Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 23 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Api Pancasila dari Cisayong

Sinergi Mahasiswa, Warga, dan TNI Merawat 'Living Ideology' di Tasikmalaya.
Adit MusthofaAdit Musthofa2 Juni 2026 Daerah
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Potret suasana khidmat saat ratusan peserta upacara di Halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, berdiri tegak dan memberikan hormat bersama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya — Pancasila. Api itu harus tetap menyala. Tidak boleh redup. Apalagi padam.

Selasa pagi ini. Matahari baru saja bangkit di langit Kabupaten Tasikmalaya. Udara segar. Pukul 07.30 WIB tepat. Halaman Kantor Kecamatan Cisayong mendadak riuh. Tapi tertib. Sangat khidmat.

Ratusan jiwa berkumpul di sana. Mereka berdiri tegak. Berbaris rapi. Peringatan Hari Lahir Pancasila digelar. Temanya dahsyat: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Kalimat itu berat. Tapi penuh energi optimisme.

Lihatlah sekeliling lapangan. Sungguh menyegarkan mata.

Ibu-ibu dari DW dan PKK tampil anggun. Mereka mengenakan kebaya nasional. Warnanya beragam. Cerah. Bapak-bapak tak mau kalah. Beragam corak batik nusantara dikenakan. Kaya makna. Sementara para ASN dan perangkat desa berdiri tegap. Seragam Korpri lengkap. Biru membentang di tengah lapangan.

Di antara warna-warni itu, ada barisan muda yang menyita perhatian. Jaket almamater mereka berwarna kuning cerah. Menyala di bawah sinar matahari pagi. Mereka adalah barisan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Kehadiran jas kuning ini menyuntikkan energi segar. Darah muda. Harapan masa depan bangsa.

Hebatnya lagi, srikandi-srikandi muda berjaket kuning ini mengambil peran sentral pagi itu.

Baca Juga:
  • KORMI Gelar APMO: Pentingnya Kebugaran Menurut Kang Denda
  • BPKH 2024 Komitmen Kuat untuk Terus Memajukan Sektor Peternakan di Kaltim
  • Kaltim Percepat Pembentukan Kopdes Sesuai Inpres 9/2025
  • Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Layanan 100 Persen Air Bersih

Suara jernih yang memandu seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir? Itu milik seorang mahasiswi UT. Ia bertugas sebagai pembawa acara. Tenang. Lugas. Tak ada nada gugup.

Lalu, satu lagi mahasiswi almamater kuning tampil ke depan. Tugasnya tidak main-main. Membaca naskah Undang-Undang Dasar 1945. Suaranya lantang. Menggema memecah pagi. Menggetarkan dada siapa saja yang mendengar.

Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.
Momen foto bersama seluruh elemen peserta upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, menampilkan kebersamaan antara jajaran TNI, ASN, aparat desa, mahasiswa UT, dan perwakilan masyarakat.

Di depan barisan warga sipil dan mahasiswa itu, berdiri sosok-sosok pemandu yang tak kalah sigap. Personel TNI. Posisi mereka sangat krusial.

Mereka yang memimpin jalannya formasi. Bertindak sebagai komandan upacara. Menjadi komandan pasukan. Berdiri kokoh di depan peleton-peleton sipil. Mengawal jalannya upacara agar presisi, rapi, dan disiplin penuh.

Penampilan mereka juga mencuri perhatian. Gagah sekali. Seragam mereka baru!

Bukan lagi loreng 1982 yang didominasi warna gelap. Seragam legendaris itu sudah diregenerasi sejak HUT ke-80 TNI akhir 2025 lalu. Kini para prajurit itu mengenakan loreng digital sage green. Hijau keabu-abuan. Lebih segar. Lebih menyatu dengan alam.

Tiba saatnya amanat. Danramil Cisayong melangkah mantap ke mimbar. Letda Inf Mahfudin, S.M. Beliau bertindak selaku Inspektur Upacara.

Artikel Terkait:
  • KPK Tahan Rafael Alun Trisambodo Terkait Kasus Gratifikasi dan TPPU
  • Kompetisi MLBB di Penajam : Generasi Muda Unjuk Kebolehan dalam Turnamen eSport
  • Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting
  • Rano Karno Pantau Pengerukan Kali Sehari Setelah Dilantik

“Api Pancasila tetap menyala! Kita harus mengajak dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup!,” ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Ideologi yang hidup. Living ideology. Sebuah ajakan yang bertenaga.

Artinya jelas. Pancasila harus bernyawa dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Di kantor kecamatan. Di balai desa. Di kampus. Di pasar. Hingga di dalam rumah tangga. Gotong royong harus nyata. Saling menghargai harus konkret.

Upacara akhirnya selesai. Barisan dibubarkan.

Namun, semangat yang menyala di halaman Kantor Kecamatan Cisayong pagi ini tidak ikut bubar. Energi positifnya justru merembes keluar lapangan. Menyebar ke sanubari setiap peserta yang pulang.

Pancasila bukan masa lalu yang usang. Ia adalah masa depan yang harus terus kita perjuangkan.

Jangan Lewatkan:
  • UU Cipta Kerja, Ide Besar Majukan Bangsa Melalui Daya Tarik Investor
  • Penggelapan CPO: 5 Tersangka Dibekuk, 39 Ton CPO Disita di Barong Tongkok
  • Bank Kalsel Siap Menjadi Bank Devisa, Layani Nasabah Korporasi
  • Kabupaten Mojokerto Cegah Stunting dengan Program Jumat Ceria

Api itu tetap menyala. Hari ini. Esok. Dan selamanya.

Hari Lahir Pancasila Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Cisayong Pancasila Universitas Terbuka (UT)
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGenerasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur
Next Article Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Informasi lainnya

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah

Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Dunia

Editorial Udex Mundzir

Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Editorial Udex Mundzir

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Opini Alfi Salamah

Efek Minum Sambil Berdiri bagi Kesehatan

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi