Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Ketika hak anak-anak untuk hidup sehat dirampas demi keuntungan pribadi, hukum tidak boleh memberi ruang bagi para pengkhianat ini.
Udex MundzirUdex Mundzir9 Maret 2025 Editorial
Korupsi Dana Makan Bergizi Gratis
Korupsi Makan Bergizi: Ketika Hak Gizi Anak-anak Dikorupsi demi Keuntungan Pribadi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup justru disunat oleh oknum tak bermoral. Ini bukan sekadar penyalahgunaan anggaran—ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap generasi masa depan bangsa.

Dugaan pemotongan Rp2.000 dari setiap porsi makanan mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan dengan jutaan penerima manfaat, jumlah yang dikorupsi mencapai miliaran rupiah. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkap adanya indikasi permainan dalam penunjukan dapur penyedia makanan. Tidak hanya itu, makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 ternyata hanya direalisasikan Rp8.000, mengurangi kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak-anak.

Dampaknya jelas. Anak-anak yang seharusnya mendapat makanan bergizi kini harus puas dengan asupan yang tidak sesuai standar. Padahal, gizi yang cukup sangat menentukan perkembangan otak dan fisik mereka. Jika praktik korupsi ini terus dibiarkan, kita akan kehilangan generasi yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di masa depan.

Baca Juga:
  • Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri
  • Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
  • Politik Kongkow, Rakyat Menunggu
  • Obsesi IQ yang Keliru Arah

Lebih dari sekadar penyelewengan dana, kasus ini menunjukkan betapa buruknya moralitas dalam birokrasi. Mereka yang mengambil keuntungan dari program ini bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk hidup sehat. Hukuman berat harus dijatuhkan kepada setiap pelaku, termasuk jika ada keterlibatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

KPK tidak boleh berhenti pada imbauan atau wacana penyelidikan. Proses hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Selain itu, pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan program MBG. Mekanisme pengawasan harus diperketat dengan melibatkan pihak independen dan masyarakat agar tidak ada lagi celah untuk korupsi.

Artikel Terkait:
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru
  • Isu, Skandal, dan Politik Panggung
  • UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN
  • Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Jika negara membiarkan kasus ini berlalu tanpa tindakan tegas, ini akan menjadi preseden buruk bagi program sosial lainnya. Korupsi yang menyasar hak dasar rakyat harus dilawan habis-habisan. Karena jika kita diam, maka kita turut menjadi bagian dari sistem yang membiarkan anak-anak kelaparan demi memperkaya segelintir orang.

Jangan Lewatkan:
  • Antara Harapan dan Kekecewaan
  • Pemblokiran Rekening Tanpa Akal
  • Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?
  • Provokator di Balik Api Jalanan
Gizi Anak Korupsi KPK Penyalahgunaan Anggaran Reformasi Birokrasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePSU Bebani Negara, Kinerja KPU dan Bawaslu Dikritik
Next Article Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sebulu

Informasi lainnya

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

15 Juni 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Jejak Warisan dan Peluang di Desa Krampon

Editorial Udex Mundzir

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi