Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Api Pancasila dari Cisayong

Sinergi Mahasiswa, Warga, dan TNI Merawat 'Living Ideology' di Tasikmalaya.
Adit MusthofaAdit Musthofa2 Juni 2026 Daerah
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya — Pancasila. Api itu harus tetap menyala. Tidak boleh redup. Apalagi padam.

Selasa pagi ini. Matahari baru saja bangkit di langit Kabupaten Tasikmalaya. Udara segar. Pukul 07.30 WIB tepat. Halaman Kantor Kecamatan Cisayong mendadak riuh. Tapi tertib. Sangat khidmat.

Ratusan jiwa berkumpul di sana. Mereka berdiri tegak. Berbaris rapi. Peringatan Hari Lahir Pancasila digelar. Temanya dahsyat: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Kalimat itu berat. Tapi penuh energi optimisme.

Lihatlah sekeliling lapangan. Sungguh menyegarkan mata.

Ibu-ibu dari DW dan PKK tampil anggun. Mereka mengenakan kebaya nasional. Warnanya beragam. Cerah. Bapak-bapak tak mau kalah. Beragam corak batik nusantara dikenakan. Kaya makna. Sementara para ASN dan perangkat desa berdiri tegap. Seragam Korpri lengkap. Biru membentang di tengah lapangan.

Di antara warna-warni itu, ada barisan muda yang menyita perhatian. Jaket almamater mereka berwarna kuning cerah. Menyala di bawah sinar matahari pagi. Mereka adalah barisan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Kehadiran jas kuning ini menyuntikkan energi segar. Darah muda. Harapan masa depan bangsa.

Hebatnya lagi, srikandi-srikandi muda berjaket kuning ini mengambil peran sentral pagi itu.

Baca Juga:
  • Jembatan Garut Putus, Mobilitas Dua Desa Lumpuh Total
  • 236 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Imbau Waspada karhutla
  • 38 Siswa Kaltim Menyelesaikan Diklat Paskibraka untuk Perayaan HUT RI ke-78
  • BMKG Peringatan Hujan Petir Menghadang di Seluruh Kaltim

Suara jernih yang memandu seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir? Itu milik seorang mahasiswi UT. Ia bertugas sebagai pembawa acara. Tenang. Lugas. Tak ada nada gugup.

Lalu, satu lagi mahasiswi almamater kuning tampil ke depan. Tugasnya tidak main-main. Membaca naskah Undang-Undang Dasar 1945. Suaranya lantang. Menggema memecah pagi. Menggetarkan dada siapa saja yang mendengar.

Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.
Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.

Di depan barisan warga sipil dan mahasiswa itu, berdiri sosok-sosok pemandu yang tak kalah sigap. Personel TNI. Posisi mereka sangat krusial.

Mereka yang memimpin jalannya formasi. Bertindak sebagai komandan upacara. Menjadi komandan pasukan. Berdiri kokoh di depan peleton-peleton sipil. Mengawal jalannya upacara agar presisi, rapi, dan disiplin penuh.

Penampilan mereka juga mencuri perhatian. Gagah sekali. Seragam mereka baru!

Bukan lagi loreng 1982 yang didominasi warna gelap. Seragam legendaris itu sudah diregenerasi sejak HUT ke-80 TNI akhir 2025 lalu. Kini para prajurit itu mengenakan loreng digital sage green. Hijau keabu-abuan. Lebih segar. Lebih menyatu dengan alam.

Tiba saatnya amanat. Danramil Cisayong melangkah mantap ke mimbar. Letda Inf Mahfudin, S.M. Beliau bertindak selaku Inspektur Upacara.

Artikel Terkait:
  • Penggelapan CPO: 5 Tersangka Dibekuk, 39 Ton CPO Disita di Barong Tongkok
  • Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot
  • Hari Bhayangkara ke-78, Harun Al Rasyid Apresiasi Peran dan Kontribusi Polri
  • Pengemasan Produk Jadikan UMKM Susah untuk Bersaing di Pasar

“Api Pancasila tetap menyala! Kita harus mengajak dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup!,” ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Ideologi yang hidup. Living ideology. Sebuah ajakan yang bertenaga.

Artinya jelas. Pancasila harus bernyawa dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Di kantor kecamatan. Di balai desa. Di kampus. Di pasar. Hingga di dalam rumah tangga. Gotong royong harus nyata. Saling menghargai harus konkret.

Upacara akhirnya selesai. Barisan dibubarkan.

Namun, semangat yang menyala di halaman Kantor Kecamatan Cisayong pagi ini tidak ikut bubar. Energi positifnya justru merembes keluar lapangan. Menyebar ke sanubari setiap peserta yang pulang.

Pancasila bukan masa lalu yang usang. Ia adalah masa depan yang harus terus kita perjuangkan.

Jangan Lewatkan:
  • Masjid SMAN 10 Samarinda, Memupuk Ruang Spiritual Baru di Tengah Pendidikan
  • Kejaksaan Negeri Penajam Selamatkan Dana Negara Rp194 Juta dari Korupsi
  • Bupati Ikfina Berikan Santunan dan Kunjungi Korban Kecelakaan Truk Tangki Air Pacet
  • Pemprov Kaltim Genjot Perluasan Jamsostek bagi Pekerja Rentan

Api itu tetap menyala. Hari ini. Esok. Dan selamanya.

Hari Lahir Pancasila Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Cisayong Pancasila Universitas Terbuka (UT)
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGenerasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur
Next Article Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Profil Alwi Ahmad

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Editorial Udex Mundzir

Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Daily Tips Ericka

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Saintek
Ericka28 April 2025

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi