaran Reformasi Birokrasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePSU Bebani Negara, Kinerja KPU dan Bawaslu Dikritik
Next Article Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sebulu

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

15 Juni 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

Biografi Alfi Salamah

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Perspektif Udex Mundzir

Mewaspadai Komunisme

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Sawer Meriah di Kampung Citepus

Happy Lina Marlina

Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi