Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Ketika gelar akademik bisa dibeli dengan kuasa, kampus kehilangan fungsinya sebagai penjaga ilmu pengetahuan.
AssyifaAssyifa8 Maret 2025 Perspektif
Integritas akademik di kampus Indonesia
Universitas Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kasus disertasi Bahlil Lahadalia bukan sekadar soal satu menteri yang ingin menyandang gelar doktor. Ini soal integritas akademik yang kini dipertanyakan. Universitas Indonesia (UI), yang selama ini disebut kampus nomor satu, justru menunjukkan betapa mudahnya seorang pejabat bisa melangkah menuju gelar akademik tanpa transparansi yang jelas.

Tapi persoalannya, jangan-jangan ini bukan hanya terjadi di UI. Jika kampus terbaik saja bisa terseret dalam praktik seperti ini, bagaimana dengan universitas lain?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pejabat sibuk yang tiba-tiba menyelesaikan program doktoral di tengah jadwal kerja yang padat. Kapan mereka benar-benar meneliti? Atau, lebih penting lagi, apakah mereka benar-benar menulis sendiri karya ilmiahnya?

Jangan-jangan, banyak kampus lain juga telah berubah menjadi pabrik gelar untuk para elite. Jangan-jangan, selama ini kita hanya pura-pura percaya bahwa gelar akademik mereka diperoleh dengan perjuangan intelektual.

Baca Juga:
  • Efisiensi atau Salah Kelola?
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
  • Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!
  • Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Fenomena ini semakin memperburuk citra pendidikan tinggi Indonesia. Gelar doktor, yang seharusnya menjadi puncak pencapaian akademik, kini lebih sering digunakan sebagai alat legitimasi politik.

Dan kampus, yang seharusnya menjadi benteng ilmu pengetahuan, justru membuka pintu bagi mereka yang ingin sekadar menempelkan gelar di belakang namanya.

UI mungkin baru satu contoh yang terungkap. Tapi publik berhak curiga, karena ketika kasus seperti ini muncul, selalu ada kemungkinan bahwa ini hanya puncak gunung es.

Artikel Terkait:
  • Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak
  • Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Jika semua kampus mulai kehilangan independensinya dan lebih mementingkan relasi dengan penguasa, maka tamatlah dunia akademik kita. Kampus bukan lagi tempat mencari ilmu, tapi sekadar tempat mencari status.

Inilah saatnya pendidikan tinggi di Indonesia dibersihkan dari praktik-praktik semacam ini. Kampus harus kembali ke fitrahnya: menjaga integritas akademik, bukan melayani kepentingan politik.

Jika tidak, maka kita harus bersiap menghadapi masa depan di mana gelar akademik tak lebih dari sekadar aksesori, dan intelektualitas sejati hanyalah mitos di negeri ini.

Jangan Lewatkan:
  • Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi
Disertai Bahlil Gelar Akademik Kampus dan Pejabat Pendidikan Tinggi UI dan Integritas
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUI Mesin Gelar Doktor Pejabat
Next Article Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar, Pemprov Jabar Tak Ganti Rugi

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026
Paling Sering Dibaca

Letkis, Tarian Finlandia yang Sempat Disangka Ritual Yahudi

Kroscek Ericka

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah

Harapan Terwujud: Jamaah Haji Tambahan Menyentuh Tanah Suci

Islami Alfi Salamah

Efisiensi atau Salah Kelola?

Perspektif Udex Mundzir

Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah

Biografi Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi