Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 13 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Api Pancasila dari Cisayong

Sinergi Mahasiswa, Warga, dan TNI Merawat 'Living Ideology' di Tasikmalaya.
Adit MusthofaAdit Musthofa2 Juni 2026 Daerah
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya — Pancasila. Api itu harus tetap menyala. Tidak boleh redup. Apalagi padam.

Selasa pagi ini. Matahari baru saja bangkit di langit Kabupaten Tasikmalaya. Udara segar. Pukul 07.30 WIB tepat. Halaman Kantor Kecamatan Cisayong mendadak riuh. Tapi tertib. Sangat khidmat.

Ratusan jiwa berkumpul di sana. Mereka berdiri tegak. Berbaris rapi. Peringatan Hari Lahir Pancasila digelar. Temanya dahsyat: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Kalimat itu berat. Tapi penuh energi optimisme.

Lihatlah sekeliling lapangan. Sungguh menyegarkan mata.

Ibu-ibu dari DW dan PKK tampil anggun. Mereka mengenakan kebaya nasional. Warnanya beragam. Cerah. Bapak-bapak tak mau kalah. Beragam corak batik nusantara dikenakan. Kaya makna. Sementara para ASN dan perangkat desa berdiri tegap. Seragam Korpri lengkap. Biru membentang di tengah lapangan.

Di antara warna-warni itu, ada barisan muda yang menyita perhatian. Jaket almamater mereka berwarna kuning cerah. Menyala di bawah sinar matahari pagi. Mereka adalah barisan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Kehadiran jas kuning ini menyuntikkan energi segar. Darah muda. Harapan masa depan bangsa.

Hebatnya lagi, srikandi-srikandi muda berjaket kuning ini mengambil peran sentral pagi itu.

Baca Juga:
  • Pembangunan IKN Diharapkan Mampu Maksimalkan Peran Tenaga Kerja Lokal
  • Anggota Diduga Injak Masjid, Kapolda Sumbar: Bukan Karpet untuk Ibadah
  • Seno Aji Kukuhkan FPKS, Dorong Modernisasi Sawit Kaltim
  • Aplikasi Srikandi Bantu Pemerintah Daerah di Samarinda Mengelola Arsip

Suara jernih yang memandu seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir? Itu milik seorang mahasiswi UT. Ia bertugas sebagai pembawa acara. Tenang. Lugas. Tak ada nada gugup.

Lalu, satu lagi mahasiswi almamater kuning tampil ke depan. Tugasnya tidak main-main. Membaca naskah Undang-Undang Dasar 1945. Suaranya lantang. Menggema memecah pagi. Menggetarkan dada siapa saja yang mendengar.

Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.
Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.

Di depan barisan warga sipil dan mahasiswa itu, berdiri sosok-sosok pemandu yang tak kalah sigap. Personel TNI. Posisi mereka sangat krusial.

Mereka yang memimpin jalannya formasi. Bertindak sebagai komandan upacara. Menjadi komandan pasukan. Berdiri kokoh di depan peleton-peleton sipil. Mengawal jalannya upacara agar presisi, rapi, dan disiplin penuh.

Penampilan mereka juga mencuri perhatian. Gagah sekali. Seragam mereka baru!

Bukan lagi loreng 1982 yang didominasi warna gelap. Seragam legendaris itu sudah diregenerasi sejak HUT ke-80 TNI akhir 2025 lalu. Kini para prajurit itu mengenakan loreng digital sage green. Hijau keabu-abuan. Lebih segar. Lebih menyatu dengan alam.

Tiba saatnya amanat. Danramil Cisayong melangkah mantap ke mimbar. Letda Inf Mahfudin, S.M. Beliau bertindak selaku Inspektur Upacara.

Artikel Terkait:
  • Baracudda Minta Polisi Tangkap Kades Manting dan Dirut PT Jisoelman
  • Ketua DPRD Kutim: Gizi Anak Kunci Masa Depan Daerah
  • Perkiraan Hujan Kategori Rendah di Kaltim September 2023
  • Bupati Sidoarjo Pimpin Rapat Koordinasi Perbaikan Jalan, Rampung Sebelum Idul Fitri 1446 H

“Api Pancasila tetap menyala! Kita harus mengajak dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup!,” ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Ideologi yang hidup. Living ideology. Sebuah ajakan yang bertenaga.

Artinya jelas. Pancasila harus bernyawa dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Di kantor kecamatan. Di balai desa. Di kampus. Di pasar. Hingga di dalam rumah tangga. Gotong royong harus nyata. Saling menghargai harus konkret.

Upacara akhirnya selesai. Barisan dibubarkan.

Namun, semangat yang menyala di halaman Kantor Kecamatan Cisayong pagi ini tidak ikut bubar. Energi positifnya justru merembes keluar lapangan. Menyebar ke sanubari setiap peserta yang pulang.

Pancasila bukan masa lalu yang usang. Ia adalah masa depan yang harus terus kita perjuangkan.

Jangan Lewatkan:
  • DPRD Kaltim Kunjungi Kemendagri Bahas Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah
  • Penumpang Bandara Soetta Tembus 168 Ribu Saat Arus Balik
  • Pemkab Ciamis Terima Hibah Tanah Rampasan KPK
  • Semangat Kebangkitan Bergema di Cisayong, Camat Serukan Pesan Persatuan

Api itu tetap menyala. Hari ini. Esok. Dan selamanya.

Hari Lahir Pancasila Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Cisayong Pancasila Universitas Terbuka (UT)
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGenerasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur
Next Article Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Informasi lainnya

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026
Paling Sering Dibaca

Traveling Sendiri, Kenapa Tidak?

Travel Ericka

Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Opini Lina Marlina

Angin Segar bagi Narapidana

Editorial Udex Mundzir

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Gagasan Udex Mundzir

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi