Pangandaran – Laut selatan Pangandaran kembali mengirim “denyut kecil” dari perut bumi. Aktivitas gempa bermagnitudo 2,7 tercatat mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2026) pagi. Meski kekuatannya relatif kecil, peristiwa ini tetap menjadi perhatian masyarakat pesisir yang akrab dengan ancaman gempa tektonik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 09.37 WIB. Berdasarkan hasil analisis awal, pusat gempa berada di koordinat 9,02 Lintang Selatan dan 108,64 Bujur Timur. Titik gempa diketahui berada di laut sekitar 147 kilometer arah selatan Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal karena hiposenternya berada dekat permukaan bumi. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan ataupun korban akibat kejadian tersebut. Sejumlah warga juga belum melaporkan adanya getaran signifikan yang dirasakan di wilayah daratan Pangandaran.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG Bandung dalam keterangan resminya, Rabu (6/5/2026).
Keterangan itu menegaskan bahwa data yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan setelah proses analisis lanjutan dilakukan. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.
Wilayah selatan Jawa Barat memang dikenal sebagai kawasan yang aktif secara tektonik karena berada dekat zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas pergerakan lempeng tersebut kerap memicu gempa bumi dengan berbagai kekuatan, mulai dari skala kecil hingga menengah.
Sejumlah warga Pangandaran mengaku tetap tenang meskipun mendengar kabar gempa tersebut. Mereka memilih menunggu informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Kondisi di kawasan pesisir maupun pusat aktivitas masyarakat juga dilaporkan berlangsung normal.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan situasi pascagempa. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan memahami jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan yang lebih besar.
Meski tidak menimbulkan dampak berarti, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana alam tetap penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selatan Jawa Barat. Informasi resmi dan sikap tenang menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi kebencanaan.
