Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 12 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Irigasi putus diterjang longsor, warga swadaya merakit paralon darurat agar sawah tidak telanjur mengering.
Adit MusthofaAdit Musthofa10 April 2026 Daerah
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Ketiadaan penanganan fisik yang cepat pasca-longsor memutus saluran irigasi pada Minggu (5/4/2026) lalu, memaksa warga di Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bertindak mandiri. 

Demi menyelamatkan pasokan air ke persawahan, puluhan warga berinisiatif membangun saluran air darurat pada Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil warga agar sawah mereka tidak terlanjur mengering selagi menunggu birokrasi perbaikan dari pemerintah daerah. 

Dalam pengerjaan darurat tersebut, warga merakit pipa paralon sepanjang 12 meter yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Santanamekar.

Secara bergotong royong, warga menebang dan mengangkut bambu dari kebun untuk dijadikan tiang penyangga agar paralon bisa membentang menyambung titik irigasi yang putus. 

Baca Juga:
  • BKKBN dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi Penurunan Stunting di Banyuwangi
  • Polres Penajam Paser Utara Kirim 180 Anggota Amankan Pilkades di Benuo Taka
  • Kukar Kembangkan Lima Kawasan Desa Pertanian
  • Sindikat Penipuan Investasi Berkedok Arisan Online Tertangkap di Mojokerto

Pemasangan instalasi sementara ini turut dipantau langsung oleh aparat kewilayahan Citepus, BPD, hingga pihak kepolisian setempat di lapangan.

RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.
RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.

“Yang penting air bisa mengalir dulu ke sawah. Tapi ini kan cuma pakai paralon dan ditopang bambu, jelas sifatnya sementara dan gampang rusak. Laporannya sudah sampai ke atas, jadi kami mohon pemerintah kabupaten segera turun bangun yang permanen,” harap Asep Wawan di sela-sela gotong royong.

Kemandirian warga Citepus mengatasi krisis air ini seharusnya menjadi teguran sekaligus desakan nyata bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. 

Para petani di akar rumput telah melakukan upaya maksimal menyambung urat nadi pertanian mereka dengan sumber daya seadanya.

Namun, masyarakat menyadari bahwa konstruksi paralon dan penyangga bambu tersebut sangat rentan. Terjangan hujan deras yang sewaktu-waktu kembali mengguyur lereng Cisayong bisa dengan mudah merobohkan irigasi darurat tersebut.

Artikel Terkait:
  • Tunda Pilkada Serentak 2024? Keputusan Bergantung Kesiapan KPU RI dan Polri
  • PLN Berikan Pelatihan Kelistrikan dan Fotografi Gratis bagi Warga
  • Wagub Kaltim Seno Aji: Prioritaskan Honorer, Stop Rekrutmen Baru
  • Aksi Warga Sampang Ricuh, Alun-Alun Rusak dan Polisi Luka-Luka

Kini, warga menagih tanggung jawab dan kehadiran nyata Pemkab Tasikmalaya, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dinas terkait. 

Administrasi pelaporan dari tingkat desa dan kecamatan sudah berjalan, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda perbaikan.

Warga Citepus menuntut hak mereka atas fasilitas infrastruktur pertanian yang layak. Pemerintah daerah didesak untuk segera merealisasikan pembangunan irigasi secara permanen, dan tidak membiarkan warganya terus-menerus hidup dalam kecemasan mengandalkan saluran air darurat.

Jangan Lewatkan:
  • Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tasikmalaya dan Sekitarnya
  • Aktivis Siap Laporkan Aktifitas Penambang Ilegal Eks PT.EKU II, yang Diduga Dilakukan oleh Sejumlah Perusahaan
  • Semarak Agustusan di Assalam Permai, Lomba dan Kebersamaan Warga
  • Ketua Umum PJS Tegaskan Pentingnya Kompetensi Wartawan di Jambi

BPBD Kabupaten Tasikmalaya Desa Santanamekar Irigasi Pertanian Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTips Jaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Penyakit Penyerta
Next Article Obsesi IQ yang Keliru Arah

Informasi lainnya

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

Api Pancasila dari Cisayong

2 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Hindari 5 Jenis Orang Ini Jika Ingin Sukses dalam Bisnis

Bisnis Assyifa

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Berobat

Daily Tips Assyifa

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi