Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Irigasi putus diterjang longsor, warga swadaya merakit paralon darurat agar sawah tidak telanjur mengering.
Adit MusthofaAdit Musthofa10 April 2026 Daerah
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Ketiadaan penanganan fisik yang cepat pasca-longsor memutus saluran irigasi pada Minggu (5/4/2026) lalu, memaksa warga di Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bertindak mandiri. 

Demi menyelamatkan pasokan air ke persawahan, puluhan warga berinisiatif membangun saluran air darurat pada Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil warga agar sawah mereka tidak terlanjur mengering selagi menunggu birokrasi perbaikan dari pemerintah daerah. 

Dalam pengerjaan darurat tersebut, warga merakit pipa paralon sepanjang 12 meter yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Santanamekar.

Secara bergotong royong, warga menebang dan mengangkut bambu dari kebun untuk dijadikan tiang penyangga agar paralon bisa membentang menyambung titik irigasi yang putus. 

Baca Juga:
  • Kaltim Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi di Forum Migas Nasional
  • Kebakaran Melanda Balikpapan: Enam Rumah Ludes, Warga Terdampak
  • Wagub Kaltim Seno Aji: Prioritaskan Honorer, Stop Rekrutmen Baru
  • Kelompok Muda Balikpapan Bersatu Tanam 200 Bibit Bakau dari Sampah

Pemasangan instalasi sementara ini turut dipantau langsung oleh aparat kewilayahan Citepus, BPD, hingga pihak kepolisian setempat di lapangan.

RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.
RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.

“Yang penting air bisa mengalir dulu ke sawah. Tapi ini kan cuma pakai paralon dan ditopang bambu, jelas sifatnya sementara dan gampang rusak. Laporannya sudah sampai ke atas, jadi kami mohon pemerintah kabupaten segera turun bangun yang permanen,” harap Asep Wawan di sela-sela gotong royong.

Kemandirian warga Citepus mengatasi krisis air ini seharusnya menjadi teguran sekaligus desakan nyata bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. 

Para petani di akar rumput telah melakukan upaya maksimal menyambung urat nadi pertanian mereka dengan sumber daya seadanya.

Namun, masyarakat menyadari bahwa konstruksi paralon dan penyangga bambu tersebut sangat rentan. Terjangan hujan deras yang sewaktu-waktu kembali mengguyur lereng Cisayong bisa dengan mudah merobohkan irigasi darurat tersebut.

Artikel Terkait:
  • Hebriyanto Minta Pemkot Kendari Evaluasi Garis Sempadan Bangunan Dan Jalan Hotel Plazza Inn Kendari
  • WTP ke-12 Kaltim, DPRD Ingatkan Tindak Lanjut BPK
  • Merah Putih Naik, Pemuda Cisayong Bergerak
  • DPRD Kaltim Kunjungi Kemendagri Bahas Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah

Kini, warga menagih tanggung jawab dan kehadiran nyata Pemkab Tasikmalaya, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dinas terkait. 

Administrasi pelaporan dari tingkat desa dan kecamatan sudah berjalan, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda perbaikan.

Warga Citepus menuntut hak mereka atas fasilitas infrastruktur pertanian yang layak. Pemerintah daerah didesak untuk segera merealisasikan pembangunan irigasi secara permanen, dan tidak membiarkan warganya terus-menerus hidup dalam kecemasan mengandalkan saluran air darurat.

Jangan Lewatkan:
  • Angkasa Jaya Mendorong Penanganan Konflik Lahan Parkir
  • Pemprov DKI Tebus 177 Ijazah Siswa dengan Dana Rp596 Juta
  • Tarif Transportasi Umum Jakarta Hanya Rp80 pada 17 Agustus
  • 38 Siswa Kaltim Menyelesaikan Diklat Paskibraka untuk Perayaan HUT RI ke-78

BPBD Kabupaten Tasikmalaya Desa Santanamekar Irigasi Pertanian Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTips Jaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Penyakit Penyerta
Next Article Obsesi IQ yang Keliru Arah

Informasi lainnya

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

7 April 2026

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

6 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

5 April 2026

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Banyak Tapi Kurang

Opini Alfi Salamah

Panduan Memilih dan Merawat Ban Motor untuk Keselamatan Berkendara

Techno Udex Mundzir

Jejak Muda, Prestasi Nyata

Profil Lisda Lisdiawati

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Hikmah Idul Qurban

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Ekonomi
Assyifa10 Januari 2025

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi