Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Api Pancasila dari Cisayong

Sinergi Mahasiswa, Warga, dan TNI Merawat 'Living Ideology' di Tasikmalaya.
Adit MusthofaAdit Musthofa2 Juni 2026 Daerah
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya — Pancasila. Api itu harus tetap menyala. Tidak boleh redup. Apalagi padam.

Selasa pagi ini. Matahari baru saja bangkit di langit Kabupaten Tasikmalaya. Udara segar. Pukul 07.30 WIB tepat. Halaman Kantor Kecamatan Cisayong mendadak riuh. Tapi tertib. Sangat khidmat.

Ratusan jiwa berkumpul di sana. Mereka berdiri tegak. Berbaris rapi. Peringatan Hari Lahir Pancasila digelar. Temanya dahsyat: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Kalimat itu berat. Tapi penuh energi optimisme.

Lihatlah sekeliling lapangan. Sungguh menyegarkan mata.

Ibu-ibu dari DW dan PKK tampil anggun. Mereka mengenakan kebaya nasional. Warnanya beragam. Cerah. Bapak-bapak tak mau kalah. Beragam corak batik nusantara dikenakan. Kaya makna. Sementara para ASN dan perangkat desa berdiri tegap. Seragam Korpri lengkap. Biru membentang di tengah lapangan.

Di antara warna-warni itu, ada barisan muda yang menyita perhatian. Jaket almamater mereka berwarna kuning cerah. Menyala di bawah sinar matahari pagi. Mereka adalah barisan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Kehadiran jas kuning ini menyuntikkan energi segar. Darah muda. Harapan masa depan bangsa.

Hebatnya lagi, srikandi-srikandi muda berjaket kuning ini mengambil peran sentral pagi itu.

Baca Juga:
  • APBD Kutim 2025 Direvisi, Pendapatan Turun Rp 1,2 Triliun
  • Firnadi Dukung Gratispol, Soroti Transparansi Anggaran
  • Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?
  • Pemprov DKI Tebus 177 Ijazah Siswa dengan Dana Rp596 Juta

Suara jernih yang memandu seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir? Itu milik seorang mahasiswi UT. Ia bertugas sebagai pembawa acara. Tenang. Lugas. Tak ada nada gugup.

Lalu, satu lagi mahasiswi almamater kuning tampil ke depan. Tugasnya tidak main-main. Membaca naskah Undang-Undang Dasar 1945. Suaranya lantang. Menggema memecah pagi. Menggetarkan dada siapa saja yang mendengar.

Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.
Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.

Di depan barisan warga sipil dan mahasiswa itu, berdiri sosok-sosok pemandu yang tak kalah sigap. Personel TNI. Posisi mereka sangat krusial.

Mereka yang memimpin jalannya formasi. Bertindak sebagai komandan upacara. Menjadi komandan pasukan. Berdiri kokoh di depan peleton-peleton sipil. Mengawal jalannya upacara agar presisi, rapi, dan disiplin penuh.

Penampilan mereka juga mencuri perhatian. Gagah sekali. Seragam mereka baru!

Bukan lagi loreng 1982 yang didominasi warna gelap. Seragam legendaris itu sudah diregenerasi sejak HUT ke-80 TNI akhir 2025 lalu. Kini para prajurit itu mengenakan loreng digital sage green. Hijau keabu-abuan. Lebih segar. Lebih menyatu dengan alam.

Tiba saatnya amanat. Danramil Cisayong melangkah mantap ke mimbar. Letda Inf Mahfudin, S.M. Beliau bertindak selaku Inspektur Upacara.

Artikel Terkait:
  • Makan Siang Politik, Seno Aji-Rudi Mas’ud Siap Bersaing pada Pilgub Kaltim 2024
  • Kaltim Hadapi Rendahnya Partisipasi Pemilih: Kecewa Akan Janji Calon
  • Pembangunan IKN Diharapkan Mampu Maksimalkan Peran Tenaga Kerja Lokal
  • PKS Kukar Lantik Pengurus Baru, Musda VI Jadi Ajang Konsolidasi

“Api Pancasila tetap menyala! Kita harus mengajak dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup!,” ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Ideologi yang hidup. Living ideology. Sebuah ajakan yang bertenaga.

Artinya jelas. Pancasila harus bernyawa dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Di kantor kecamatan. Di balai desa. Di kampus. Di pasar. Hingga di dalam rumah tangga. Gotong royong harus nyata. Saling menghargai harus konkret.

Upacara akhirnya selesai. Barisan dibubarkan.

Namun, semangat yang menyala di halaman Kantor Kecamatan Cisayong pagi ini tidak ikut bubar. Energi positifnya justru merembes keluar lapangan. Menyebar ke sanubari setiap peserta yang pulang.

Pancasila bukan masa lalu yang usang. Ia adalah masa depan yang harus terus kita perjuangkan.

Jangan Lewatkan:
  • Caleg Demokrat Sumardi Bertekad Majukan Kesenian, Budaya, dan Pariwisata Bontang
  • Dua Siswa Kaltim Terpilih sebagai Calon Paskibraka Nasional
  • Bus Trans Jatim Koridor II Resmi Beroperasi: Transformasi Transportasi Masa Depan
  • Pemkot Samarinda Luncurkan Program Pembersihan Rutin Sungai Karang Mumus

Api itu tetap menyala. Hari ini. Esok. Dan selamanya.

Hari Lahir Pancasila Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Cisayong Pancasila Universitas Terbuka (UT)
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGenerasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur
Next Article Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Informasi lainnya

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?

Islami Ericka

Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Islami Assyifa

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

Happy Alfi Salamah

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Refleksi Alfi Salamah

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi