Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Ketika hak anak-anak untuk hidup sehat dirampas demi keuntungan pribadi, hukum tidak boleh memberi ruang bagi para pengkhianat ini.
Udex MundzirUdex Mundzir9 Maret 2025 Editorial
Korupsi Dana Makan Bergizi Gratis
Korupsi Makan Bergizi: Ketika Hak Gizi Anak-anak Dikorupsi demi Keuntungan Pribadi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup justru disunat oleh oknum tak bermoral. Ini bukan sekadar penyalahgunaan anggaran—ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap generasi masa depan bangsa.

Dugaan pemotongan Rp2.000 dari setiap porsi makanan mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan dengan jutaan penerima manfaat, jumlah yang dikorupsi mencapai miliaran rupiah. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkap adanya indikasi permainan dalam penunjukan dapur penyedia makanan. Tidak hanya itu, makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 ternyata hanya direalisasikan Rp8.000, mengurangi kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak-anak.

Dampaknya jelas. Anak-anak yang seharusnya mendapat makanan bergizi kini harus puas dengan asupan yang tidak sesuai standar. Padahal, gizi yang cukup sangat menentukan perkembangan otak dan fisik mereka. Jika praktik korupsi ini terus dibiarkan, kita akan kehilangan generasi yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di masa depan.

Baca Juga:
  • Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu
  • Bukan Sekadar Angka Kemiskinan
  • Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten
  • Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Lebih dari sekadar penyelewengan dana, kasus ini menunjukkan betapa buruknya moralitas dalam birokrasi. Mereka yang mengambil keuntungan dari program ini bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk hidup sehat. Hukuman berat harus dijatuhkan kepada setiap pelaku, termasuk jika ada keterlibatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

KPK tidak boleh berhenti pada imbauan atau wacana penyelidikan. Proses hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Selain itu, pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan program MBG. Mekanisme pengawasan harus diperketat dengan melibatkan pihak independen dan masyarakat agar tidak ada lagi celah untuk korupsi.

Artikel Terkait:
  • Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik
  • Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat
  • Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban
  • Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak

Jika negara membiarkan kasus ini berlalu tanpa tindakan tegas, ini akan menjadi preseden buruk bagi program sosial lainnya. Korupsi yang menyasar hak dasar rakyat harus dilawan habis-habisan. Karena jika kita diam, maka kita turut menjadi bagian dari sistem yang membiarkan anak-anak kelaparan demi memperkaya segelintir orang.

Jangan Lewatkan:
  • Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik
  • Siapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?
  • Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana
  • Tarif Ojol Naik: Siapa Diuntungkan?
Gizi Anak Korupsi KPK Penyalahgunaan Anggaran Reformasi Birokrasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePSU Bebani Negara, Kinerja KPU dan Bawaslu Dikritik
Next Article Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sebulu

Informasi lainnya

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

27 April 2026

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

AISNESIA Luncurkan Virtual Buoy untuk Efisiensi Navigasi Maritim

Techno Nugroho

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah

Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Islami Ericka

Memisah Pemilu, Memecah Stabilitas

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi