Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Irigasi putus diterjang longsor, warga swadaya merakit paralon darurat agar sawah tidak telanjur mengering.
Adit MusthofaAdit Musthofa10 April 2026 Daerah
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Ketiadaan penanganan fisik yang cepat pasca-longsor memutus saluran irigasi pada Minggu (5/4/2026) lalu, memaksa warga di Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bertindak mandiri. 

Demi menyelamatkan pasokan air ke persawahan, puluhan warga berinisiatif membangun saluran air darurat pada Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil warga agar sawah mereka tidak terlanjur mengering selagi menunggu birokrasi perbaikan dari pemerintah daerah. 

Dalam pengerjaan darurat tersebut, warga merakit pipa paralon sepanjang 12 meter yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Santanamekar.

Secara bergotong royong, warga menebang dan mengangkut bambu dari kebun untuk dijadikan tiang penyangga agar paralon bisa membentang menyambung titik irigasi yang putus. 

Baca Juga:
  • Polda Paser Gencar Tertiban TNKB Modifikasi dalam Operasi Patuh Mahakam 2023
  • Bupati Kukar Paparkan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024
  • Edi Damansyah Optimis Pabrik Smelter Nikel Dorong Ekonomi Lokal di Sangasanga
  • Simulasi Pemilu 2024 Dilaksanakan oleh KPU Kukar di Kalimantan Timur

Pemasangan instalasi sementara ini turut dipantau langsung oleh aparat kewilayahan Citepus, BPD, hingga pihak kepolisian setempat di lapangan.

RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.
RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.

“Yang penting air bisa mengalir dulu ke sawah. Tapi ini kan cuma pakai paralon dan ditopang bambu, jelas sifatnya sementara dan gampang rusak. Laporannya sudah sampai ke atas, jadi kami mohon pemerintah kabupaten segera turun bangun yang permanen,” harap Asep Wawan di sela-sela gotong royong.

Kemandirian warga Citepus mengatasi krisis air ini seharusnya menjadi teguran sekaligus desakan nyata bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. 

Para petani di akar rumput telah melakukan upaya maksimal menyambung urat nadi pertanian mereka dengan sumber daya seadanya.

Namun, masyarakat menyadari bahwa konstruksi paralon dan penyangga bambu tersebut sangat rentan. Terjangan hujan deras yang sewaktu-waktu kembali mengguyur lereng Cisayong bisa dengan mudah merobohkan irigasi darurat tersebut.

Artikel Terkait:
  • ITCIKU Ragukan Keterbukaan Informasi Terkait Lahan 7.787 Hektare di Penajam
  • Korpri Tasikmalaya Didorong Jaga Stabilitas Negara
  • Pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, Gerbang Polri dan ASEAN Jaga Kawasan dari Kejahatan Transnasional
  • Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Dana untuk BUMDes di Penajam

Kini, warga menagih tanggung jawab dan kehadiran nyata Pemkab Tasikmalaya, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dinas terkait. 

Administrasi pelaporan dari tingkat desa dan kecamatan sudah berjalan, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda perbaikan.

Warga Citepus menuntut hak mereka atas fasilitas infrastruktur pertanian yang layak. Pemerintah daerah didesak untuk segera merealisasikan pembangunan irigasi secara permanen, dan tidak membiarkan warganya terus-menerus hidup dalam kecemasan mengandalkan saluran air darurat.

Jangan Lewatkan:
  • Rob Masih Rendam Jalan RE Martadinata, Warga Diminta Waspada
  • Atasi Kahutla, Pemkab Kukar Serahkan Mobil Damkar Canggih
  • Badan Bank Tanah Alokasikan 1.883 Hektare Lahan untuk Program Reforma Agraria di Penajam
  • Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tasikmalaya dan Sekitarnya

BPBD Kabupaten Tasikmalaya Desa Santanamekar Irigasi Pertanian Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTips Jaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Penyakit Penyerta
Next Article Obsesi IQ yang Keliru Arah

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Perspektif Udex Mundzir

Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Editorial Udex Mundzir

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Techno Ericka

Dampak Psikologis Nama Umum di Indonesia

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi