Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 24 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Irigasi putus diterjang longsor, warga swadaya merakit paralon darurat agar sawah tidak telanjur mengering.
Adit MusthofaAdit Musthofa10 April 2026 Daerah
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Warga Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bergotong royong membangun saluran irigasi darurat menggunakan pipa paralon dan penyangga bambu, Jumat (10/4/2026). Upaya swadaya ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan area persawahan warga yang terancam mengering setelah saluran irigasi utama terputus diterjang longsor pada Minggu (5/4/2026) lalu.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Ketiadaan penanganan fisik yang cepat pasca-longsor memutus saluran irigasi pada Minggu (5/4/2026) lalu, memaksa warga di Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bertindak mandiri. 

Demi menyelamatkan pasokan air ke persawahan, puluhan warga berinisiatif membangun saluran air darurat pada Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil warga agar sawah mereka tidak terlanjur mengering selagi menunggu birokrasi perbaikan dari pemerintah daerah. 

Dalam pengerjaan darurat tersebut, warga merakit pipa paralon sepanjang 12 meter yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Santanamekar.

Secara bergotong royong, warga menebang dan mengangkut bambu dari kebun untuk dijadikan tiang penyangga agar paralon bisa membentang menyambung titik irigasi yang putus. 

Baca Juga:
  • Pupuk Kaltim Dianugerahi SME Award 2023 untuk Inovasi Kitosan Cair Limbah Rajungan
  • 97 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Imbau Warga Waspada Karhutla
  • Meningkatkan Kompetensi Perusahaan Media Lokal, Dialog Inspiratif JMSI Jatim di Lamongan
  • Gubernur Kaltim Harap Pabrik Smelter Nikel Tingkatkan Ekonomi Lokal

Pemasangan instalasi sementara ini turut dipantau langsung oleh aparat kewilayahan Citepus, BPD, hingga pihak kepolisian setempat di lapangan.

RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.
RENTAN NAMUN VITAL — Beginilah wujud saluran irigasi sementara hasil gotong royong warga di Desa Santanamekar, Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Mengandalkan paralon dan penyangga bambu, instalasi ini menjadi urat nadi penyelamat sawah warga pasca-longsor, meski sangat rawan ambruk jika kembali diguyur hujan deras.

“Yang penting air bisa mengalir dulu ke sawah. Tapi ini kan cuma pakai paralon dan ditopang bambu, jelas sifatnya sementara dan gampang rusak. Laporannya sudah sampai ke atas, jadi kami mohon pemerintah kabupaten segera turun bangun yang permanen,” harap Asep Wawan di sela-sela gotong royong.

Kemandirian warga Citepus mengatasi krisis air ini seharusnya menjadi teguran sekaligus desakan nyata bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. 

Para petani di akar rumput telah melakukan upaya maksimal menyambung urat nadi pertanian mereka dengan sumber daya seadanya.

Namun, masyarakat menyadari bahwa konstruksi paralon dan penyangga bambu tersebut sangat rentan. Terjangan hujan deras yang sewaktu-waktu kembali mengguyur lereng Cisayong bisa dengan mudah merobohkan irigasi darurat tersebut.

Artikel Terkait:
  • Bakesbangpol Paser Dorong Partisipasi Tinggi Pemilih Pemilu 2024: Target 79,5 Persen
  • PKPA Angkatan III DPC Peradi SAI Sidoarjo Raya Ditutup, Peserta Siap Jadi Advokat Profesional
  • Angkasa Jaya Mendorong Penanganan Konflik Lahan Parkir
  • Prestasi Kaltim: Raih Penghargaan Nasional Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”

Kini, warga menagih tanggung jawab dan kehadiran nyata Pemkab Tasikmalaya, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dinas terkait. 

Administrasi pelaporan dari tingkat desa dan kecamatan sudah berjalan, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda perbaikan.

Warga Citepus menuntut hak mereka atas fasilitas infrastruktur pertanian yang layak. Pemerintah daerah didesak untuk segera merealisasikan pembangunan irigasi secara permanen, dan tidak membiarkan warganya terus-menerus hidup dalam kecemasan mengandalkan saluran air darurat.

Jangan Lewatkan:
  • Dukungan DPMD Penajam Paser Utara untuk Mahasiswa Uniba di Benuo Taka
  • Pemprov Kaltim Salurkan Beras 24.725 Kilogram untuk Keluarga Rentan Pangan di Penajam
  • Layanan Legalisasi Apostille, Langkah Terbaru Ditjen AHU
  • Maknai Kemerdekaan RI Ke-78, Harun Ar Rasyid Menyuarakan Pesan Penting

BPBD Kabupaten Tasikmalaya Desa Santanamekar Irigasi Pertanian Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTips Jaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Penyakit Penyerta
Next Article Obsesi IQ yang Keliru Arah

Informasi lainnya

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

Api Pancasila dari Cisayong

2 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Pandemi Berlalu, Industri Film Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan

Happy Ericka

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Travel Alfi Salamah

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi