Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 19 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Surutnya air Situ Gede saat kemarau memunculkan padang rumput hijau sekaligus mengancam wisata dan irigasi.
Alfi SalamahAlfi Salamah19 Juli 2026 Daerah
Situ Gede Tasikmalaya
Situ Gede Tasikmalaya (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Musim kemarau mengubah wajah Situ Gede di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Permukaan air yang surut drastis menyisakan hamparan rumput hijau di sisi barat danau, menciptakan pemandangan yang jarang terlihat sekaligus menarik perhatian warga untuk datang dan mengabadikannya.

Fenomena tersebut terjadi setelah pasokan air ke Situ Gede terus berkurang selama beberapa pekan terakhir akibat minimnya curah hujan. Area yang biasanya tergenang kini berubah menjadi daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau. Kondisi itu paling jelas terlihat di bagian barat situ, sementara bagian tengah, timur, dan selatan masih menyimpan genangan air meski volumenya jauh menurun.

Di balik keindahan lanskap yang menyerupai sabana, surutnya debit air menjadi tanda bahwa salah satu danau alami kebanggaan Kota Tasikmalaya sedang menghadapi tekanan musim kemarau. Situ Gede selama ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di kawasan sekitarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan rumput hijau yang muncul di dasar danau menjadi daya tarik baru bagi pengunjung. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto karena pemandangan seperti ini hanya muncul ketika air surut pada musim kemarau panjang.

Namun, keindahan tersebut menyimpan konsekuensi yang tidak ringan. Menyusutnya air membuat aktivitas wisata air menurun dan mulai memengaruhi pendapatan pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan. Di sisi lain, berkurangnya cadangan air juga mengancam kebutuhan irigasi pertanian.

Baca Juga:
  • Festival Kampong Tuha, Firnadi Ikhsan Tegaskan Pentingnya Menjaga Nilai gotong Royong
  • Wakil Jaksa Agung Kunjungi Kejati Kaltim
  • Ade Sugianto Batal Jadi Bupati Tasikmalaya, Pilkada Diulang
  • BMKG Peringatan Hujan Petir Menghadang di Seluruh Kaltim

“Debit air Situ Gede terus mengalami penyusutan. Area yang biasanya tergenang kini berubah menjadi hamparan rumput hijau dan menjadi lokasi favorit warga untuk berfoto,” demikian hasil pantauan di kawasan Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (15/7/26).

Fenomena tersebut dipicu kemarau yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Penjaga Pintu Air (PPA) Situ Gede, Satia Triadi, menjelaskan bahwa penyusutan air sudah berlangsung selama beberapa bulan. Pasokan dari saluran irigasi Cibanjaran berhenti mengalir sehingga air di danau kini hanya mengandalkan mata air yang tersisa.

“Kondisi surutnya air sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Pasokan dari irigasi Cibanjaran sudah tidak masuk lagi sehingga debit air terus berkurang,” ujar Satia Triadi di Situ Gede, Kota Tasikmalaya, Kamis (16/7/26).

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap fungsi Situ Gede sebagai penyuplai air pertanian. Dari lima pintu air yang tersedia, hanya satu pintu penguras yang masih dapat dioperasikan karena keterbatasan volume air. Akibatnya, distribusi air menuju lahan pertanian ikut terganggu.

Artikel Terkait:
  • Peringati Hardiknas, Bupati Subandi Serahkan Penghargaan kepada Guru dan Siswa
  • Penumpang Bandara Soetta Tembus 168 Ribu Saat Arus Balik
  • Serapan APBD Kutim 60 Persen, Proyek Fisik Masih Mandek
  • Maknai Kemerdekaan RI Ke-78, Harun Ar Rasyid Menyuarakan Pesan Penting

Sejumlah petani di wilayah Mangkubumi mulai mengantisipasi kemungkinan kekurangan air jika kemarau berlangsung lebih lama. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengingatkan petani di sejumlah kecamatan rawan kekeringan agar tidak memaksakan menanam komoditas yang membutuhkan banyak air dan mulai mempertimbangkan tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Fenomena hamparan rumput hijau di Situ Gede memperlihatkan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, lanskap yang muncul menjadi daya tarik visual yang mengundang rasa ingin tahu masyarakat. Di sisi lain, penyusutan air merupakan indikator berkurangnya cadangan air yang menopang kehidupan, mulai dari sektor pertanian hingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, Situ Gede bukan sekadar objek wisata. Danau alami ini telah lama menjadi bagian dari sistem lingkungan sekaligus ruang publik yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Karena itu, kondisi yang terjadi saat musim kemarau menjadi pengingat pentingnya menjaga daerah tangkapan air, saluran irigasi, dan kelestarian ekosistem agar fungsi Situ Gede tetap terpelihara di tengah perubahan iklim yang semakin terasa.

Jangan Lewatkan:
  • Pemkab Kukar Gelontorkan 500 M untuk Sektor Perikanan
  • Istri Chis John Tuntut Keadilan untuk Putrinya
  • HUT RI ke-78, Fraksi PKS Kaltim Gelar Lomba Pidato Membaca Teks Proklamasi
  • Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tasikmalaya dan Sekitarnya

Keindahan hamparan rumput hijau mungkin hanya berlangsung sementara. Ketika musim hujan kembali tiba, kawasan tersebut diperkirakan akan kembali tertutup air. Namun, fenomena ini meninggalkan catatan bahwa menjaga keseimbangan lingkungan menjadi kebutuhan bersama agar Situ Gede tetap mampu menjalankan perannya sebagai sumber kehidupan sekaligus destinasi wisata andalan Kota Tasikmalaya.

Kekeringan Kota Tasikmalaya Musim Kemarau Pariwisata Situ Gede
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHibah untuk Aparat, Buat Apa?

Informasi lainnya

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

Api Pancasila dari Cisayong

2 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Gagasan Udex Mundzir

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Rombak Kabinet, Reformasi Aparat

Editorial Udex Mundzir

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi